Skip to main content

Kadinkes Inhil Tinjau Persiapan Posko Darah Perbatasan Riau Jambi

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Indragiri Hilir (Inhil) meninjau persiapan posko daerah perbatasan Riau Jambi dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Kunjungan peninjauan tersebut dipimpin oleh Dandim 0314 Inhil bersama Kadinkes, Kadishub, Kadinaskertrans, Kepala BPBD dan Wakasatpol PP di kawasan di Puskesmas Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning.

Saat sampai di lokasi rombongan disambut oleh Camat beserta unsur Forkopimcam, Kapolsek dan Danramil.

Peninjauan diawali dari Puskesmas Keritang Hulu dan memantau kesiapan Puskesmas tersebut.

“Kita memantau mulai dari ketersediaan alat pelindung diri (APD), ketersediaan Disinfekta hingga peralatan medis menanggulangi Covid-19,” ucap Kadinkes H Zainal Arifin, SKM., M.Kes, Jumat (17/4/2020).

Lanjutnya, semua kendaraan seperti mobil yang lewat akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

“Tahapan yang dilakukan petugas dengan melakukan penyemprotan disinfektan setiap mobil, mengecek jarak penumpang dan pemeriksaan suhu tubuh,” sambungnya.

Dalam peninjauan itu rombongan diilanjutkan ke area Pasar Keritang Hulu memantau penyemprotan Disinfektan.(ded)

Re-akreditasi, Dinkes Inhil Harap 6 Puskesmas Dapat Meningkatkan Statusnya

Kasi Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Re-akreditasi 6 puskesmas tahun ini.

Re-akreditasi dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Inhil.

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes melalui Kepala Seksi (Kasi) Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si, Senin (13/1/2020) kemarin menjelaskan, Re-akreditasi menjadi langkah Dinkes agar puskesmas di Kabupaten Inhil semakin baik terutama dari sisi pelayanan dan SDM.

“Produk layanan kesehatan harus menjadi fokus kami ke depannya,” jelasnya ditemui diruangan.

Menurutnya ada empat level akreditasi puskesmas. Yakni dasar, madya, utama, dan paripurna.

Untuk yang akan melaksanakan Re-akreditasi tahun ini ada 5 puskesmas yang telah meraih level madya.

Yakni puskesmas Kuala Lahang, Sungai Piring, Sungai Salak, Pengalihan Enok, dan Kempas Jaya.

“Puskesmas Teluk Pinang saat ini dilevel dasar,” tandas Jadi.

Saat ini ucapnya, rata-rata di Kabupaten Inhil levelnya adalah madya.

“Target kami tahun ini 6 puskesmas yang direakreditasi bisa meraih utama,” jelasnya.

Meski begitu Jadi menjelaskan, meraih level puskesmas utama tak mudah, dan apalagi level paripurna.

“Karena persyaratannya cukup tinggi. Di antaranya tempat, sarana prasarana, ketersediaan alat kesehatan (alkes) di puskesmas, SDM, hingga penilaian tentang alur dokumen yang digunakan untuk perlakuan tindakan harus selalu diperbaiki, artinya memang harus selalu dimonitor,” ujar Jadi.(ded)

2020, 6 Puskesmas di Inhil Akan Lakukan Re-Akreditasi

Kasi Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si

Ditahun 2020, 6 (enam) Puskesmas akan dilakukan survey akreditasi (Re-Akreditasi) oleh Komisi Akreditasi FKTP Kementrian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H.Zainal Arifin, SKM, M.Kes, melalui Kepala Seksi (Kasi) Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si, Senin (13/1/2020) saat dijumpai diruangan membenarkan informasi tersebut.

Dikatakan bahwa untuk tahun 2020, berdasarkan roadmap dan masa berlaku sertifikat akreditasi selama 3 tahun, ke 6 Puskesmas yang telah dilakukan survey perdana pada tahun 2017, kembali akan dilakukan survey akreditasi oleh komisi akreditasi kementrian kesehatan RI.

Adapun 6 Puskesmas tersebut adalah :

  • UPT Puskesmas Kuala Lahang
  • UPT Puskesmas Teluk Pinang
  • UPT Puskesmas Sungai Piring
  • UPT Puskesmas Sungai Salak
  • UPT Puskesmas Pengalihan Enok, dan
  • UPT Puskesmas Kempas Jaya

“Sampai saat ini, kebijakan kementrian kesehatan masih menerapkan akreditasi sebagai tolok ukur dalam menetapkan standarisasi pelayanan di puskesmas,” jelas Jadi.

Terdapat 776 elemen penilaian yang terbagi dalam 9 BAB.

Upaya perbaikan mutu pelayanan dilakukan secara berkesinambunagan, sambungnya, bisa saja dalam penilaian atau survey re-akreditasi nanti hasilnya menurun namun kita berharap semua Puskesmas yang akan dilakukan survey tahun ini hasil nya meningkat status akreditasinya, dari dasar menjadi madya, madya menjadi utama.

“Bahkan jika memungkinkan bisa sampai ke paripurna, mengingat di kabupaten Inhil belum ada satupun yang mencapai hasil masksimal tersebut,” tuturnya.

Selain kerjasama seluruh staf Puskesmas dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas, adanya dukungan lintas sektor khususnya camat dan forkopimcam sangat diperlukan untuk keberhasilan pelaksanaan program-program Puskesmas.

Pelaksanaan akreditasi Puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir dimulai tahun 2016 sampai 2019.

“Untuk 26 Puskesmas di 20 kecamatan, alhamdullilah sudah seluruh Puskesmas berdasarkan kecamatan sudah terakreditasi semuanya,” ulasnya.

Target 1 Kecamatan 1 Puskesmas terakreditasi.

“Akreditasi bukan tujuan akhir yang harus dicapai, yang utama adalah bagaimana kita memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat sehingga puskesmas dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatannya,” tutup Jadi.(ded)

Puskesmas Pulau Kijang Hidupkan Pos UKK, Agar Pekerja Sektor Informal Terlayani Kesehatan Kerja

Reteh โ€“ Unit Pelasana Teknis (UPT) Puskesmas Pulau Kijang melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Pos Usaha Kesehatan Kerja (UKK) pada kelompok ojek pelabuhan di Kecamatan Reteh, Indragir Hilir (Inhil), Senin (23/9/2019), di pangkalan ojek pelabuhan LKMD.

Seperti yang dilaporkan pemegang program UKK Suryamin Jistar mengatakan, pembentukan Pos UKK sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal.

โ€œYang merupakan tindakan preventif melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan,” terangnya.

Pada kegiatan tersebut dibentuk pula kepengurusan untuk periode setahun ke depan.

Dalam sambutan Kepala UPT Puskesmas Pulau Kijang Mustakim, SKM menuturkan, Pos UKK ini diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya kelompok ojek pelabuhan.

โ€œAgar lebih meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan dan keselamatan kerja dan lebih terpantau kondisi kesehatan para pekerja ojek,โ€ tutup Mustakim.(ded)

Laporan Promkes Pulai Kijang Nur Syamsuryani, SKM

Puskesmas Pulau Kijang Dirikan 5 Posko Kesehatan Karhutla

Reteh – Menyikapi kondisi kabut asap yang semakin pekat, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pulau Kijang mendirikan 5 posko pelayanan kesehatan bagi warga yang terkena dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seperti yang dilaporkan Koordinator Posko di Kelurahan Pulau Kijang, Sukamto, AMK, Jumat (20/9/2019), bahwa sebelumnya pihaknya rutin membagikan masker ke masyarakat.

“Namum melihat kondisi kabut yang semakin hari semakin bertambah pekat maka kami mendirikan posko di 5 titik kelurahan dan desa guna menjangkau masyarakat yang letaknya jauh dari Puskesmas induk,” terang Sukamto.

Adapun posko yang didirikan tersebar di Kelurahan Pulau Kijang, Desa Sungai Undan, Desa Seberang Pulau Kijang, Desa Pulau Kecil dan Desa Sanglar.

Kepala Puskesmas Pulau Kijang Mustakim, SKM menuturkan, bagi masyarakat yang terkena dampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan disana.

“Posko ini akan tersedia sampai kondisi kabut asap terkendali,” tutupnya.(ded)