Agar seluruh ibu bersalin dapat terlayani dengan baik dan mendapatkan fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan bersama Unit Pelaksana Teknis  (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Kota menggelar Sosialisasi dan Pembentukan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Pelaksanaan tersebut digelar dikantor lurah seberang Tembilahan, Rabu (25/4). Acara dibuka Camat Tembilahan, diwakili Kasi Pemberdayaan masyarakat Syaifullah, Pihak Dinas Kesehatan Rini Indriani SST MKes, forkopimcam, para dukun bayi, Ketua Rukun Tetangga (RT) para kader PKK dan Posyandu serta tamu undangan.

Kepala UPT  Puskesmas Tembilahan Kota drg Hj Wahyu Winda diwakili Suryadi  mengatakan, rumah tunggu kelahiran merupakan pasilitas ujung tombak Puskesmas. Rumah tunggu dikatakannya, harus dekat dengan fasilitas kesehatan.

“Rumah tunggu ini, fungsinya Untuk mencegah keterlambatan pertolongan persalinan kepada ibu hamil. Rumah tunggu kelahiran adalah suatu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat berupa tempat rumah atau bangunan tersendiri yang dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya baik suami atau keluarga maupun kader kesehatan,” ujarnya.

Rumah tunggu kelahiran merupakan program Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebagai pelaksana program. Karena, dikatakannya, pada tahun 2017 ada dua kasus kematian ibu karena terlambat penanganan. Kematian bayi sebanyak 5 bayi.

Syaifullah saat membuka sosialisasi tersebut mengatakan, dengan adanya rumah tunggu dari Dinas Kesehatan, dirinya berharap dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta dikurangi kasus keterlambatan penanganan saat persalinan.

“Dari pihak kecamatan, kami sangat berterimakasih, atas perhatiannya kepada warga kami,”ucapnya.

Sementara itu, Kadiskes H Zainal Arifin SKM MKES saat dikonfirmasi mengatakan, tujuan umum RTK tersebut untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil bersalin dan nifas serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten.

“Tujuan khususnya untuk meningkatkan jumlah persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil bersalin dan nifas serta bayi baru lahir, rumah tunggu dapat digunakan, seminggu jelang melahirkan, dan seminggu setelah melahirkan,”jelas Kadiskes

“Dengan digelarnya sosialisasi tersebut, Para dukun bayi bermitra dengan bidan dan petugas kesehatan setempat. Agar tidak ada kasus kematian lagi, ibu dan bayi saat dilahirkan”,harapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here