Skip to main content

PEDULI TB, UPT. PUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG MENGADAKAN SOSIALISASI EDUKASI TB CARE KELUARGA

TBC merupakan salah satu penyakit menular yang cepat penularannya, yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan adalah :

  • Batuk + 2 minggu (berdahak maupun tidak berdahak atau bahkan bercampur darah)
  • Demam yang disertai meriang berkepanjangan
  • Sesak nafas dan nyeri dada
  • Berkeringat dingin (terutama pada sore dan malam hari)
  • Badan lemas dan nafsu makan berkurang dan
  • Berat badan menurun

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Kecamatan Kateman agar lebih peduli dan tanggap terhadap penyakit TBC, UPT Puskesmas Sungai Guntung mengadakan Sosialisasi Kelas Edukasi TB Care Keluarga dengan melibatkan masyarakat dan pasien penderita TB serta anggota Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) 03 Kateman.

Kepala UPT. Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM, MM mengatakan Drop out atau stop minum obat sebelum waktunya membuat tidak tuntasnya pengobatan tuberculosis atau TBC. Cara seperti ini pun berpotensi memicu TB MDR (Multi Drug Resistence). untuk menghindari ini, Maka edukasi sangat penting diberikan pada pasien TB. Hanya saja, kadang ada pasien yang hanya mengiyakan ketika diberikan edukasi tapi pada praktiknya, pasien tidak mengindahkan anjuran untuk patuh minum obat.

Kegiatan edukasi ini di adakan agar masyarkat dapat ikut berperan aktif menyebarluaskan informasi tentang TB dan juga dapat di ajak berperan sebagai pengawas menelan obat (PMO) agar penderita TB disiplin menelan obat, serta ikut beperan mencari terduga TB dilingkungan tempat tinggalnya untuk diajak memeriksakan dan berobat ke puskesmas, Dengan adanya kegiatan edukasi ini masyarakat jadi paham dan mengetahui, dan peduli dalam mencegah penularan penyakit TBC.

NARASUMBER : MUHAMMAD RUDINI, SKM (PROMKES Sungai Guntung)

PENANGANAN TERKINI TBC PADA ANAK

3TBC pada anak bukanlah penyakit yang menular karena kuman hanya berkembang biak di kelenjar paru-paru jadi tidak terbuka. Hal itu tentu sangat berbeda dengan TBC pada orang dewasa yang bisa menular melalui kontak udara maupun badan dengan penderita.

Anak dengan kondisi gizi buruk atau memiliki sistem imunitas yang lemah sangat rentan untuk tertular kuman TBC. Untuk upaya pencegahan lebih dini agar anak tidak terinfeksi kuman TBC, maka disarankan kepada orang tua untuk memberi vaksin BCG pada anak, terutama setelah dilahirkan.

TBC pada anak bisa berbahaya kalau tidak ditanggulangi dengan benar, karena kuman yang masuk ke saluran napas dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti selaput otak, hati, ginjal, tulang. Namun, selama daya tahan tubuh anak dalam keadaan baik maka kuman TBC akan berdiam diri dan baru bereaksi ketika daya tahan anak menurun.

Penanganan terkini TBC pada anak dimulai dari diagnosis TBC pada anak. Namun sebenarnya sangat sulit untuk dapat mendiagnosa Tuberculosis yang menyerang anak-anak yang lebih kecil. Padahal diagnosis tepat TBC sangatlah penting untuk menemukan adanya Mycobacterium tuberculosis yang hidup dan aktif dalam tubuh anak yang diduga TBC.

Caranya yang paling mudah adalah dengan melakukan tes dahak. Namun hal itu tidak bisa dilakukan dengan uji dahak, karena anak yang menderita TBC biasanya tidak mengalami batuk berdahak. Untuk itu dilakukan cara lain untuk mendiagnosis kuman TBC pada anak, yakni melalui gambaran klinis, foto rontgen dada dan uji tuberculin atau uji mantoux. Jika mengandalkan hasil foto rongent dada, maka tidak akan ditemukan diagnosa yang tepat karenanya perlu dilakukan uji tuberculin. Nah, jika hasil Uji Tuberkulin positif, maka hal tersebut menunjukkan adanya infeksi TB.

Untuk itu, biasanya dokter akan menerapkan penanganan terkini TBC pada anak, yakni mengharuskan anak yang terinfeksi TBC untuk menjalani pengobatan TBC menggunakan tiga macam obat, yaitu INH, Rifampicin dan Pirazinamide. Pemberian obat INH dan Rifampicin selama dua bulan, dan Pirazinamide selama empat bulan, sehingga minimal pemberian obat sama dengan orang dewasa, yaitu enam bulan.

Selain mengetahui tentang penanganan terkini TBC pada anak, masyarakat juga harus memahami bahwa Penyakit TBC merupakan penyakit infeksi yang artinya, pasti ada sumber penularnya. Jadi, apabila kita mendapati seorang anak menderita TB aktif, maka langkah efektif yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran TBC kepada anggota keluarga yang lain adalah dengan memeriksa seluruh anggota keluarga dan orang dewasa lain yang memiliki kontak dekat dengan si anak yang menderita TB aktif. Hal itu berguna untuk mencari sumber penularan TBC, dan jika sudah ketemu maka penderita harus segera diobati, agar rantai penularan dapat dihentikan sedini mungkin.

sumber : http://artikeltentangkesehatan.com/penanganan-terkini-tbc-pada-anak.html