Skip to main content

H.M. WARDAN KOMIT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PERAWAT NERS MELALUI PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI

22IMG-20170317-WA0039Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen meningkatkan kesejahteraan perawat, khususnya tenaga perawat ners melalui pemberian tunjangan profesi.

Komitmen tersebut, dibuktikan dengan telah diterimanya usulan yang diajukan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Inhil kepada Pemkab Inhil.

“Memang benar ada usulan yang diajukan oleh PPNI Inhil untuk pemberian tunjangan profesi perawat ners kepada Pemkab Inhil. Kemarin, usulan tersebut diterima oleh Pak Sekda (Sekretaris Daerah),” ungkap Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, seperti keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/3/2017).

H. M. Wardan mengatakan, Pemkab Inhil akan berupaya maksimal agar usulan tersebut dapat direalisasikan sesegera mungkin. Sebab, profesi perawat, khususnya perawat ners memang merupakan sebuah profesi yang memiliki peran vital di Kabupaten Inhil.

“Kami akan upayakan pemberian tunjangan bagi perawat ners agar secepatnya dapat terealisasikan.” tukasnya.

Kedepan, H. M. Wardan berharap kepada para perawat ners, untuk senantiasa bersabar dan terus memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi segenap masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Teruslah berdedikasi. Teruslah menjaga konsistensi dalam bertugas, memberikan yang terbaik bagi masyarakat Inhil. Kami selaku Pemerintah Daerah senantiasa berupaya memperjuangkan kesejahteraan tenaga paramedis  diantaranya adalah perawat,” ucapnya.

Menurut penuturan Ketua DPD PPNI Kabupaten Inhil, Ns. Matzen, S.Kep., M.Si, di ruang kerjanya, Kamis (16/3/2017), usulan pemberian tunjangan tersebut dilakukan, mengingat perawat ners merupakan sebuah profesi keperawatan yang tergolong langka. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Inhil, melainkan juga mencakup skala nasional. Sehingga, diperlukan perhatian khusus bagi para perawat ners yang bertugas di Kabupaten Inhil.

“Jika, memang usulan pemberian tunjangan profesi ini disetujui. Maka, ini merupakan ‘kado terindah’ bagi perawat, khususnya perawat ners dalam peringatan Hari Perawat Nasional Indonesia yang ke – 43 ini,” ujar Matzen, seraya mengatakan HPNI diperingati setiap tanggal 17 Maret.

Matzen mengungkapkan, besaran pemberian tunjangan ini nantinya akan dilakukan dengan pertimbangan lokasi penempatan tugas dari masing – masing perawat ners yang berada di Kabupaten Inhil.

“Jadi, pertimbangan besaran tunjangan itu diberikan menurut penempatan kerja para perawat ners itu sendiri. Semakin jauh mereka bertugas, semakin terpencil lokasi penugasan, maka semakin besar tunjangan yang akan mereka peroleh,” ungkapnya.

Tak hanya terhenti pada pemberian tunjangan bagi perawat ners, Matzen mengatakan, DPD PPNI Kabupaten Inhil juga telah mengajukan usulan kenaikan upah bagi perawat non – aparatur sipil negara yang tersebar di Kabupaten Inhil, khususnya bagi para perawat yang bertugas di daerah pelosok.

“Kenaikan upah yang kami upayakan ini diharapkan bisa sesuai dengan standar UMK (Upah Minimum Kabupaten / Kota). Usulan ini, kami ajukan kepada Pemkab Inhil. Meski, kami mengetahui adanya keterbatasan anggaran daerah saat ini,” tukasnya.

Terkait penyebaran tenaga paramedis perawat, diakui Matzen, memang belum berimbang. Terlebih, di kawasan yang berada jauh dari Ibu Kota Kabupaten.

“Penyebaran tenaga perawat saat ini memang tidak berimbang, seperti bertumpuk di kawasan perkotaan. Sehingga, masih terdapat daerah atau kawasan yang minim tenaga perawat, bahkan tidak tersentuh sama sekali. Padahal, jika dilihat rasio antara jumlah perawat dengan jumlah masyarakat Inhil itu sudah sebanding,” katanya sembari berkata terdapat 730 orang tenaga paramedis perawat yang bertugas di Kabupaten Inhil.

Selanjutnya, bertepatan dengan peringatan HPNI Ke – 43 tahun 2017 ini, dikatakan Matzen, PPNI sedang dan akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang berkenaan dengan persoalan kesehatan bagi masyarakat.

“Sebagai contoh, hari ini (Kamis, 16/3/2017, red), kami mengadakan pengobatan massal, khitanan massal dan penyuluhan massal di Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling. Selain itu, dalam rangka memperingati HPNI ini, kami telah mencanangkan penyelenggaraan kegiatan seminar kesehatan yang memang rutin digelar setiap tahunnya, serta pemeriksaan kadar gula darah,” pungkas Matzen.

Ihwal kesejahteraan yang memang menjadi prioritas Pemkab Inhil, salah seorang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, Mario Lestari, SKM mengaku, telah merasakan perubahan positif pasca penerimaan remunerasi. Remunerasi, lanjutnya, diberlakukan sejak RSUD Puri Husada bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

“Remunerasi yang diterima, besarannya didasarkan pada besar – kecilnya beban kerja, penempatan kerja, kualifikasi pendidikan dan sebagainya. Jadi, proporsional besaran remunerasi yang diterima oleh masing – masing perawat di sini. Dibandingkan dulu, jika dilihat dari sudut pandang kesejahteraan, memang sudah lebih baik yang sekarang,” katanya, Kamis (16/3/2017).

Sejauh ini, Mario Lestari juga mengaku, belum pernah sama sekali mendengar keluhan dari rekan seprofesinya menyangkut persoalan kesejahteraan.

“Kenyamanan yang diperoleh ini, lebih dikarenakan institusi Rumah Sakit yang telah berubah menjadi BLUD. Yang mana, sistem dalam BLUD tersebut, ditetapkan secara mandiri dan iatur sesuai dengan kebutuhan,” kata Mario Lestari yang juga merupakan Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUD Puri Husada.

Namun demikian, Mario Lestari tetap berharap, agar Pemkab Inhil dapat mengajukan usulan kepada Pemerintah Pusat untuk melakukan pengangkatan langsung terhadap tenaga paramedis perawat non – aparatur sipil negara. Terlebih, bagi para perawat dengan masa kerja yang tergolong lama.

KADISKES INHIL HIMBAU MASYARAKAT GALAKKAN PHBS

DSCF2889Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Zainal Arifin menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai wabah penyakit yang timbul akibat banjir tinggi dengan menerapkan prinsip Prilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS.

“Penyakit yang berpotensi besar dapat ditimbulkan akibat banjir ya seperti diantaranya penyakit kulit, penyakit diare, penyakit ysng bisa ditimbulkan dari kotoran hewan berupa tipus serta penyakit DHF atau demam berdarah,” kata Kadinkes Inhil, Zainal Arifin di Tembilahan, Kamis (16/02/2017).

Zainal Arifin menjelaskan, Kabupaten Inhil yang merupakan daerah pesisir dengan kondisi pasang surutnya memang berpotensi besar dilanda banjir.

Menyikapi hal ini, Dinkes Inhil telah mempromosikan upaya untuk menghindari terjadinya kontaminasi dari berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan saat banjir yakni dengan menerapkan prinsip PHBS.

“Sepanjang kita mampu menerapkan PHBS, sebenarnya tidak akan ada masalah,” ujarnya.

PHBS dengan sejumlah indikator di dalamnya seperti menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sangat bermanfaat untuk diterapkan sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit termasuk diantaranya penyakit yang ditimbulkan akibat banjir.

Menurut dia, berbagai penyakit akan lebih mudah terjangkit kepada manusia saat terjadi banjir.

“Untuk itulah perlu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar rumah seperti adanya genangan air”, terangnya

Ia menjelaskan, Proses penularan penyakit akibat banjir ialah melalui air. Misal saat kita mencuci piring dengan air sungai atau air sumur yg sudah tercemar dengan berbagai kotoran yang naik.

Selanjutnya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang tingkat perkembangannya cukup tinggi bila di musim hujan apalagi sampai menyenbabkan banjir, gigitan nyamuk ini dapat menimbulkan penyakit DHF atau demam berdarah.

“Nyamuk aedes aegypti ini hidup pada genangan air dalam wadah-wadah sampah seperti kaleng dan lain sebagainya. Genangan tersebutlah yang akhirnya menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti ini,” paparnya.

Untuk menghindari peningkatan populasi ini, Zainal menghimbau untuk aktif melakukan 3M plus, yakni mengubur sampah, menguras penampungan air dengan rajin atau menutup tempat yang menjadi penyimpanan air dengan rapat.

2 EKOR KAMBING HIASI PANJAT PINANG DINAS KESEHATAN DI TEMPULING

DalamIMG_1559 rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam hal ini Dinas Kesehatan mengadakan pesta rakyat perlombaan panjat pinang sebanyak 2 batang pohon dengan hadiah 2 ekor kambing serta berbagai macam hadiah menarik lainnya, pesta rakyat ini berpusat di halaman depan Puskesmas Pembantu (pustu) Tempuling. Selasa (16/08/2016) sore.

Berdasarkan hasil pantauan awak Media Center Tim dilapangan, perlombaan panjat pinang tersebut diikuti semua lapisan masyarakat di Kelurahan Tempuling yang menjadi tontonan para pengguna kendaraan yang melewati jalan provinsi tersebut.

Lomba panjat pinang adalah lomba dimana sebatang pohon pinang yang ditancapkan di lapangan dan pohon tersebut sudah dilumuri dengan oli atau minyak. Peserta lomba dalam setiap tim bergotong royong untuk mencapai puncak batang pinang yang sudah disiapkan hadiah oleh para panitia.

Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin SKM, M.Kes dalam sambutan mengatakan akan berupaya setiap tahunnya memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia dengan berbagai kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan karena melihat antusiasme masyarakat di Kelurahan Tempuling sangat tinggi, serta mudah-mudahan acara ini bisa menghibur semua masyarakat yang ada disini, ucap H. Zainal Arifin SKM, M.Kes

Sementara itu menurut Lurah Tempuling Zulmadi, S.Sos kegiatan seperti ini sudah lama tidak dilakukan di tempat mereka, sehingga dengan diadakan even ini memberikan tontonan atau hiburan yang sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Tempuling.

IMG_1656

“Ini suatu kehormatan bagi kami, selamat datang di Tempuling. Dalam kesempatan ini kami merasa bangga dan terima kasih kepada dinas kesehatan karena even ini sudah lama tidak ada dilakukan disini.” terang Zulmadi, S.Sos

Acara ini juga turut disaksikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan H.Ridwan,S.Sos, M.Kes, Kasubbag Kepegawaian Azri S. ST, Apt, Kabid PPSDK Ns. Matzen , Kasi Kesling Herman Mahat , Kasubbag Keuangan Said Mursidi, Kasi PWB Zulkarnain serta Kepala Upt. Puskesmas Sungai Salak Saipul Ahwan, KTU Kempas Jaya dan BPJS Kesehatan

PENGUKUHAN DHARMA WANITA PERSATUAN KECAMATAN SE-KABUPATEN INDRAGIRI HILIR MASA BAKTI 2014-2019

Pengukuhan Ketua Unsur Pelaksanaan Dharma Wanitaimg_0364 Persatuan Dinas Instansi, Badan, Kantor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Se-Kabupaten Inhil Masa Bhakti 2014 – 2019.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam hal ini diwakili Sekda Kabupaten Indragiri Hilir S. Syarifuddin, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Direktur Utama Rumah Sakit Puri Husada (Dirut-RSPH), Camat di Kabupaten Inhil, dan Peserta yang akan dikukuhkan.

Ketua Dewan Penasehat DWP Kabupaten Indragiri Hilir, Zulaikhah Wardan dalam sambutannya menyampaikan pengukuhan ini adalah wujud tanggung jawab yang harus didasari motivasi dan realisasi bukan hanya sekedar kegitaan ramai-ramaian semata. Dan kita bersama-sama berjalan dan sejalan dengan pemerintah, kita dukung terus program pemerintah sehingga cita-cita dapat terwujud bersama.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Dinas Kesehatan Inhil, Hj. Feron Sisca Zainal, SKM dalam wawancaranya kepada Media menyebutkan pengukuhan tersebut merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan kedepan, dan menjadi sebuah tanggung jawab tersendiri.

“Pengukuhan ini merupakan amah kedepan yang harus dijalankan dan dipertanggung jawabkan, dan siap berjalan sesuai dengan tugas dan pokok organisasi ini,” jelas Hj. Feron Sisca Zainal, SKM.

SAMBUT MILAD INHIL KE 51, PEMKAB ADAKAN SUNAT 1.000 ANAK SECARA GRATIS

New spanduk sunatan masal 1x5Dalam rangka memeriahkan Milad Kabupaten Inhil, Riau ke-51, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. H. M. Wardan, MP Meluncurkan Program Peduli Dhuafa 2016, yang  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan akan menggelar Sunatan Massal Untuk 1.000 Anak. Tidak hanya disunat, anak-anak itu juga akan mendapatkan kain sarung dan peci gratis. Kegiatan yang disponsori oleh Bank Riau Kepri dan Badan Amil Zakat Inhil itu akan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu dari tanggal 2 hingga 4 Juni 2016.

Seperti yang dijelaskan Kadiskes Inhil, H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes kepada Media Center Team, kegiatan itu akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Inhil. Bagi orangtua yang ingin mendaftarkan buah hatinya untuk mengikuti sunatan gratis itu, dikatakannya dapat menghubungi puskesmas-puskesmas terdekat. Namun demikian, sunatan massal ini, dikatakan Zainal dikhususkan bagi kaum dhuafa yakni fakir, miskin, yatim, piatu dan golongan yang tidak mampu.

”Kegiatan ini menyebar di seluruh Inhil, namun untuk seremonialnya akan dipusatkan di Puskesmas Teluk Pinang, Kecamatan GAS,” jelas Kadiskes.

Khusus untuk di Teluk Pinang, kuota anak yang akan di sunat dikatakannya tidak terbatas, sementara untuk puskesmas lainnya berkisar antara 30 sampai 50 anak.
Program Bupati peduli duafa yang digagas oleh Dinas Kesehatan ini, dijelaskannya akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

”Program ini akan kita lakukan setiap tahun, agar dapat membantu kaum dhuafa,” tukas Zainal Arifin.