Skip to main content

DINKES PROVINSI RIAU GELAR SUPERVISI FASILITATIF PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PERTAMA DI INHIL TAHUN 2017

DSCF3019_1Supervisi merupakan suatu proses pengarahan, bantuan dan pelatihan yang mendorong peningkatan kinerja dalam pelayanan bermutu, yang dilakukan dalam sebuah siklus yang berkesinambungan serta implementasinya menggunakan daftar tilik sebagai penilaian terhadap ukuran standar pelayanan program yang bersifat terarah, sistematis, efektif, fasilitatif dan berbasis data. Supervisi adalah manajemen Mutu dengan pendekatan proses. Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (selasa/14/03/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes dalam arahannya sangat berterima kasih karena Kabupaten Indragiri Hilir telah menjadi tujuan pertama Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan.

Lebih lanjut H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes mengatakan promosi kesehatan sangat penting untuk dilakukan bukan hanya oleh petugas kesehatan akan tetapi peran lintas sektor juga sangat diharapkan agar perilaku hidup sehat bisa dijadikan gaya hidup oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Gerakan Promosi Kesehatan ini memang sangat penting karena itu Dinas Kesehatan mengundang lintas sektor, agar bisa bertukar pikiran, bagaimana cara kita mengemas promosi kesehatan untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat.” ujar H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan berencana pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Indragiri Hilir, dan kita juga akan merancang bagaimana orang menggemari hidup sehat itu adalah sebagai gaya hidup sehari-hari jadi kenapa gerakan masyarakat (Germas) ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan karena banyak perubahan paradigma yang sudah terjadi luar biasa perubahan-perubahan. Pertama adalah perubahan dari lingkungan, lingkungan ini termasuk lingkungan hidup kita, gaya hidup, aktifitas fisik yang berkurang, dan pola makan. Gerakan hidup sehat itu harus dimulai dari keluarga jadi kalau setiap keluarga sudah menerapkan hidup sehat maka kami yakin ini bisa terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami berharap semua bisa memberikan kontribusi pada pertemuan ini sehingga kita paling tidak setiap tahun bergerak kearah yang lebih baik untuk dibidang kesehatan,” harap kadiskes.

Adapun peserta yang mengikuti supervisi fasilitatif program promosi kesehatan adalah Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya, Kuala Enok, Enok, Sapat dan Tanah Merah serta Lintas sektor terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag), Tokoh Masyarakat, PKK, Bappeda, Kesra, BPMPD dan BKKBN.

Galeri foto kegiatan selengkapnya dapat dilihat disini.

TIDAK HANYA MENJADI POSYANDU PLUS, POSYANDU SEJAHTERA JUGA TERINTEGRASI DENGAN BKB DAN PAUD

Tembilahan (11/03/2017), dalaIMG-20170313-WA0026m rangka mewujudkan keluarga berkualitas, UPT. Puskesmas Tembilahan Kota terus mengembangkan kegiatan di Posyandu. Posyandu Sejahtera salah satunya, yang hari ini telah dihadiri oleh Ketua TIM Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan, Lurah Tembilahan Kota, serta Pokja 2 PKK Kabupaten.

Posyandu yang berada di Jl. M Boya dan diketuai oleh Hj. Syamsinar ini telah menjadi Posyandu Plus. Dikatakan Posyandu Plus karena pelayanannya yang komprehensif, selain kegiatan pokok mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan juga memberikan pelayanan pemeriksaan IVA, SDIDTK, kesehatan gigi mulut, pemeriksaan kadar lemak, pemeriksaan ibu hamil dan pengobatan.

Tidak hanya itu, Posyandu Sejahtera telah terintegrasi dengan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pendidikan Usia Dini (PAUD). Bina Keluarga Balita adalah kegiatan yang khusus mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilaksanakan oleh sejumlah kader dan berada ditingkat Rukun Warga (RW). Sedangkan PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani.

Dengan integrasi antara posyandu dengan BKB dan PAUD, semua pelayanan dilakukan disatu tempat oleh kader-kader masyarakat demikian pula dengan pengelolaannya, saling berkoordinasi dan bekerjasama antara pelayanan di Posyandu, BKB dan PAUD.

Berdasarkan keterangan dari pemegang program Promkes UPT. Puskesmas Tembilahan Kota, Hj Nurlian, SST bahwa harapannya melalui integrasi dan pelayanan yang komprehensif ini mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan posyandu dan menjadi contoh bagi posyandu-posyandu lainnya.

“Semoga kegiatan pelayanan posyandu plus serta integraai BKB dan PAUD dapat dijadikan contoh untuk posyandu-posyandu uang ada sehingga masyarakat meningkatkan pemanfaatan posyandu untuk masyarakat, sehingga derajat kesehatan masyarakat” harapnya.

Narasumber: Tenaga Promkes Monica Julya Hidayad, SKM