
TEMBILAHAN, 25/08/2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bergerak cepat merespons penurunan kualitas udara akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Provinsi Riau per pagi ini, wilayah Indragiri Hilir telah menyentuh angka 141 dengan parameter kritis (PM_{2.5}), yang mengartikan kualitas udara di hilir Riau ini berada pada kategori Tidak Sehat.Menyikapi kondisi tersebut, Kepala DKP2KB Kabupaten Indragiri Hilir menginstruksikan seluruh jajaran
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di tiap kecamatan untuk meningkatkan status kesiapsiagaan guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit, terutama Infeksi Saluran Penyerapasan Akut (ISPA).Selain penanganan medis, DKP2KB juga menggerakkan jaringan penyuluh lapangan Keluarga Berencana (KB) dan kader posyandu untuk aktif mengedukasi keluarga di tingkat desa terkait perlindungan dari dampak buruk asap.
Ancaman Penyakit Akibat Asap di Inhil Paparan partikel halus (PM_{2.5}) dari kabut asap karhutla sangat rentan memicu berbagai gangguan kesehatan. DKP2KB Inhil meminta masyarakat mewaspadai:ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut): Ditandai dengan batuk, pilek, radang tenggorokan, dan sesak napas ringan. Kekambuhan Asma: Partikel asap dapat langsung memicu penyempitan saluran napas bagi penderita asma. Iritasi Indera: Mata perih/merah serta gatal-gatal pada kulit akibat kontak langsung dengan materi asap. Langkah Taktis DKP2KB Inhil Guna melindungi masyarakat Negeri Seribu Parit, DKP2KB Inhil menetapkan 3 langkah darurat : Posko Kesehatan Puskesmas, Mengaktifkan posko pemantauan dampak asap di seluruh Puskesmas se-Inhil serta Memastikan ketersediaan obat-obatan serta oksigen tercukupi.


“Kualitas udara 141 (Tidak Sehat) ini sudah mulai merugikan kelompok sensitif. Kami meminta masyarakat Inhil, khususnya para orang tua, untuk memperketat protokol kesehatan mandiri demi melindungi anak-anak dan ibu hamil di lingkungan keluarga. Seluruh Puskesmas di bawah naungan DKP2KB siap melayani warga yang terdampak,” tegas Kepala DKP2KB Inhil
Mengoptimalkan kader institusi masyarakat pedesaan untuk memantau kondisi ibu hamil, bayi, dan balita yang menjadi kelompok paling rentan terdampak asap. Menyiapkan logistik masker standar untuk didistribusikan ke titik-titik strategis masyarakat.
5 Himbauan DKP2KB Inhil untuk Masyarakat:
1. Batasi kegiatan di luar ruangan jika tidak ada keperluan yang mendesak.
2. Wajib mengenakan masker (disarankan jenis N95/KN95 atau masker medis berlapis) jika harus beraktivitas di luar.
3. Tutup ventilasi atau akses asap masuk ke dalam rumah dan pastikan tempat penampungan air minum tertutup rapat agar tidak tercemar debu asap.
4. Konsumsi air putih lebih banyak dari biasanya untuk melarutkan lendir dan kotoran di tenggorokan.
5. Jika mengalami gejala sesak napas, pusing, atau batuk terus-menerus, segera datang ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
