Skip to main content

MANTAP, RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN BERTAHAP DAFTARKAN HONORER JADI PESERTA JKN-KIS BPJS

Sebagai wujud kepedulian RSUD Puri Husada 2sebagai pemberi kerja kepada tenaga honorer dan untuk menjalankan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013, manajemen RSUD Puri Husada telah mendaftarkan pekerjanya secara bertahap untuk menjadi Peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan.

Karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 pasal 3, bahwa pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan seluruh pekerjanya sebagai peserta BPJS secara bertahap sesuai dengan Program Jaminan Sosial yang diikutinya dan memberikan data dirinya dan pekerjanya berikut anggota keluarganya kepada BPJS secara lengkap dan benar.

Terlebih, Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu identitas bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Program JKN-KIS bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan terhadap setiap peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dapat digunakan di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut.

“Sampai dengan Maret 2017, total tenaga honorer beserta anggota keluarga  yang telah didaftarkan oleh RSUD Puri Husada ke BPJS Kesehatan sebanyak 202 orang,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Yessy Rahimi S.Farm Apt. MPH, Senin (20/3/2017).

Yessi menilai kebijakan manajemen RSUD Puri Husada untuk mendaftarkan tenaga honorer ke dalam program JKN-KIS BPJS Kesehatan merupakan kebijakan yang tepat dan telah diperhitungkan. Sebab selama ini ketika ada tenaga honorer yang sakit atau membutuhkan perawatan maka pihak RSUD Purihusada memberikan pengobatan secara gratis.

Padahal sebenarnya biaya untuk pemberian pengobatan gratis tersebut jauh lebih tinggi dari pada biaya yang dikeluarkan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tenaga honorer setiap bulannya.

“Kami dari BPJS Kesehatan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada RSUD Puri Husada Kab. Indragiri Hilir atas kepedulian kepada dan partisipasinya telah mendaftarkan tenaga honorer menjadi peserta program JKN-KIS BPJS Kesehatan” ungkap Yessy Rahimi.

Penyerahan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada Tenaga Honorer RSUD Puri Husada Kabupaten Indragiri Hilir tersebut oleh dr Irianto didampingi Kepala BPJS Kesehatan Yessy Rahimi.

H.M. WARDAN KOMIT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PERAWAT NERS MELALUI PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI

22IMG-20170317-WA0039Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen meningkatkan kesejahteraan perawat, khususnya tenaga perawat ners melalui pemberian tunjangan profesi.

Komitmen tersebut, dibuktikan dengan telah diterimanya usulan yang diajukan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Inhil kepada Pemkab Inhil.

“Memang benar ada usulan yang diajukan oleh PPNI Inhil untuk pemberian tunjangan profesi perawat ners kepada Pemkab Inhil. Kemarin, usulan tersebut diterima oleh Pak Sekda (Sekretaris Daerah),” ungkap Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, seperti keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/3/2017).

H. M. Wardan mengatakan, Pemkab Inhil akan berupaya maksimal agar usulan tersebut dapat direalisasikan sesegera mungkin. Sebab, profesi perawat, khususnya perawat ners memang merupakan sebuah profesi yang memiliki peran vital di Kabupaten Inhil.

“Kami akan upayakan pemberian tunjangan bagi perawat ners agar secepatnya dapat terealisasikan.” tukasnya.

Kedepan, H. M. Wardan berharap kepada para perawat ners, untuk senantiasa bersabar dan terus memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi segenap masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Teruslah berdedikasi. Teruslah menjaga konsistensi dalam bertugas, memberikan yang terbaik bagi masyarakat Inhil. Kami selaku Pemerintah Daerah senantiasa berupaya memperjuangkan kesejahteraan tenaga paramedis  diantaranya adalah perawat,” ucapnya.

Menurut penuturan Ketua DPD PPNI Kabupaten Inhil, Ns. Matzen, S.Kep., M.Si, di ruang kerjanya, Kamis (16/3/2017), usulan pemberian tunjangan tersebut dilakukan, mengingat perawat ners merupakan sebuah profesi keperawatan yang tergolong langka. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Inhil, melainkan juga mencakup skala nasional. Sehingga, diperlukan perhatian khusus bagi para perawat ners yang bertugas di Kabupaten Inhil.

“Jika, memang usulan pemberian tunjangan profesi ini disetujui. Maka, ini merupakan ‘kado terindah’ bagi perawat, khususnya perawat ners dalam peringatan Hari Perawat Nasional Indonesia yang ke – 43 ini,” ujar Matzen, seraya mengatakan HPNI diperingati setiap tanggal 17 Maret.

Matzen mengungkapkan, besaran pemberian tunjangan ini nantinya akan dilakukan dengan pertimbangan lokasi penempatan tugas dari masing – masing perawat ners yang berada di Kabupaten Inhil.

“Jadi, pertimbangan besaran tunjangan itu diberikan menurut penempatan kerja para perawat ners itu sendiri. Semakin jauh mereka bertugas, semakin terpencil lokasi penugasan, maka semakin besar tunjangan yang akan mereka peroleh,” ungkapnya.

Tak hanya terhenti pada pemberian tunjangan bagi perawat ners, Matzen mengatakan, DPD PPNI Kabupaten Inhil juga telah mengajukan usulan kenaikan upah bagi perawat non – aparatur sipil negara yang tersebar di Kabupaten Inhil, khususnya bagi para perawat yang bertugas di daerah pelosok.

“Kenaikan upah yang kami upayakan ini diharapkan bisa sesuai dengan standar UMK (Upah Minimum Kabupaten / Kota). Usulan ini, kami ajukan kepada Pemkab Inhil. Meski, kami mengetahui adanya keterbatasan anggaran daerah saat ini,” tukasnya.

Terkait penyebaran tenaga paramedis perawat, diakui Matzen, memang belum berimbang. Terlebih, di kawasan yang berada jauh dari Ibu Kota Kabupaten.

“Penyebaran tenaga perawat saat ini memang tidak berimbang, seperti bertumpuk di kawasan perkotaan. Sehingga, masih terdapat daerah atau kawasan yang minim tenaga perawat, bahkan tidak tersentuh sama sekali. Padahal, jika dilihat rasio antara jumlah perawat dengan jumlah masyarakat Inhil itu sudah sebanding,” katanya sembari berkata terdapat 730 orang tenaga paramedis perawat yang bertugas di Kabupaten Inhil.

Selanjutnya, bertepatan dengan peringatan HPNI Ke – 43 tahun 2017 ini, dikatakan Matzen, PPNI sedang dan akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang berkenaan dengan persoalan kesehatan bagi masyarakat.

“Sebagai contoh, hari ini (Kamis, 16/3/2017, red), kami mengadakan pengobatan massal, khitanan massal dan penyuluhan massal di Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling. Selain itu, dalam rangka memperingati HPNI ini, kami telah mencanangkan penyelenggaraan kegiatan seminar kesehatan yang memang rutin digelar setiap tahunnya, serta pemeriksaan kadar gula darah,” pungkas Matzen.

Ihwal kesejahteraan yang memang menjadi prioritas Pemkab Inhil, salah seorang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, Mario Lestari, SKM mengaku, telah merasakan perubahan positif pasca penerimaan remunerasi. Remunerasi, lanjutnya, diberlakukan sejak RSUD Puri Husada bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

“Remunerasi yang diterima, besarannya didasarkan pada besar – kecilnya beban kerja, penempatan kerja, kualifikasi pendidikan dan sebagainya. Jadi, proporsional besaran remunerasi yang diterima oleh masing – masing perawat di sini. Dibandingkan dulu, jika dilihat dari sudut pandang kesejahteraan, memang sudah lebih baik yang sekarang,” katanya, Kamis (16/3/2017).

Sejauh ini, Mario Lestari juga mengaku, belum pernah sama sekali mendengar keluhan dari rekan seprofesinya menyangkut persoalan kesejahteraan.

“Kenyamanan yang diperoleh ini, lebih dikarenakan institusi Rumah Sakit yang telah berubah menjadi BLUD. Yang mana, sistem dalam BLUD tersebut, ditetapkan secara mandiri dan iatur sesuai dengan kebutuhan,” kata Mario Lestari yang juga merupakan Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUD Puri Husada.

Namun demikian, Mario Lestari tetap berharap, agar Pemkab Inhil dapat mengajukan usulan kepada Pemerintah Pusat untuk melakukan pengangkatan langsung terhadap tenaga paramedis perawat non – aparatur sipil negara. Terlebih, bagi para perawat dengan masa kerja yang tergolong lama.

RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN AKAN GELAR OPERASI BIBIR SUMBING

ilustrasiRumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUD PH) Tembilahan kembali akan menggelar kegiatan kemanusiaan operasi gratis bibir sumbing/ celah langit.

Direktur RSUD PH Tembilahan dr Irianto Sp PD menyampaikan, sejak saat bagi mereka yang menderita bibir sumbing/ celah langit dapat melakukan pendaftaran ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Kami akan menggelar kembali kegiatan kemanusiaan yang didasari oleh rasa kepedulian dan rasa empati terhadap para penderita bibir sumbing/celah langit untuk mendapatkan kesempatan di operasi secara gratis,” ungkap dr Irianto, Kamis, 26 Januari 2017.

Disebutkan, kegiatan bakti sosial ini berkolaborasi bersama sebuah Organisasi Kemanusiaan Dunia ”Smile Train” yang kantornya berbasis di Kota New York Amerika dan Persatuan Doktor Bedah Plastik Indonesia (PERAPI).

“Minimal ada 25 peserta, maka tim yang akan melakukan operasi dapat didatangkan. Kita siap mengoperasi sampai 100 penderita bibir sumbing/ celah langit,” terangnya.

Mereka yang ingin mengikuti kegiatan ini atau mendaftarkan keluarga dan tetangga dapat menghubungi dr Rahmat Susanto HP 081371008910 dan dr Udin Syafriudin HP 085264290629.

GRATISKAN PENGOBATAN, RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURI HUSADA SIAP TAMPUNG PENCANDU LEM CAP KAMBING

544Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUD PH) Tembilahan siap menerima penanganan medis bagi para pecandu lem dan sejenisnya. Ditegaskan, pengobatan bagi mereka digratiskan. Penegasan ini disampaikan Direktur RSUD PH Tembilahan dr H Irianto saat menerima inisiator Komunitas Peduli Anak (KOMPAK) Maryanto SH, (Senin, 16-01- 2017). Saat itu ia didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medis dr H Rahmat Susanto dan Kepala Poliklinik Psikiatri dr Imma Wb.

“Kami siap menerima dan menangani para pecandu ngelem dan sejenisnya. Sebenarnya pelayanan seperti ini sudah ada sejak satu tahun yang lalu,” ungkap Irianto.

Disebutkan, sekira setahun yang lalu sejak terbentuknya institusi penerima wajib lapor (IPWL) cukup banyak para pecandu lem dan sejenisnya yang dibawa masuk Poliklinik Psikiatri di rumah sakit ini.

“Karena permasalahan ini harus ditangani secara serius, selama ini IPWL telah membuka poliklinik pengobatan ketergantungan obat dan bahan adiktif lainnya (termasuk lem),” sebutnya.

Para pecandu ngelem dan sejenisnya ini setelah melakukan pendaftaran kemudian akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat ketergantungannya terhadap barang berbahaya ini.  Setelah ditangani petugas medis, mereka (pecandu) ini harus rutin memeriksakan diri dan mengkonsumsi obat yang diberikan, tentunya harus mengacu kepada tingkat ketergantungannya.

“Untuk pengobatan bagi pecandu ngelem dan sejenisnya ini digratiskan selama menjalani pengobatan atas ketergantunganya tersebut,” ujarnya.

Irianto menjelaskan, pihaknya juga merencanakan dan telah mengkonsultasikan kepada pihak Pemkab Inhil untuk menyediakan ruangan khusus perawatan ketergantungan obat dan bahan adiktif lainnya (termasuk lem). Ruangan bagi perawatan pasien ketergantungan obat dan bahan adiktif ini, direncanakan mampu menampung 8 tempat tidur.

BUPATI WARDAN SIDAK RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN, USAI PIMPIN APEL GABUNGAN

Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM W1ardan didampingi Sekda Said Sariffuddin, meninjau pelayanan di Rumah Sakit Puri Husada, Selasa (03/01/2017). Ini merupakan sidak pertama Bupati di 2017.

Wardan melihat secara langsung kualitas pelayanan dan kesiapan RSUD Puri Husada Tembilahan. Tinjauan itu dilaksanakan setelah memimpin apel gabungan bagi PNS di lingkungan Pemda Inhil.

Dalam kunjungannya ke RSUD, Bupati beserta rombongan memasuki satu per satu ruangan untuk melihat pasien, menemui dokter dan perawat yang bertugas saat itu, untuk memastikan pelayanan yang diberikan berjalan baik.

Bahkan, Ia juga sempat berdialog dengan beberapa keluarga pasien dan pasien, mempertanyakan pelayanan yang diberikan RSUD setempat.

Para dokter yang bertugas sudah menjalankan tugas masing-masing, serta tindaklanjut pelayanan seperti rujukan.

“RSUD harus terus menerus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan disiplin pegawai. Sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat yang berobat,” ujar Wardan.

Kedatangan Bupati Inhil beserta rombongan disambut langsung oleh Direktur RSUD Puri Husada Kabupaten Inhil, dan kunjungan ini menarik perhatian keluarga pasien yang berada di ruang perawatan.

Sejauh ini, Bupati Inhil merasa pelayanan rumah sakit sudah baik, dirinya berharap ke depan akan jauh lebih baik lagi.

Kepada masyarakat, Bupati mengimbau agar masyarakat yang memang merasa ada gangguan kesehatan agar segera memeriksakan kesehatan ke rumah sakit ataupun puskesmas terdekat.

“Jangan ditunggu sampai sakitnya sudah berat baru diperiksakan ke tenaga kesehatan. Itu tidak baik dan tidak kita anjurkan seperti itu,” himbaunya.

“Kita berusaha pelayanan di bidang kesehatan ini betul-betul maksimal karena k
esehatan ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang perlu menjadi perhatian pemerintah, dan inilah yang kita lakukan,” sambung Wardan.

Dirinya akan memantau selalu hal ini, dan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat betul2 maksimal, agar masyarakat bisa hidup sehat dan dapat melakukan aktivitasnya dengan baik.