Skip to main content

Puskesmas Pulau Kijang Dirikan 5 Posko Kesehatan Karhutla

Reteh – Menyikapi kondisi kabut asap yang semakin pekat, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pulau Kijang mendirikan 5 posko pelayanan kesehatan bagi warga yang terkena dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seperti yang dilaporkan Koordinator Posko di Kelurahan Pulau Kijang, Sukamto, AMK, Jumat (20/9/2019), bahwa sebelumnya pihaknya rutin membagikan masker ke masyarakat.

“Namum melihat kondisi kabut yang semakin hari semakin bertambah pekat maka kami mendirikan posko di 5 titik kelurahan dan desa guna menjangkau masyarakat yang letaknya jauh dari Puskesmas induk,” terang Sukamto.

Adapun posko yang didirikan tersebar di Kelurahan Pulau Kijang, Desa Sungai Undan, Desa Seberang Pulau Kijang, Desa Pulau Kecil dan Desa Sanglar.

Kepala Puskesmas Pulau Kijang Mustakim, SKM menuturkan, bagi masyarakat yang terkena dampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan disana.

“Posko ini akan tersedia sampai kondisi kabut asap terkendali,” tutupnya.(ded)

Puskesmas Tembilahan Kota Update Ilmu bersama Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Tembilahan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tembilahan Kota giat Update Ilmu bersama Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. H. Gusfrizer, SpOG, Rabu (21/8/2019), di aula UPT Puskesmas Tembilahan Kota.

Menurut Kepala Puskesmas (Kapus) drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si melalui Bidan Koordinator (Bikoor) Novita Yanti, SST, bahwa pemantapan mutu internal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan SDM.

“Terutama bidan Puskesmas tentang kebidanan sesuai dengan materi mengenai preekĺamsi dan penanganannya serta mendapatkan informasi terbaru seputar ilmu kebidanan,” cakapnya.

Sambungnya, dengan harapan bahwa dengan meningkatnya pengetahuan SDM maka akan memberikan dampak terhadap penigkatan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya dalam hal program kesehatan ibu dan anak diwilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota.

“Serta masalah yang berhubungan dengan kebidanan dapat ditangani dengan baik oleh bidan-bidan,” cetusnya.

Kegiatan ini turut bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting Tembilahan Kota.

Pada kesempatan tersebut, bidan-bidan tampak sangat antusias terlihat saat mereka saling berdiskusi dengan dokter.(ded)

Laporan : Promosi Kesehatan (Promkes) UPT Puskesmas Tembilahan Kota, Monica Julya Hidayad, SKM

Layanan Nikah Sehat Inovasi Puskesmas Tembilahan Kota

Tembilahan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tembilahan Kota realisasikan Layanan Nikah Sehat.

Sebelumnya ditahun 2016, Puskesmas Tembilahan Kota telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) dan Konseling Pranikah bagi Calon Pengantin (Catin) dengan Kantor Urusan Agama (KUA).

Dengan dilatarbelakangi tingginya kasus ibu hamil dengan faktor resiko kematian ibu dan bayi serta rendahnya capaian imunisasi TT Wanita Usia Subur (WUS).

Dan pada tahun 2017 ditambah dengan pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk menjaring kasus tersebut.

Inovasi Kesehatan Reproduksi (Kespro) catin melalui program Nikah Sehat UPT Puskesmas Tembilahan Kota di tahun 2019 terus dikembangkan dengan bekerjasama rumah ibadah Gereja dan Vihara agar dapat mengcover seluruh catin baik muslim maupun non muslim.

“Harapannya agar dapat menekan penurunan kematian ibu dan bayi,” ungkap Kepala Puskesmas UPT Tembilahan Kota, drg. Hj. Wahyu Winda, M.Sis, Minggu (5/8/2019).

Dijelaskannya, Layanan Nikah Sehat tersebut berupa imunisasi TT Catin, Konseling Pranikah, Pemeriksaan HIV, Hepatitis B, Syphilis, HB Tes
Kehamilan dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi yang anemia serta pemberian sertifikat nikah sehat.(ded)

PERLUNYA KESADARAN TIDAK BABS KE SUNGAI DEMIKIAN TANGGAPAN PUSKESMAS TELUK PINANG DALAM HAL INI

IMG-20170315-WA0033Teluk Pinang, 15/03/17 Untuk menekan angka kematian akibat diare, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir telah mencanangkan dan bersegera membuat sanitasi termasuk toilet yang sehat bagi masyarakat. Hal ini selaras dengan kegiatan yang dicanangkan pemerintah dalam bentuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Menanggapi hal itu, Dalam mendukung Program Pemerintah tersebut UPT Puskesmas Teluk Pinang bersamaan dengan pelaksanaan Posyandu balita yang rutin tiap bulannya melaksanakan penyuluhan kesehatan yang salah satunya mengenai kesehatan penggunaan air bersih.

“Berdasarkan Riset yang dilakukan UNICEF dan WHO, yang menyatakan lebih dari 370 balita Indonesia meninggal akibat perilaku buruk BAB sembarangan, untuk mengatasi hal ini perlu adanya perhatian khusus dari Puskesmas setempat khususnya wilayah kerja UPT Puskesmas Teluk Pinang mendapatkan pemahaman mengenai dampak berbahaya dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) ke aliran sungai karena dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai penyakit dari tercemarnya air sungai tersebut”, demikian tutur Bpk. Kurota Ayun, SKM kepada MCT Dinkes INHIL.

IMG-20170315-WA0030Penyuluhan kesehatan PHBS yang dipusatkan di Posyandu Anggur Parit 10 Teluk Pinang ini dilaksanakan sekira pukul 08.30 WIB dengan materi PHBS Rumah Tangga oleh Ibu Suliyana, Amk sebagai pemegang Program Promkes di Puskesmas Teluk Pinang. Disamping sosialisasi PHBS kegiatan ini juga disertai dengan Posyandu Lansia.

Walau telah berulang kali disampaikan akan tetapi Sosialisasi PHBS ini dianggap penting dan diharapkan masyarakat selalu diberikan penyegaran ilmu secara berkelanjutan sehingga menumbuhkan kesadaran dan berhijrah kepada pola perilaku hidup yang sehat dengan menggunakan jamban yang sesuai dengan kriteria Kesehatan.

DINKES PROVINSI RIAU GELAR SUPERVISI FASILITATIF PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PERTAMA DI INHIL TAHUN 2017

DSCF3019_1Supervisi merupakan suatu proses pengarahan, bantuan dan pelatihan yang mendorong peningkatan kinerja dalam pelayanan bermutu, yang dilakukan dalam sebuah siklus yang berkesinambungan serta implementasinya menggunakan daftar tilik sebagai penilaian terhadap ukuran standar pelayanan program yang bersifat terarah, sistematis, efektif, fasilitatif dan berbasis data. Supervisi adalah manajemen Mutu dengan pendekatan proses. Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (selasa/14/03/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes dalam arahannya sangat berterima kasih karena Kabupaten Indragiri Hilir telah menjadi tujuan pertama Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan.

Lebih lanjut H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes mengatakan promosi kesehatan sangat penting untuk dilakukan bukan hanya oleh petugas kesehatan akan tetapi peran lintas sektor juga sangat diharapkan agar perilaku hidup sehat bisa dijadikan gaya hidup oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Gerakan Promosi Kesehatan ini memang sangat penting karena itu Dinas Kesehatan mengundang lintas sektor, agar bisa bertukar pikiran, bagaimana cara kita mengemas promosi kesehatan untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat.” ujar H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan berencana pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Indragiri Hilir, dan kita juga akan merancang bagaimana orang menggemari hidup sehat itu adalah sebagai gaya hidup sehari-hari jadi kenapa gerakan masyarakat (Germas) ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan karena banyak perubahan paradigma yang sudah terjadi luar biasa perubahan-perubahan. Pertama adalah perubahan dari lingkungan, lingkungan ini termasuk lingkungan hidup kita, gaya hidup, aktifitas fisik yang berkurang, dan pola makan. Gerakan hidup sehat itu harus dimulai dari keluarga jadi kalau setiap keluarga sudah menerapkan hidup sehat maka kami yakin ini bisa terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami berharap semua bisa memberikan kontribusi pada pertemuan ini sehingga kita paling tidak setiap tahun bergerak kearah yang lebih baik untuk dibidang kesehatan,” harap kadiskes.

Adapun peserta yang mengikuti supervisi fasilitatif program promosi kesehatan adalah Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya, Kuala Enok, Enok, Sapat dan Tanah Merah serta Lintas sektor terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag), Tokoh Masyarakat, PKK, Bappeda, Kesra, BPMPD dan BKKBN.

Galeri foto kegiatan selengkapnya dapat dilihat disini.