Skip to main content

PENYULUHAN TENTANG PENYALAH GUNAAN OBAT-OBATAN NAPZA/NARKOBA

img-20161128-wa0003-1Teluk Pinang, 23 Nov 2016. Akhir-akhir ini penyalah gunaan obat-obatan memang tidak bisa dipandang sebelah mata lagi, diawali dari pengaruh lingkungan dan pergaulan bebas sehingga menimbulkan kenakalan remaja maupun juga orang dewasa yang tidak terkontrol dengan baik, sehingga menimbulkan pengaruh buruk di dalam kesehatan dan menjadi penghambat dalam program upaya pembentukan revolusi mental yang sekarang menjadi fokus utama bagi pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pada khususnya.

Sebagai bagian dari Instansi Dinas Kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Puskesmas Teluk Pinang bersama dunia pendidikan yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah menengah Atas (SMA) atau total Penyuluhan diberikan kepada lima sekolah yang telah dikunjungi diantaranya SMP N 001 GAS, SMP N 002 GAS, MTS/MA Abbasiyah Teluk Pinang, SMU N 001 GAS, MTS/MA Jafariyah Teluk Pinang.

Dalam penyuluhan ini petugas Kesehatan disamping menjelaskan bahaya penyalah gunaan Napza juga tidak lupa menjelaskan apa itu Napza yang masih merupakan sebuah tanda tanya bagi sebagian masyarakat yang khususnya kaum pelajar saat ini. Pada kesempatan ini petugas penyuluhan Kesehatan menjelaskan bahwasanya NAPZA itu sendiri adalah merupakan sebuah singkatan dari beberapa buah Zat Kimia yakni sebuah singkatan dari “Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif”. Petugas penyuluhan dari Puskesmas Teluk Pinang yang terdiri dari Program Promosi Kesehatan ibu Suliyana, Amk, ibu Tuti Wahyuni, Amkg dari pemegang Program UKS dan Yunelda, Amg sebagai pemegang Program Gizi sangat antusias dalam mensupply wawasan bagi siswa-siswi yang ada di kecamatan Gaung Anak serka/ Teluk Pinang.

img-20161128-wa0006Kepala UPT. Puskesmas Teluk Pinang ibu Siti Kordiati sangat mengapresiasi Program ini, beliau menuturkan latar belakang pentingnya diberikan penyuluhan terhadap para pelajar akan bahayanya dari penyalah gunaan NAPZA untuk perlu dipahami secara benar dan dapat menjadikan diri mereka sebagai Pelopor dari pembentukan Remaja yang berjiwa mulia dengan menjauhi dari perbuatan penyalah gunaan NAPZA.

“Kegiatan ini kita anggap sangat penting untuk kita galakan, karena melihat sebagian besar gangguan penyalah gunaan Obat-obatan dan zat Kimiawi sekarang ini kebanyakan dimulai saat memasuki usia remaja, seringkali berawal dari bujukan dan rayuan, tawaran atau bahkan tekanan dari teman.

Pengaruh dari penyalah gunaan zat kimiawi ini dapat mengakibatkan penurunan kesadaran, menghilangkan rasa sakit sementara sehingga bisa menimbulkan efek ketergantungan” tutur KA. Puskesmas Siti Kordiati.

Disamping itu, sebagai pelajar yang haus akan Motivasi dan ilmu pengetahuan, mereka sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan ini. Hal ini terlihat dari keriuhan yang muncul dikarenakan banyaknya tanya jawab yang disuguhkan mereka mengenai efek penyalah gunaan NAPZA ini.

Sumber: Tenaga Promkes Ahmad/Suliyana.