Dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 3 Tahun2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) , UPT Puskesmas Tembilahan Kota menggelar pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Seberang Tembilahan Selatan yang diikuti sebanyak 24 orang (Rabu, 20/02/2018).

STBM adalah pendekatan dengan proses fasilitasi yang sederhana yang dapat merubah sikap lama, kewajiban sanitasi menjadi tanggung jawab masyarakat. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Menurut Kepala Puskesmas Tembilahan Kota drg. Hj. Wahyu Winda,M.Si mengatakan bahwa program STBM dinilai sangat tepat dan baik dengan pendekatan untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

“Pada prinsipnya adalah pemicuan, memicu masyarakat terhadap rasa jijik, rasa malu, rasa takut sakit, dan rasa tanggung jawab yang berkaitan dengan kebiasaan BAB sembarangan”, ucap Wahyu Winda.

“Serta yang harus diperhatikan adalah tanpa subsidi, tidak menggurui, tidak memaksa dan mempromosikan  jamban, masyarakat sebagai pemimpin, totalitas dan seluruh masyarakat terlibat”, tambahnya.

Proses pemicuan tersebut meliputi bina suasana, diskusi masalah sanitasi disekitar lokasi pemicuan, pemetaan, transeck walk, simulasi air serta FGD (Foccus Group Discussion). Masyarakat dinilai antusias dan terpicu meski masih ada beberapa masyarakat yang belum setuju untuk membuat jamban sehat.

”Setelah dilakukan kegiatan pemicuan ini, kami berharap masyarakat Seberang Tembilahan Selatan bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama perubahan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS)”, tutupnya.

Editor : Saipur Rahman

Sumber : Tenaga Promkes Upt Puskesmas Tembilahan Kota Monica Julya Hidayad, SKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here