Skip to main content

Tim SKDR KLB Dinkes Provinsi Riau dan Dinkes Inhil sosialisasi Aplikasi SKDR KLB Berbasis Web.

Tim Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Kejadian Luar Biasa (SKDR KLB) Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan asistensi pemantapan kapasitas petugas SKDR KLB Puskesmas melalui Aplikasi SKDR KLB dalam rangka Peningkatan kapasitas petugas SKDR KLB Penyakit Menular yang Berpotensial KLB dalam aplikasi berbasis web skdr.dinkes.riau.go.id yang pada hari ini dilakukan di 3 Puskesmas yaitu Puskesmas Tembilahan Kota, Gajah Mada dan Puskesmas Sungai Salak, rabu (20/11/2019).

Kepala Puskesmas Tembilahan Kota drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si mengatakan berterima kasih sekali kepada Tim SKDR KLB  karena telah memberikan pendampingan asistensi kepada petugas  dalam hal penanggulangan kasus-kasus yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), informasi yang di berikan sekarang akan bertambah menyesuaikan dengan aplikasi yang terbaru dan mudah-mudahan kedepannya bisa menanggulangi atau menindaklanjuti respons  cepat terhadap adanya rumor maupun penyakit-penyakit yang tidak berpotensi terjadinya KLB.

“Untuk aplikasi SKDR ini memang sangat membantu terutama Puskesmas Tembilahan Kota”, ungkap drg. Wahyu Winda

“Diwilayah kita (Tembilahan Kota) yang cukup luas dengan banyaknya masyarakat, tidak mungkin semua bisa terpantau penyakit-penyakit yang berpotensi wabah atau KLB”,tambahnya

“Dengan adanya aplikasi ini, masing-masing yang berperan seperti praktek mandiri (dokter ataupun bidan) bisa melaporkan ke Puskesmas dan dapat segera kita atasi agar tidak terjadi KLB”, tutupnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui Pengelola Program Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Kejadian Luar Biasa (SKDR KLB) M. Yamin mengatakan Aplikasi SKDR KLB ini merupakan inovasi, yang mana ide awalnya adalah masukan dari rekan-rekan kabupaten/kota.

“Semua usulan kita kombinasikan dalam bentuk Aplikasi SKDR ini dengan harapan responnya lebih cepat karena memantau secara realtime”, ungkap M. Yamin

Lebih lanjut M. Yamin mengungkapkan aplikasi ini tidak hanya memudahkan untuk memantau dan merespon saja namun bertujuan agar tidak ada lagi KLB di Provinsi Riau.

“Kita bekerja atau bergerak sebelum terjadinya KLB, tetapi tindakannya sudah seperti penanganan KLB agar mencegah KLB nya benar-benar tidak terjadi, itulah maksud dan tujuan dari kegiatan SKDR KLB ini”, tutupnya

Senada dengan Dinkes Provinsi Riau, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui pengelola program SKDR KLB Haili, SKM juga berharap agar Puskesmas mampu merespons lebih cepat dengan adanya SKDR KLB ini terutama Ketepatan dan Kelengkapan pelaporan mingguan agar terpantau secara terus menerus kewaspadaan dini terhadap penyakit menular yang berpotensial KLB.

Poto bersama di Puskesmas Sungai Salak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *