Skip to main content

WASPADAI ANCAMAN SERANGAN NYAMUK AEDES AEGYPTY, PUSKESMAS PENGALIHAN ENOK SOSIALISASIKAN BAHAYA DBD

DBD CNCNG 2Menghadapi musim penghujan belakangan ini, Puskesmas Pengalihan Enok, 17/03/17 mengantisipasi menyebarnya penyakit menular akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. mengadakan penyuluhan DBD di setiap desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok dianggap sangat penting bagi masyarakat.

“Nyamuk Aedes biasanya mengigit pada waktu siang hari dan juga berkembang biak tempat-tempat penampungan air/barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti tempayan, drum, bak mandi, kaleng-kaleng bekas, mengenai gejala dan tanda dari gigitan nyamuk ini biasanya mendadak demam, lemas, lesu, kemudian hidungnya keluar darah/mimisan. sampai pada akhirnya penyakitnya pun bertambah parah dan terjadi syok/ kesadaran menurun. Demikian dijelaskan Rahayu, Promotor Promkes.

DBD CONCNG1Rahayu juga menambahkan tindakan dalam memberantas nyamuk demem berdarah yaitu, cara pencegahannya dengan 4M Plus yaitu dengan cara menguras membersihkan semua tempat penampungan air dengan cara disikat dengan sabun sampai bersih kalau bisa 1 minggu sekali/ 1 bulan sekali, menutup semua tempat penampungan air, mengubur semua barang-barang bekas seperti : ban bekas, botol-botol bekas dikubur agar sampah bekas tadi tidak menjadi sarang nyamuk. memantau setiap tempat-tempat penampungan air itu dipantau/dilihat apakah ada sarang nyamuk/jentik-jentik nyamuk yang hinggap di air. sedangkan dengan plus nya yaitu : melakukan penyemprotan/fooging, membiasakan tidak menggantung baju didalam kamar, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk seperti ikan cupang, menggunakan semprotan nyamuk/baygon, menaburkan bubuk abate, memakai kelamu pada saat tidur, memasang kawat nyamuk pada ventilasi sedangkan penanganan pertama kepada penderita DBD bisa diberikan air minum yang banyak oralit dan susu.  kompres dingin pada ubun2, lipatan paha dan ketiak, jika belum sembuh juga segera bawa kedokter atau tempat puskesmas terdekat.

Untuk itu penting sekali untuk kita khususnya masyarakat untuk mencegah penyakit khususnya DBD. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Narasumber: Rahayu@promkes pengalihan enok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *