Skip to main content

Duduk bersama Diskes, BNI dan RSUD PH, Wabup Inhil Bahas Masalah BPJS Kesehatan

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Syamsuddin Uti melakukan pertemuan bersama Pimpinan BNI Cabang Tembilahan, serta pihak yang terkait dengan kesehatan, seperti BPJS, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Senin 9 September 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Wabup di lingkungan Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan ini dihadiri Kepala BNI Cabang Tembilahan, Dedi Hermawan, Kepala BPJS Cabang Tembilahan, Meri Lestari, Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Arifin, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan beserta Kabag TU, Asnawi, Direktur RSUD Raja Musa Sungai Guntung, dr Dermawan dan Direktur RSUD Tengku Sulung, dr Iswandi.

Wabup Syamsuddin Uti yang diwawancarai usai kegiatan mengungkapkan, pertemuan ini untuk membahas persoalan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Kita ingin membantu masyarakat ekonomi lemah, khususnya pengobatan gratis melalui BPJS, melalui dana talangan dari BNI,” ujarnya.

Kepala BNI Cabang Tembilahan, Dedi Hermawan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Daerah (Pemda), yang dalam hal ini diwakili oleh Diskes dan RSUD, begitu juga dengan BPJS Kesehatan.

“BNI akan menyalurkan fasilitas pembiayaan berupa Supply Chain Financing (SCF). SCF ini semacam dana talangan,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Dedi Hermawan, pada Hari Rabu nanti akan ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BNI bersama RSUD Puri Husada Tembilahan, serta BPJS Kesehatan sebagai penjamin.

“Jadi kami sebagai bank BUMN, kami juga adalah agen pembangunan yang punya kewajiban mensukseskan kemajuan ekokomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Tembilahan, Meri Lestari mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu solusi bagi pelaksanaan jaminan kesehatan Nasional di Indonesia. Karenanya, ia memberikan apresiasi kepada RSUD Puri Husada Tembilahan yang aktif dalam menjalankan SCF.

“Ini rumah sakit yang pertama di Riau menggunakan SCF dengan BNI. Ini solusi awal yang tercepat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam penunggakan BPJS. Kami dari BPJS mengharapkan rumah sakit lainnya juga mengambil program SCF,” imbuhnya.

SOSIALISASI KAMPANYE MEASLES RUBELLA, DINKES INHIL GELAR PERTEMUAN DENGAN LINTAS SEKTOR TERKAIT

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan sosialisasi kampanye Measles Rubella (MR) tingkat Kabupaten Inhil tahun 2018.

Pertemuan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes)  Inhil H Zainal Arifin SKM MKES Rabu (4/4) pagi, di aula Hotel Inhil Pratama (IP), turut dihadiri para pejabat dilingkungan Diskes Inhil, Dirut RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan dr Saut Pakpahan, narasumber Dr Siska hidayani, M.Kes Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kepala Komda KIPI Riau, pengelola program imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta 74 peserta yang terdiri dari 54 orang kepala Puskesmas dan pengelola imunisasi, lintas sektor dan lintas program sebanyak 20 orang.

Kapala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan Asiah M MKES yang juga Ketua panitia acara, dalam laporannya menyampaikan, dalam global Aaccine Actionnya Plan (GVAP) campak dan rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Salah satu strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan 2 dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi 95 persen dan merata.

“Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi maka Imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella Conginetal rubella syndrome / CRS, maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin Measles Rubella (MR) ke dalam imunisasi rutin”, ujarnya.

Untuk itu, dilanjutkan Asiah, diperlukan kampanye pemberian imunisasi campak rubella atau measles rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Pemberian imunisasi Mr dengan cakupan tinggi minimal 95 persen dan merata sehingga diharapkan dapat membentuk imunisasi kelompok sehingga diharapkan dapat membentuk imunisasi kelompok (herd imumunity) sehingga dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

“Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan kampanye campak rubella measles rubella pada fase ke-2, yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2018, maka perlu dilakukan sosialisasi kampanye measles rubella petugas kesehatan bersama lintas program dan lintas sektor terkait di lapangan secara teknis agar target kampanye measles rubella minimal 95 persen dapat tercapai”, tuturnya.

Tujuan kegiatan tersebut dikatakan Asiah, untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama petugas kesehatan lintas program dan lintas sektor di tingkat kabupaten dan Kecamatan. Dengan melakukan pendataan sasaran dan kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan kampanye measles rubella. Juga dilakukan koordinasi dan sinkronisasi dalam menetapkan strategi pelaksanaan kampanye measles rubella, serta menyatukan komitmen dan kesepakatan untuk mensukseskan pelaksanaan kampanye measles rubella.

Cara itu Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya mengatakan kegiatan imunisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan (RI) sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah untuk mencapai berbagai target Kesehatan baik secara global maupun nasional.

“Indonesia telah berkomitmen dalam mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020. Pada tahun 2000 lebih dari 562 ribu anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115 ribu pertahun dengan perkiraan 314 anak perhari atau 13 kematian setiap jamnya”, jelasnya.

Di Indonesia, Kadiskes memaparkan, rubella merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia 15 tahun. Selain itu berdasarkan studi tentang eliminasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CSR, 82/100.000 terjadi pada usia Ibu 15 sampai 19 tahun dan menurun terjadi 47/100.000 pada usia ibu 40 sampai 44tahun.

“Dalam global vaccine action plan, campak dan rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Salah satu strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan 2 dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi 95 persen dan merata. Berdasarkan data surveilans cakupan imunisasi maka Imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin measles rubella ke dalam imunisasi rutin”, paparnya.

Untuk itu, dilanjutkan Zainal, diperlukan kampanye pemberian imunisasi campak rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun. Dengan vaksin tersebut diharapkan dapat membentuk imunitas kelompok sehingga dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

“Pelaksanaan kampanye imunisasi measles rubella secara bertahap dalam dua fase yaitu, fase 1 bulan agustus-september 2017 di seluruh Pulau Jawa. Fase 2 bulan Agustus dan September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Setelah pelaksanaan kampanye imunisasi measles rubella pada anak usia 9 bulan sampai kurang 15 tahun, selanjutnya adalah menggantikan introduksi vaksin campak dengan vaksin measles rubella ke dalam jadwal imunisasi rutin. Dengan pemberian imunisasi campak dan rubella dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat Pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan”,imbuhnya.

Selain itu, Kadiskes juga mengatakan, tujuan khusus pemberian MR tersebut untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat. Memutuskan transmisi virus campak dan rubella, menurunkan angka kesakitan campak dan rubella, menurunkan Angka kejadian CRS. Adapun jumlah sasaran kampanye imunisasi measles rubella di Kabupaten Indragiri Hilir adalah 197.799 anak yang harus mendapatkan imunisasi MR dengan capaian cakupan minimal 95 persen.

“Untuk keberhasilan kegiatan kampanye dan introduksi MR ini, maka perlu dilakukan sosialisasi kampanye MR bagi petugas tingkat kabupaten dengan mengundang Kepala Puskesmas, pengelola program imunisasi dan lintas sektor dan lintas program terkait dengan jumlah total 74 orang. Diharapkan pada pertemuan ini semua petugas secara teknis di lapangan nantinya dapat saling berkoordinasi dan mendukung dalam melakukan pendataan sasaran, perencanaan kebutuhan SDM, kebutuhan vaksin dan logistik lainnya serta pembuatan mikro planning dalam pelaksanaan kampanye MR tahun 2018 dapat menjalankan pelaksanaan kampanye campak rubella dengan maksimal dan mencapai target 95 persen”, tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kadiskes berharap kepada seluruh peserta dapat memanfaatkan waktu dalam pertemuan tersebut serta menyerap ilmu yang diberikan oleh para narasumber serta mensosialisasikan ditengah-tengah masyarakat.

PEMKAB INHIL BEKERJASAMA DENGAN PERDAMI LAKSANAKAN OPERASI GRATIS DI RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN

IMG-20170805-WA0036Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya, 800 orang di Inhil buta akibat katarak, untuk mencegah hal itu terus berlanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil rutin melakukan operasi katarak gratis setiap tahunnya.

Seperti yang dilaksanakan, Sabtu (5/8/2017), bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Pemkab Inhil menggelar operasi katarak di RSUD Puri Husada Tembilahan. Diikuti sebanyak 223 orang, operasi direncanakan akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 5 dan 6 Agustus 2017.

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Irianto menjelaskan, sejatinya ada 250 orang yang mendaftar, namun hanya 223 orang yang layak mengikuti operasi yang digelar dalam rangka Milad ke-52 Kabupaten Inhil yang jatuh pada 14 Juni itu.

”Setiap tahunnya, peserta operasi katarak ini terus meningkat, sudah empat tahun kita laksanakan, untuk tahun ini target kita 250, tapi hanya 223 orang yang layak ikut,” ujar Irianto.

Ketua Perdami, Efhandi Nukman menjelaskan, Perdami sendiri memiliki program pemberantasan buta katarak di seluruh Indonesia.

”Di Indonesia terdapat 1,5 persen dari seluruh populasi penduduk Indonesia buta karena katarak. Kita senang, karena untuk Inhil sangat respons akan penderita buta katarak apabila di bandingkan kabupaten-kabupaten lain yang ada di Provinsi Riau,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Inhil, HM Wardan, saat membuka operasi katarak berharap, kegiatan bhakti sosial ini bisa membuat penderita katarak bisa bergembira karena bisa sembuh dari penyakitnya.

Tidak lupa, ia juga menghimbau kepada Camat, Lurah, Kepala Desa dan RT/RW untuk mendata penderita katarak agar kedepannya bisa dianggarkan melalui Dinas Sosial sehingga suatu saat Inhil bebas penderita katarak.

”Kepada para penderita katarak jangan takut melakukan operasi katarak demi kesehatan mata kita. Karena, operasi ini didukung dengan peralatan yang canggih serta dokter spesial. Sehingga Mata kita sehat kembali dan kalau Mata kita sehat sepatutnyalah kita bersyukur kepada Allah dan bisa kembali membaca Al-Qura’an. Dengan banyak membaca Al-Qur’an bisa membuat mata kita tetap sehat di samping itu kita juga mendapat rahmat dari Allah SWT,” tukas HM Wardan.

 

DINKES INHIL CANANGKAN GERAKKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI INHIL

DSCF6024Untuk mematangkan kegiatan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) Dinas Kesehatan menggelar rapat bersama lintas sektor terkait seperti Bappeda, Kesra, Dinas Pendidikan, Bpjs Kesehatan, RSUD Puri Husada, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Departemen Agama, Dispora, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Dinas Pertanian, dan Tanaman Pangan di Aula Wijaya Kusuma, rabu (26/04/2017).

Asisten Pemerintah dan Kesra SETDA Kabupaten Indragiri Hilir, Afrizal menegaskan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) Provinsi Riau yang akan digelar di Kabupaten Indragiri Hilir (30/04/2017) bersempena dengan Hari Pendidikan Nasional jadi kegiatan ini kita sejalankan agar menjadi efektif dan efesien.

“Hari ini kita rapat, karena ini ada pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) Provinsi Riau di Kabupaten Indragiri Hilir, namun kita sejalankan karena ini waktunya hampir bersamaan. Kegiatan tanggal 30/04/2017 kemudian tanggal 02/05/2017 Hari Pendidikan Nasional jadi kegiatan ini kita sejalankan”, terang Afrizal

“Kegiatan ini mudah-mudahan dapat memotivasi masyarakat, khususnya masyarakat Inhil untuk bisa menerapkan hidup sehat menjadi gaya hidup sehari-hari”, harapnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes selaku Ketua panitia germas menjelaskan dalam pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) ini nanti akan ada bazar sayur-sayuran dan buah-buahan dan juga akan ada lomba makanan khas inhil yaitu sempolet. Akan ada 10 tenda yang disiapkan untuk makanan sempolet dan kemudian juga ada 10 tenda untuk makanan buah-buahan. Ini berikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Disamping itu juga akan ada penandatanganan MOU antar instansi terkait dengan Dinas Kesehatan. Terkait upaya-upaya untuk pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) ini, sebagai contoh dengan Kementerian Agama.

“Kita berharap nanti sebagaimana pembicaraan awal, akan ada Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas) misalnya “bedah rumah ibadah sehat” jadi rumah tersebut kita bedah, apakah 3 bulan sekali 1 rumah ibadah yang akan kita lakukan bersama instansi terkait”, terang Zainal Arifin

Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat bisa hadir pada tanggal 30/04/2017 jam 06.00 pagi s/d selesai. Ini juga bersempena Hari Pendidikan Nasional maka kita bersama Dinas Pendidikan akan mengadakan senam dan jalan sehat beserta door pricenya dan bersempena juga dengan kegiatan Riau Pos yaitu Cityzen Vaganza go to school. Nanti akan ada pentas seni dan olahraga.

“Mudah-mudahan kesehatan untuk rakyat bisa kita wujudkan bersama-sama “, tutup kadiskes inhil

DSCF6025

 

PERATURAN BUPATI INHIL JADI PEDOMAN RSUD MILIK PROVINSI RIAU

Man11ajemen Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Pekanbaru ‘curi ilmu’ mengenai sistem penganggaran mengenai didaftarkannya tenaga honorer dan keluarganya ke dalam program BPJS yang telah diterapkan RSUD Puri Husada Tembilahan.

Kedatangan rombongan manajemen RSUD Petala Bumi Pekanbaru ini dipimpin Kepala Tata Usaha dan Kasubag Kepegawaian ini langsung disambut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr H Irianto dan didampingi Asisten II Setda Inhil Rudiansyah.

Irianto menyebutkan, RSUD Petala Bumi untuk tenaga honorernya belum didaftrarkan ke dalam BPJS, sedangkan RSUD Puri Husada Tembilahan, pegawai honorer dan keluarganya (suami istri dan tiga anak) dimasukkan BPJS.

“Mereka menanyakan (bagaimana) sistem penganggarannya. Juga meminjam beberapa Peraturan Bupati mengenai Badan Layanan Umum Daerah yang kami buat untuk mereka jadikan contoh,” ungkap Irianto, Selasa (28/3/2017).

Besok, Rabu (29/3/2017), manajemen RSUD PH Tembilahan juga akan mendapatkan kunjungan dari manajemen RSUD Teluk Kuantan.

“Mereka studi banding tentang BLUD, karena RSUD Teluk Kuantan tahun ini baru menggunakan BLUD,” sebutnya.

Sedangkan RSUD PH sudah sejak 4 tahun lalu menjadi Badan Layanan Umum Daerah.