Skip to main content

HM. WARDAN MENINJAU KEGIATAN RTK PUSKESMAS GAJAHMADA TEMBILAHAN

Bupati Inhil HM Wardan meninjau kegiatan di Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang dimanfaatkan untuk ibu hamil sebelum persalinan dan setelah persalinan yang akan melahirkan di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan sekaligus pemberian Vitamin A pada bayi dan balita, yang berlokasi di Jalan Datuk Bandar No. 02, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, (11/02/18).

Bupati Inhil HM Wardan memberikan apresiasi atas keberadaan RTK ini dalam upaya lebih mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya ibu hamil menjelang dan setelah melahirkan.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Hj Zulaikhah Wardan, Camat Tembilahan Ahmad Khusairi, Lurah Tembilahan Hilir Rechy Sandra Dana Saputra dan tokoh masyarakat Inhil H Syamsuddin Uti.

“Diharapkan, keberadaan ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya ibu hamil,” harapnya.

Ditambahkan, RTK seperti ini sebaiknya juga didirikan di kecamatan lainnya, sehingga dapat lebih memaksimalkan pemberian layanan kesehatan bagi ibu hamil sampai melahirkan.

Sedangkan terhadap keberadaan Juru Pemantau Jentik-Jentik (Jumantik) sangat penting dalam upaya memberikan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya lingkungan bersih dan bebas dari jentik-jentik sebagai sumber penyakit demam berdarah.

“Karena daerah kita sangat rawan terhadap penyakit ini (demam berdarah), maka berikan sosialisasi tentang pentingnya lingkungan bersih,” sebutnya. Jumantik diminta juga melakukan pengawasan keberadaan oknum yang menjual obat pembunuh jentik-jentik dengan meminta bayaran kepada warga, padahal obat tersebut bisa didapatkan secara gratis.

Sejalan dengan peninjauan RTK ini, juga dilakukan pengukuhan Jumantik, penyerahan e-KTP.

Untuk diketahui, Rumah Tunggu Kelahiran adalah suatu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), berupa tempat (rumah/bangunan tersendiri) yang dapat digunakan untuk tempat tinggal sementara bagi ibu hamil yang akan melahirkan hingga nifas, termasuk bayi yang dilahirkannya serta pendampingnya (suami/keluarga/ kader kesehatan).

Rumah Tunggu Kelahiran ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sehingga terjadi peningkatan jumlah persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan serta menurunkan kasus komplikasi pada ibu hamil bersalin dan nifas serta bayi baru lahir.

Ibu hamil yang berdomisili di daerah dengan akses sulit, untuk sementara tinggal di Rumah Tunggu Kelahiran hingga masa nifasnya (beserta bayi yang dilahirkannya), agar dekat dengan Puskesmas yang mampu melakukan pertolongan persalinan atau Rumah Sakit Umum Daerah/Pusat. Sehingga pada saat tiba waktu persalinan nanti, penanganan si Ibu atau bayi lebih cepat dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Jadi persalinan tetap di lakukan di fasilitas kesehatan bukan di rumah tunggu kelahiran.

DINAS KESEHATAN INHIL MENGKONDISIKAN 27 RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) UNTUK MEMINIMALISIR AKI DAN AKB

img_2116Persalinan merupakan hal yang paling penting dan ditunggu oleh para ibu hamil. Bagi seorang ibu, persalinan adalah hal yang sangat menyenangkan, karena pada saat itu si kecil keluar dari dalam perut si ibu dan melihat indahnya dunia ini. Akan tetapi, persalinan juga menjadi hal yang menakutkan dan mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bagi masyarakat terpencil terutama di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten, masa persalinan masih tidak begitu di perhatikan. Persalinan masih di tolong oleh dukun bayi atau biasa di kenal dukun beranak. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena komplikasi yang terjadi pada saat persalinan tidak bisa diprediksi.

Menyikapi hal diatas, Dinas Kesehatan Inhil tengah memproses adanya RTK (Rumah Tunggu Kelahiran) untuk 27 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir. Pengkondisian RTK tersebut adalah salah satu usaha yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi). Terlebih dahulu, RTK diusulkan oleh setiap Puskesmas yang letaknya tidak jauh dari Puskesmas. Setelah usulan disampaikan ke Dinas Kesehatan, maka akan diproses oleh tim dari Dinas Kesehatan yang akan turun langsung untuk melihat apakah rumah tersebut layak dijadikan RTK. Jika dipandang layak, maka tim dari Dinas Kesehatan akan menjadikan rumah tersebut sebagai RTK. Setelah adanya RTK, maka jika ada ibu yang akan melahirkan bisa berada di rumah itu baik sebelum hingga sesudah melahirkan.

”RTK ini untuk warga yang berdomisili jauh dari Puskesmas, seperti dari desa, sehingga sebelum melahirkan hingga sesudah melahirkan bisa berada di rumah tersebut,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin melalui Kasi AKI dan AKB, Fina.