Skip to main content

Indragiri Hilir, Juara Satu Capaian Vaksinasi di Provinsi Riau

Bulan Ramadhan tidak menyurutkan semangat para tenaga kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir dalam memberikan pelayanan vaksinasi bagi warga. Beberapa puskesmas bahkan ada yang menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 setelah shalat Tarawih.

Kegiatan vaksinasi covid-19 yang dilaksanakan setelah ibadah shalat Tarawih. (foto : dok. Dinkes Inhil)

Dengan nilai rata-rata 82,03%, Indragiri Hilir menempatkan diri sebagai juara satu capaian vaksinasi di Provinsi Riau per 17 April 2022, pukul 24.00 WIB.

Hingga hari ini, para petugas kesehatan, dibantu kepolisian daerah dan TNI setempat masih gencar melaksanakan kegiatan vaksinasi di beberapa titik lokasi. Lewat media sosial seperti facebook dan instagram, tiap puskesmas gencar mensosialisasikan jadwal kegiatan vaksinasi. Para tenaga kesehatan bahkan mendatangi rumah-rumah warga di pelosok demi terciptanya herd immunity Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di beberapa lokasi. (foto : dok.dinkes Inhil)

Bagi warga yang belum mendapat vaksinasi Covid-19, bisa mengunjungi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi secara gratis. Warga juga bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19 saat kegiatan razia vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan kepolisian resort, kepolisian sektor, dan kodim di beberapa titik lalu lintas di Kabupaten Indragiri Hilir.

Layanan Imunisasi di Kuala Enok, Pantang Menyerah di Kala Pandemi

“Semua demi bayi dan balita yang sehat.” Ungkap Nursiah Sitompul saat melakukan kegiatan sapu (sweeping) imunisasi di Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir. Nursiah adalah petugas Kesehatan dari Puskesmas Kuala Enok. Dengan kegiatan sweeping imunisasi, bayi dan balita tetap mendapatkan kebutuhan imunisasi yang diperlukan.

Nursiah dan teman-temannya dari Puskesmas Kuala Enok selalu memantau kehadiran bayi dan balita yang datang saat jadwal posyandu tiba. Jika ada bayi atau balita yang tidak hadir, Nursiah akan menghubungi ibu dari bayi atau balita tersebut untuk menanyakan alasan kenapa tidak hadir.

“Biasanya yang tidak datang itu alasannya karena bayinya sakit, kadang-kadang ada juga saat jadwal posyandu, mereka sedang bepergian keluar daerah.” Ucap Nursiah.

Agar bayi dan balita yang tidak hadir tersebut tetap mendapatkan layanan imunisasi, Nursiah dan teman-temannya dari Puskesmas Kuala Enok mendatangi satu per satu rumah bayi dan balita tersebut di luar jadwal posyandu. Penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan saat melakukan pelayanan imunisasi di tiap rumah.

Imunisasi sangat penting untuk melindungi orang-orang yang rentan dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.id, Plt. Dir. Pengelolaan Imunisasi, Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine menyebutkan bahwa imunisasi dasar lengkap saja belum cukup memberikan perlindungan terhadap PD3I karena beberapa antigen memerlukan besar atau pemberian dosis lanjutan pada usia 18 bulan, usia anak sekolah dan usia dewasa. Sehingga sekarang tidak hanya mengejar imunisasi dasar lengkap tapi juga mengejar imunisasi rutin lengkap.

Pemberian imunisasi yang terlambat atau tidak lengkap kepada anak menjadi salah satu hambatan dalam upaya meningkatkan kekebalan anak. Imunisasi kejar diperlukan untuk menyusul imunisasi anak yang tertunda.

Adapun jenis imunisasi rutin lengkap terdiri dari :
1. Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Usia 0-11 bulan :
• HB0 1 dosis
• BCG 1 dosis
• DPT-HB-Hib 3 dosis
• Polio tetes (OPV) 4 dosis
• Polio suntik (IPV) 1 dosis
• Campak Rubela 1 dosis

2. Imunisasi Lanjutan Baduta pd anak usia 18-24 bulan :
• DPT-HB-Hib 1 dosis
• Campak Rubela 1 dosis

3. Imunisasi Lanjutan Anak Sekolah Dasar/sederajat pd Program Tahunan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)
• Campak Rubela dan DT pd anak kls 1
• Td pada anak kls 2 dan 5

Tahun ini Pekan Imunisasi Dunia berlangsung pada tanggal 16-22 April 2022. Sejak tanggal 13 April 2022, petugas Puskesmas Kuala Enok sudah memberikan pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita, pelayanan imunisasi juga menyasar ke kampung Suku Laut atau yang biasa disebut juga Suku Duano di Desa Tanjung Pasir dan Desa Sungai Laut pada tanggal 14 dan 16 April 2022.

Kendala transportasi dan geografis, tidak menyurutkan semangat para tenaga Kesehatan untuk menjangkau sasaran imunisasi. Untuk memberikan pelayanan imunisasi bagi bayi dan balita Suku Laut, petugas kesehatan harus menggunakan transportasi air seperti kapal cepat (speedboat). Kadang, saat air laut surut, mereka terpaksa mendorong speedboat ke tengah laut agar bisa berjalan. Belum lagi jika cuaca tidak bersahabat seperti hujan badai dan gelombang laut yang tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat imunisasi dapat mencegah lebih dari 26 penyakit, 2-3 juta kematian dapat dicegah setiap tahun dengan imunisasi, imunisasi juga membantu membatasi/ mengurangi terjadinya resistensi antibiotik karena dapat mencegah penyakit pada tahap awal.

Komisi perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, capaian imunisasi rutin mengalami penurunan sejak tahun 2020. Berdasarkan laporan data imunisasi rutin (data pengawasan Oktober 2021), cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4% dari target 79,1%. Provinsi Banten baru mendekati target cakupan imunisasi dasar lengkap yakni 78,8%. Sementara sejumlah daerah lain yang cakupan imunisasi dasar lengkapnya di atas 60% antara lain Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sumatera Utara, Bali, Gorontalo, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Jambi.

Berdasarkan pemantauan KPAI, cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata dapat menyebabkan timbulnya akumulasi populasi rentan yang tidak kebal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Jenis PD3I yang ada di Indonesia berupa BCG, polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis, campak, dan rubela. Tahun 2021 sudah terjadi peningkatan kasus PD3I di beberapa daerah dan berpotensi menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa), yakni difteri di Kalimantan Barat, terutama Sintang dan Singkawang; serta di Konawe Sulawesi Tenggara, Sementara itu, campak dan rubella sudah ada di beberapa daerah seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua.

dr. Tri Setyanti, M.Epid., Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Ditjen P2P Kemenkes Republik Indonesia menjelaskan setiap orang yang mendapatkan imunisasi akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu. Apabila cakupan imunisasi tinggi dan merata dapat membentuk kekebalan kelompok dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan. Pemberian imunisasi pada kelompok usia tertentu (anak) dapat membatasi penularan kepada kelompok usia dewasa/orang tua. Herd Immunity dan proteksi lintas kelompok dapat terbentuk jika pemberian IMUNISASI RUTIN LENGKAP dilakukan sesuai pedoman/standar dengan CAKUPAN TINGGI DAN MERATA DI SETIAP TINGKATAN.

Nah, kita mungkin pernah mendengar seorang ibu, bahkan publik figur yang mengatakan bahwa anak-anaknya baik-baik saja, sehat-sehat saja walaupun tidak pernah mendapatkan pelayanan imunisasi. Bisa jadi, anaknya menjadi bagian dari kekebalan kelompok dari anak-anak yang sudah diimunisasi. Sudah banyak juga contoh kasus yang mengingatkan kita betapa pentingnya imunisasi. Misalnya, seorang guru di Pekanbaru yang sedang hamil, tertular virus rubella dari siswanya yang sakit campak. Virus tersebut menjangkiti bayi dalam kandungan si ibu guru dan menyebabkan kecacatan setelah lahir.

Semoga, Pekan Imunisasi Dunia 16-22 April 2022 bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan anak-anak di seluruh dunia. Semoga, pandemi tidak menurunkan semangat para tenaga kesehatan di Puskesmas Kuala Enok dan tenaga Kesehatan di seluruh dunia dalam memberikan pelayanan imunisasi, demi generasi penerus yang kuat dan sehat.

Penulis : Elvidayanty (Staf Media Center Team Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Riau)

Bidang Promosi Kesehatan Gencarkan Kegiatan Publikasi Kesehatan Untuk Masyarakat Inhil

Publikasi Kesehatan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyebarkan atau menyampaikan berbagai macam informasi seputar Kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk berbagai media sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi dan diharapkan mampu mempengaruhi masyarakat dan dapat memanfaatkannya.

Salah satu kegiatan bidang Promosi Kesehatan adalah memberikan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai media. Dimasa Pandemi edukasi lebih banyak disampaikan dengan meningkatkan literasi yg disebarkan melalui media  baik media cetak, media luar luar ruang dan media elektronik online dan media sosial.

Selain dengan adanya Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang ada di setiap daerah, masyarakat juga perlu mengetahui informasi dari bahaya serta dampak yang diberikan dari salah satu penyakit edukasi yang berguna sangat penting bagi masyarakat.

“Dengan promosi, komunikasi, informasi dan edukasi yg kita berikan dapat meningkatkan kesadaran dan  kemauan untuk hidup sehat bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, mencegah terjadinya penyakit sehingga berdampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat ucap Maria Kepala Seksi Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Inhil”

“Prioritas kegiatan untuk dipublikasi diutamakan program seperti SPM, KIE, Vaksinasi Covid 19, Germas/Cerdik, Stunting, STBM, TBC, HIV/Aids tutupnya”

Staf Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pelayanan UGD di Puskesmas Gajahmada Ditutup

Sejak tanggal 2 Maret 2022, pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) di Puskesmas Gajahmada ditutup. Kepala Puskesmas Gajahmada, Marlina menjelaskan penutupan pelayanan UGD berlaku hingga tanggal 6 Maret 2022. Hal ini dilakukan karena 4 orang staf di pelayanan UGD Puskesmas Gajahmada terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk sementara, pelayanan UGD dialihkan ke Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Tembilahan Hulu.

Puskesmas Gajahmada. (Foto : Aulia Firdaus/dok.MCT Dinkes Inhil)

“Kondisi staf alhamdulillah baik dan stabil, hanya bergejala ringan.” Ungkap Kepala Puskesmas Gajahmada mengenai kondisi staf UGD yang terkonfirmasi positif Covid-19. Staf tersebut menurut Marlina, hanya merasakan keluhan ringan seperti batuk, pilek, hilang penciuman dan demam.

Kepala Puskesmas Gajahmada, Marlina mengatakan meskipun pelayanan UGD ditutup, Puskesmas Gajahmada masih melayani pasien rawat jalan dan pelayanan persalinan 24 jam juga tetap dibuka. Marlina mengingatkan agar warga tetap disiplin dengan protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunan masker dengan benar, serta menghindari kerumunan.**

Forum Perangkat Daerah dan Lintas Daerah, Momentum Sinkronisasi Pelaksanaan Urusan Pemerintah

Sekretaris Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri membuka Pertemuan Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah, Penyusunan Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2023. Pertemuan yang diikuti oleh Bappeda Indragiri HIlir, beberapa kecamatan, puskesmas, dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Kabupaten Indragiri Hilir dilaksanakan secara virtual hari Selasa, 1 Maret 2022.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Rahmi Indrasuri saat menyampaikan kata sambutan pertemuan Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah. (Foto : Dhiny A. Putri/dok. MCT Dinkes Inhil)

Dalam kata sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri mengungkapkan pentingnya pertemuan tersebut untuk mensinkronisasi pelaksanaan urusan pemerintah daerah dalam merumuskan program dan kegiatan sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah.

Forum perangkat daerah dilaksanakan dalam rangka membahas rancangan awal  rencana kerja perangkat daerah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait sehingga diperoleh saran dan pertimbangan dari peserta forum untuk penajaman target kinerja sasaran program dan kegiatan.

Pelaksanaan forum lintas perangkat daerah ini diharapkan dapat menjadi media untuk memperoleh saran dan pertimbangan sebagai bahan penyempurnaan rancnagan rencana kerja perangkat daerah, yang selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal.

Pertemuan Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah secara virtual di aula dinas kesehatan Inhil. (Foto : Dhiny A. Putri/dok. MCT Dinkes Inhil)

“Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan yang dihadapi Kabupaten Indragiri Hilir bukan hanya bagaimana menghadapi pandemi Covid-19, namun juga penurunan pertumbuhan ekonomi.” Ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri.