Skip to main content

SOSIALISASI KAMPANYE MEASLES RUBELLA, DINKES INHIL GELAR PERTEMUAN DENGAN LINTAS SEKTOR TERKAIT

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan sosialisasi kampanye Measles Rubella (MR) tingkat Kabupaten Inhil tahun 2018.

Pertemuan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes)  Inhil H Zainal Arifin SKM MKES Rabu (4/4) pagi, di aula Hotel Inhil Pratama (IP), turut dihadiri para pejabat dilingkungan Diskes Inhil, Dirut RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan dr Saut Pakpahan, narasumber Dr Siska hidayani, M.Kes Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kepala Komda KIPI Riau, pengelola program imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta 74 peserta yang terdiri dari 54 orang kepala Puskesmas dan pengelola imunisasi, lintas sektor dan lintas program sebanyak 20 orang.

Kapala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan Asiah M MKES yang juga Ketua panitia acara, dalam laporannya menyampaikan, dalam global Aaccine Actionnya Plan (GVAP) campak dan rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Salah satu strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan 2 dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi 95 persen dan merata.

“Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi maka Imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella Conginetal rubella syndrome / CRS, maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin Measles Rubella (MR) ke dalam imunisasi rutin”, ujarnya.

Untuk itu, dilanjutkan Asiah, diperlukan kampanye pemberian imunisasi campak rubella atau measles rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Pemberian imunisasi Mr dengan cakupan tinggi minimal 95 persen dan merata sehingga diharapkan dapat membentuk imunisasi kelompok sehingga diharapkan dapat membentuk imunisasi kelompok (herd imumunity) sehingga dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

“Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan kampanye campak rubella measles rubella pada fase ke-2, yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2018, maka perlu dilakukan sosialisasi kampanye measles rubella petugas kesehatan bersama lintas program dan lintas sektor terkait di lapangan secara teknis agar target kampanye measles rubella minimal 95 persen dapat tercapai”, tuturnya.

Tujuan kegiatan tersebut dikatakan Asiah, untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama petugas kesehatan lintas program dan lintas sektor di tingkat kabupaten dan Kecamatan. Dengan melakukan pendataan sasaran dan kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan kampanye measles rubella. Juga dilakukan koordinasi dan sinkronisasi dalam menetapkan strategi pelaksanaan kampanye measles rubella, serta menyatukan komitmen dan kesepakatan untuk mensukseskan pelaksanaan kampanye measles rubella.

Cara itu Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya mengatakan kegiatan imunisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan (RI) sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah untuk mencapai berbagai target Kesehatan baik secara global maupun nasional.

“Indonesia telah berkomitmen dalam mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020. Pada tahun 2000 lebih dari 562 ribu anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115 ribu pertahun dengan perkiraan 314 anak perhari atau 13 kematian setiap jamnya”, jelasnya.

Di Indonesia, Kadiskes memaparkan, rubella merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia 15 tahun. Selain itu berdasarkan studi tentang eliminasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CSR, 82/100.000 terjadi pada usia Ibu 15 sampai 19 tahun dan menurun terjadi 47/100.000 pada usia ibu 40 sampai 44tahun.

“Dalam global vaccine action plan, campak dan rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Salah satu strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan 2 dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi 95 persen dan merata. Berdasarkan data surveilans cakupan imunisasi maka Imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin measles rubella ke dalam imunisasi rutin”, paparnya.

Untuk itu, dilanjutkan Zainal, diperlukan kampanye pemberian imunisasi campak rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun. Dengan vaksin tersebut diharapkan dapat membentuk imunitas kelompok sehingga dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

“Pelaksanaan kampanye imunisasi measles rubella secara bertahap dalam dua fase yaitu, fase 1 bulan agustus-september 2017 di seluruh Pulau Jawa. Fase 2 bulan Agustus dan September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Setelah pelaksanaan kampanye imunisasi measles rubella pada anak usia 9 bulan sampai kurang 15 tahun, selanjutnya adalah menggantikan introduksi vaksin campak dengan vaksin measles rubella ke dalam jadwal imunisasi rutin. Dengan pemberian imunisasi campak dan rubella dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat Pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan”,imbuhnya.

Selain itu, Kadiskes juga mengatakan, tujuan khusus pemberian MR tersebut untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat. Memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella, menurunkan Angka kejadian CRS. Adapun jumlah sasaran kampanye imunisasi measles rubella di Kabupaten Indragiri Hilir adalah 197.799 anak yang harus mendapatkan imunisasi MR dengan capaian cakupan minimal 95 persen.

“Untuk keberhasilan kegiatan kampanye dan introduksi MR ini, maka perlu dilakukan sosialisasi kampanye MR bagi petugas tingkat kabupaten dengan mengundang Kepala Puskesmas, pengelola program imunisasi dan lintas sektor dan lintas program terkait dengan jumlah total 74 orang. Diharapkan pada pertemuan ini semua petugas secara teknis di lapangan nantinya dapat saling berkoordinasi dan mendukung dalam melakukan pendataan sasaran, perencanaan kebutuhan SDM, kebutuhan vaksin dan logistik lainnya serta pembuatan mikro planning dalam pelaksanaan kampanye MR tahun 2018 dapat menjalankan pelaksanaan kampanye campak rubella dengan maksimal dan mencapai target 95 persen”, tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kadiskes berharap kepada seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu dalam pertemuan tersebut serta menyerap ilmu yang diberikan oleh para narasumber serta mensosialisasikan ditengah-tengah masyarakat.

AWALI TAHUN 2018, PUSKESMAS TELUK PINANG LANJUT PEMBINAAN SAKA BAKTI HUSADA

Melanjutkan kegiatan ditahun 2017, UPT Puskesmas Teluk Pinang menggelar kegiatan pembinaan Saka Bakti Husada untuk pelajar di Kelurahan Teluk Pinang tingkat SMA/sederajat tahun 2018. (10/01/2018)

Kepala UPT Puskesmas Teluk Pinang yang dalam hal ini di wakili oleh Ns.Yeyen Zanisya, S.Kep mengatakan pembinaan ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagaimana dan cara menggunakan alat kesehatan dikhususkan tentang pengenalan tensi meter.

“Kita mengedukasi apa itu tensi meter, cara kerjanya, dan tekanan sistolok dan diastolic”, ucapnya.

“Pengetahuan dasar-dasar nya yang kita berikan, bukan berarti harus bisa menggunakannya, akan tetapi agar mereka tau apa itu tensi meter dan cara penggunaannya”, tutupnya

Sementara itu menurut tenaga promosi kesehatan (promkes) UPT Puskesmas Teluk Pinang Kurota Ayun, SKM mengatakan pentingnya kesehatan dan hal itu harus dimulai dari lingkungan sekolah sehingga mereka dapat menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, dengan begitu para kader dari anggota Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) dapat mensosialisasikan dan mengimplemtasikannya dilingkungan masing-masing.

“Kegiatan pembinaan Saka Bakti Husada ini juga bertujuan dalam mensukseskan program GERMAS”, terangnya

“GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, jika masyarakat sehat maka otomatis kesejahteraanpun akan naik”, tambahnya.

“Pembinaan saka bakti Husada ini diharapkan agar bisa dilaksanakan rutin karena juga merupakan tanggung jawab Puskesmas dalam pembinaan ini”, tutupnya

Editor : Saipur Rahman

Sumber : Tenaga Promkes Upt Puskesmas Teluk Pinang,  Kurota Ayun, SKM

PERLUNYA KESADARAN TIDAK BABS KE SUNGAI DEMIKIAN TANGGAPAN PUSKESMAS TELUK PINANG DALAM HAL INI

IMG-20170315-WA0033Teluk Pinang, 15/03/17 Untuk menekan angka kematian akibat diare, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir telah mencanangkan dan bersegera membuat sanitasi termasuk toilet yang sehat bagi masyarakat. Hal ini selaras dengan kegiatan yang dicanangkan pemerintah dalam bentuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Menanggapi hal itu, Dalam mendukung Program Pemerintah tersebut UPT Puskesmas Teluk Pinang bersamaan dengan pelaksanaan Posyandu balita yang rutin tiap bulannya melaksanakan penyuluhan kesehatan yang salah satunya mengenai kesehatan penggunaan air bersih.

“Berdasarkan Riset yang dilakukan UNICEF dan WHO, yang menyatakan lebih dari 370 balita Indonesia meninggal akibat perilaku buruk BAB sembarangan, untuk mengatasi hal ini perlu adanya perhatian khusus dari Puskesmas setempat khususnya wilayah kerja UPT Puskesmas Teluk Pinang mendapatkan pemahaman mengenai dampak berbahaya dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) ke aliran sungai karena dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai penyakit dari tercemarnya air sungai tersebut”, demikian tutur Bpk. Kurota Ayun, SKM kepada MCT Dinkes INHIL.

IMG-20170315-WA0030Penyuluhan kesehatan PHBS yang dipusatkan di Posyandu Anggur Parit 10 Teluk Pinang ini dilaksanakan sekira pukul 08.30 WIB dengan materi PHBS Rumah Tangga oleh Ibu Suliyana, Amk sebagai pemegang Program Promkes di Puskesmas Teluk Pinang. Disamping sosialisasi PHBS kegiatan ini juga disertai dengan Posyandu Lansia.

Walau telah berulang kali disampaikan akan tetapi Sosialisasi PHBS ini dianggap penting dan diharapkan masyarakat selalu diberikan penyegaran ilmu secara berkelanjutan sehingga menumbuhkan kesadaran dan berhijrah kepada pola perilaku hidup yang sehat dengan menggunakan jamban yang sesuai dengan kriteria Kesehatan.

AGAR TAHU TENTANG KEBUTUHAN GIZI, UPT PUSKESMAS TELUK PINANG PANKES GIZI REMAJA

IMG-20170311-WA0004Sabtu, 11/03/ Tim Promosi Kesehatan UPT. Puskesmas Telur Pinang melaksanakan penyuluhan kesehatan di SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka dengan tema tentang Gizi Remaja kepada para siswa-siswi kelas X sampai dengan XII. Penyuluhan dilaksanakan di lapangan SMA N 1 GAS setelah pelaksanaan senam sehat bersama.

dr. Yayan Julianto sebagai narasumber selaku dokter umum di Puskesmas Teluk Pinang mengutarakan kenyataan dari fenomena pertumbuhan pada masa remaja menuntut kebutuhan Nutrisi yang tinggi agar tercapai potensi pertumbuhan secara maksimal karena Nutrisi dan pertumbuhan merupakan hubungan integral.

“Kami rasa para kaum pelajar sangat membutuhkan materi ini, mengingat diantara siswa kita masih banyak pola perilaku mereka yang kurang sehat, apalagi para siswa dan siswi yang yang jauh dari pengawasan orang tua seperti mereka yang tinggal di kamar kost pola makan mereka sering mengkonsumsi Fast food yang tidaK bagus untuk dikonsumsi mereka terlalu sering, jelas Bpk. Ruston Efendi, selaku Kepala Sekolah SMA N 1 GAS”

IMG-20170311-WA0002dr. Julianto menambahkan pada masa ini Nutrisi penting guna untuk mencegah terjadinya Penyakit Kronis yang terkait dengan kurangnya kebutuhan nutrisi pada masa dewasa kelak seperti penyakit Kardiovaskular, Diabetes, Kanker dan Osteoporosis.

Narasumber: Tenaga Promkes Kurota Ayun, SKM

SEMPENA MILAD INHIL, RATUSAN ANAK IKUTI SUNATAN MASSAL DI TELUK PINANG

Program Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Peduli Dhuafa resmi dicanangkan oleh Staf Ahli Bupat78987i Bidang Pemerintahan, Pahrolrozy, Jum’at (3/6/2016). Pembukaan pencanangan yang dipusatkan di panggung Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) ini, dimulai dengan pelaksanaan Sunatan Massal 1.000 anak terutama dari kalangan kurang mampu. Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil, jajaran Dinas Kesehatan, Camat, Upika, Lurah dan Kades se-Kecamatan GAS, serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, H Zainal Arifin SKM, MKes mengatakan kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 27 Puskesmas dan dipusatkan di Kelurahan Teluk Pinang ini tidak termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena semuanya berasal dari sponsor dan keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil.

“Sponsor kita Bank Riau Kepri, yang memberikan 1.000 peci dan sarung, serta dari Badan Amil Zakat (BAZ) dan keluarga besar Dinas Kesehatan, yang jika dikonversikan ke dalam rupiah sebesar Rp 500 juta,” tutur H. Zainal Arifin.

Selanjutnya, mantan Direktur RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ini menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan setiap tahun, apalagi mengingat antusias masyarakat yang mengikutinya sangat besar. Ini dibuktikan dengan membludaknya peserta yang mendaftar di setiap Puskesmas.

“Kita harapkan, ke depan kerjasama dengan para sponsor bisa lebih ditingkatkan lagi dan pelaksanaannya bisa lebih baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Fahrolrozy berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilakukan, sehingga nantinya tidak ada lagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang belum disunat. Apalagi memang, selain dalam upaya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui kegiatan ini juga ada unsur yang Sunat 2inovatif dalam pemanfaatan dana BAZ dari yang selama ini hanya cenderung pada kegiatan konsumtif saja.

“Semoga kegiatan ini dapat diikuti institusi lain, yang memang peduli terhadap masyarakat,” ucap Fahrolrozy

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan secara simbolis berupa kelambu kesehatan, BMT, serta sarung dan peci