Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau menjadi Dinas Kesehatan pertama di Sumatera yang memiliki aplikasi Digital Media Analytic Center-Health District atau (DMac-HD), dimana aplikasi ini membuat seluruh jaringan di semua puskesmas menjadi terintegrasi.Soft Launching aplikasi DMac HD ini sendiri dilakukan oleh Wakil Bupati Inhil, Syamsuddin Uti (SU) bersama unsur terkait lainnya di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Inhil, (25/2/2019).

Saat launching tersebut, juga dilakukan teleconference dengan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, Didik Budijanto yang sedang berada di New Delhi, India.

Tidak hanya dengan Kepala Pusat Data dan Informasi, teleconference juga dilakukan dengan lima puskesmas yaitu Puskesmas Concong, Batang Tumu, Sapat, Pengalihan dan Pulau Burung.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, H. Zainal Arifin, SKM.M.Kes menjelaskan aplikasi DMac HD ini memiliki sembilan kelebihan yaitu simpus, simo, simpeg, laporan online, video conference, ip phone, tanda tangan elektronik, web service dan sistem informasi mangemen kesehatan.

“Say no to paper, karena semua kita lakukan pakai aplikasi, dari untuk mengetahui ketersediaan obat, tanda tangan hingga laporan bulananan tidak perlu lagi jauh-jauh di serahkan ke Tembilahan”, ucap Kadiskes Inhil.

Lebih lanjut  beliau menambahkan, 21 tower triangle sudah dibangun untuk aplikasi yang telah dirancang dan dipersiapkan sejak tahun 2016 ini.

“Sebagai contoh nyata adanya aplikasi ini yang sangat membantu masyarakat adalah jaringan wifi gratis yang tersedia di puskesmas, seperti di Puskesmas Batangtumu, Mandah”, ungkap Zainal Arifin

“Jaringan di Batang Tumu itu awalnya tidak ada, karena kita sudah ada tower itu, sekarang masyarakat banyak yang menggunakan jaringan kita secara gratis”, tambahnya.

“Semoga dengan aplikasi ini, kita bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan tema kami Menjemput Zaman Menembus Batas”, harap Zainal Arifin.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhil, H. Samsuddin Uti memandang dengan diluncurkannya aplikasi ini sangat memudahkan mengingat kondisi geografis Inhil yang luas dan kebanyakan daerah hanya bisa ditempuh melalui jalur laut.

“Saya sangat mengapreasi sistem digital informasi ini. Ini salah satu program 100 hari kerja kami Bupati dan Wabup Inhil. Dengan adanya aplikasi ini bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya. Sesuatu yang biasa dikerjakan berminggu-minggu, kini hanya beberapa menit sudah selesai. Semoga ini dapat membantu kepentingan kita bersama”, tegas Samsuddin Uti.

Tinggalkan Balasan

Silakan Masukkan Komentar Anda
Silakan Masukkan Nama Anda Disini