Skip to main content

BEKERJASAMA DENGAN SEMUA PIHAK, PEMKAB TARGETKAN INHIL BEBAS PASUNG 2017

Tingginya angka pimg_2777enderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Indragiri Hilir, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, Pemkab Inhil berkomitmen untuk menargetkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.

Bupati  Inhil – HM Wardan, secara resmi membuka Rakor Kesehatan Jiwa yang di taja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten  Inhil. Kegiatan ini, dihadiri oleh seluruh Camat dan UPTD se-Kabupaten Inhil termasuk pihak Satpol PP, Polres, Kodim 0314 serta 3 universitas di Inhil yaitu Akbid Husada Gemilang, STAI Auliaurasyidin, dan Universitas Islam Indragiri (UNISI).

Di Kabupaten Indragiri Hilir, Jumlah temuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami peningkatan yaitu tahun 2014 berjumlah 312 orang, tahun 2015 berjumlah 460 orang, berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir jumlah itu meningkat menjadi 674 orang s/d September 2016. Peningkatan penderita sakit jiwa ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Indragiri Hilir.

Dari 674 pasien ODGJ ini terdiri dari 478 orang laki-laki dan 196 perempuan. Jumlah pasung dari 2014 s/d September 2016 berjumlah 160 orang, 109 orang  telah bebas pasung namun masih dalam pengawasan Puskesmas terdekat dan 11 orang meninggal dunia . Kasus pasung saat ini masih berjumlah 40 orang.

Kepala Dinas kesehatan Inhil, Zainal Arifin, SKM, M.Kes mengatakan, melalui Rakor Kesehatan Jiwa dan berbagai program lainnya, Pemkab menargetkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.

“Tingginya angka ODGJ ditambah kurangnya pendidikan, juga memicu tingginya aksi pemasungan yang mencapai 160 orang,” terang Zainal Arifin.

Sementara itu dalam kata sambutannya, Bupati Inhil – HM Wardan meminta semua pihak, untuk ikut mendukung program Inhil bebas pasung.

“Dengan berpartisipasi dengan melaporkan dan membawa  pasien ODGJ untuk dilakukan pengobatan secara tepat kepada petugas kesehatan, ini sudah sangat membantu kami,” ungkap HM Wardan.

Hingga September ini, sebanyak 109 orang pasien ODGJ dari 160 yang mengalami pemasungan, telah berhasil dilepas oleh keluarga pasien. Sementara 40 sisanya, masih di pasung dengan alasan keselamatan penderita  maupun orang lain.