Skip to main content

Untuk Menjaga Kebugaran CJH Tahun 2019, Gajahmada Gelar Test Rock Port

Ibadah Haji Merupakan kegiatan ibadah wajib (Surat Al Imran ayat 97) yang memerlukan kesiapan fisik yang prima karena mengandung aktifitas fisik yang lebih berat dari kegiatan kita sehari-hari. Aktivitas fisik yang dimaksud adalah :

  1. Sholat 5 waktu di Mesjidil Haram / Mesjid Nabawi : Berjalan dari pemondokan atau batas masuk kendaraan ke area Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
  2. Tawaf : Berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam sebanyak 7 kali
  3. Sa’i : Berjalan atau berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali (7 x ± 420 meter = 2, 9 Km)
  4. Kegiatan Armuna (Arofah, Muzdalifah dan Mina) :Wukuf di Arafah, mabid di Muzdalifah termasuk melontar jumroh di Mina
  5. Kegiatan lain, seperti :Kegiatan dari daerah asal ke embarkasi, di pesawat, ziarah selama di Tanah Suci dan kepulangan di Tanah Air

Dalam upaya memelihara dan meningkatkan kondisi kesehatan Calon Jamaah Haji (CJH), Dinas Kesehatan melalui UPT. Puskesmas Gajahmada mengadakan kegiatan Pengukuran kebugaran bagi Calon Jama’ah Haji untuk keberangkatan tahun 2019 sebanyak 40 orang, jalur yang dilalui yaitu : jalan Gajahmada, jalan Hangtuah, jalan Jendral Sudirman, jalan Datuk Bandar, Jalan KH. Dewantara, Jalan Suntung Ardi terakhir baru kembali lagi ke Gajahmada.

Menurut Kepala Puskesmas Gajahmada Ngatiem, SKM menjelaskan tes Kebugaran merupakan metode yang paling sederhana untuk menilai tingkat kebugaran tidak terbatas umur memang idealnya dewasa keatas sehingga sebetulnya yang paling sederhana untuk diterapkan pada calon jamaah haji. Tes Kebugaran Haji yang dilaksanakan dimulai dari Pemeriksaan Kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan denyut nadi yang dilanjutkan dengan latihan kebugaran jasmani yang dilaksanakan dengan metode Rockport.

Metode Rockport merupakan tes kebugaran bagi calon jamaah haji dengan cara berjalan cepat/berlari kecil sejauh 1,6 km.  Tes Jalan Rockport merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik. Orang yang dites diminta berjalan secepat mungkin (sesuai kesanggupan) sejauh 1,6 km lalu dihitung waktu tempuhnya (dalam menit) dan denyut nadinya dalam satu menit. Tes ini dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk melakukannya oleh dokter pemeriksa. Tes ini mudah dilakukan, tidak memerlukan banyak peralatan, dan murah.

“Kami berharap kepada para jamaah haji mulai sekarang harus rajin berolah raga secara fisik untuk mempersiapkan diri agar pada saat melakukan ibadah haji badan dalam keadaan bugar”, ucap Ngatiem SKM

Dengan dilaksanakannya Pemeliharaan kebugaran jasmani bagi jamaah haji ini diharapkan Calon Jamaah Haji dapat memiliki kondisi kesehatan yang optimal menjelang keberangkatan sampai kembali ke Tanah Air  sejak di daerah asal, di perjalanan, embarkasi /debarkasi haji, selama di Arab Saudi dan setelah kembali ke Tanah Air”, tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *