Skip to main content

UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA LATIH KONSELOR SEBAYA

1Untuk  mewujudkan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) sangat dibutuhkan konselor sebaya. Karena konseling teman sebaya adalah program bimbingan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa lainnya.  Untuk itu, UPT Puskesmas Tembilahan Kota kabupaten Inhil menggelar kegiatan sosialasi PKPR dan melatih Konselor Sebaya bagi delapan sekolah di wilayah kerja UPT Puskesmas Tembilahan Kota (04/11/2017).

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula UPT Puskesmas Tembilahan Kota diikuti 16 konselor sebaya, dan guru BK masing-masing dari delapan sekolah tersebut.

Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota, drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si melalu Pemegang Program PKPR Suharti, Amd.Keb berharap pelatihan ini dapat memberikan keterampilan dan pemahaman terkait prinsip dasar sebagai konselor sebaya dan pemahaman mengenai PKPR bagi guru BK. Karena menurutnya, masa remaja adalah masa transisi yang ditandai berbagai perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual. Dan hal ini, menurutnya, bisa membingungkan remaja yang mengalaminya. Oleh sebab itu mereka perlu dukungan, bimbingan, dan pengertian agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat fisik, mental dan produktif. 2

“dengan kegiatan ini remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja”,tutupnya.

INOVASI PROGRAM GIZI, UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA MEMBENTUK KELAS SEKOLAH CITATA BERGIZI

IMG-20171101-WA0003Gizi sangat dibutuhkan bagi tubuh manusia, terutama pada usia balita dan anak-anak. Gizi yang seimbang sangat baik dalam proses tumbuh kembang anak, meningkatkan kemampuan belajar yang baik, serta memberikan dampak positif untuk perkembangannya di masa depan.

Sayangnya, masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan gizi seimbang yang cukup atau bahkan mendapat gizi berlebih.

Untuk itu UPT Puskesmas Tembilahan Kota melaksanakan kegiatan Kelas Sekolah Citata Bergizi (Cinta, Aman, Sehat dan Bergizi). (31/10/2017)

Kegiatan ini merupakan kegiatan Inovasi program Gizi yang pertama kali dibentuk tahun ini di buka oleh Camat Tembilahan.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg Hj. Wahyu Winda, M.Si melalui pemegang Program Gizi Erna Dewi, S.Gz bahwa tujuan kegiatan untuk  meningkatakan status gizi anak sekolah. Kegiatan ini terbentuk dari hasil penjaringan anak sekolah yang dilaksanakan UPT Puskesmas Tembilahan Kota.

“Sasaran kegiatan ini adalah anak sekolah dasar yang sudah terjaring dengan kaitan masalah gizi dan akan diberi pembinaan kepada mereka”, tambahnya.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh siswa/i. Selain pembinaan gizi juga makan buah bersama dan senam otak.

“Kami berharap sekolah dapat membudayakan makan sayur dan buah bersama-sama dengan membawa bekal buah dari rumah masing-masing,”harapnya.

Editor :  Promotor Kesehatan UPT Puskesmas Tembilahan Kota Monica Julya Hidayad, SKM

WUJUDKAN GERMAS PETUGAS DAN PENGUNJUNG, UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA LAKUKAN PEREGANGAN

IMG-20171022-WA0025Dalam kehidupan sehari-hari, praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud Revolusi Mental. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat.

Salah satunya Aktifitas Fisik yang merupakan salah satu pilar utama GERMAS. untuk meeujudkan hidup sehat tersebut UPT Puskesmas Tembilahan Kota melakukan kegiatan senam atau peregangan setelah bekerja.

Setiap pukul 10 pagi pelayanan dihentikan selama 5 menit untuk petugas melakukan rileksasi. Pasien atau pengunjung puskesmas yang menunggu pun boleh ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini kita lakukan setiap hari pada jam 10 pagi, dan tadi sudah dilakukan senam rileksasi yang bertujuan untuk meningkatkan lerja serta fungsi jantung, paru dan pembuluh darah untuk petugas yang telah lama duduk bekerja,” jelas Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota, drg Hj Wahyu Winda MSi.

Menurutnya kegiatan tersebut dapat menungkatkan kekuatan dan daya tahan otot, meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis, meningkatkan kelenturan gerak dan mengurangi resiko terjadinya penyakit tidak menular seperti, penyakit jantung koroner, stroke dsb.

“Untuk sasaran, yaitu seluruh petugas puskesmas serta pasien. Kedepan kita berharap, Germas ini bisa dijadikan sebagai contoh bagi semua instansi kerja guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,”tambahnya.

Kegiatan germas dilakukan oleh Puskesmas Tembilahan Kota di sela-sela pelayanan yang dimulai pada jam 10 setiap paginya. Dimana pelayanan pada saat itu dihentikan selama 5 menit untuk petugas melakukan rileksasi. Pasien atau pengunjung puskesmas pun boleh ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud Revolusi Mental. GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat.

Editor : Monica Julya Hidayad, SKM promkes Puskesmas Tembilahan Kota

KELAS IBU BALITA UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA

KIBAnak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko terkena bermacam gangguan kesehatan (kesakitan dan kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 40/10.000 Kelahiran Hidup. Salah satu program kesehatan yang diharapkan dapat turut berperan aktif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak balita adalah buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku KIA), yaitu suatu buku yang berisi catatan kesehatan Ibu mulai kehamilan hingga anak berusia 5 tahun yang berisi informasi cara menjaga kesehatan. Namun tidak semua ibu mau/dapat membaca buku KIA karena berbagai sebab atau alasan, misalnya malas membaca, tidak punya waktu membaca, sulit mengerti atau memang mengalami buta aksara.

Untuk itu,UPT Puskesmas Tembilahan Kota melaksanakan kelas ibu balita di lima kelurahan, dan kelurahan seberang Tembilahan salah satunya. Pada kamis (21/10/2017) lalu, adalah pertemuan yang kelima di Kelurahan Seberang Tembilahan, sekaligus pertemuan penutupan. Peserta ada 15 orang, dari 5 kali pertemuan diperoleh 3 orang sebagai peserta terbaik dan setiap ibu memdapatkan sertifikat karena telah berpartisipasi dalam kegiatan kelas ibu balita,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota melalui pemegang program Anak, Rosa Handayani SST.

“Bagi petugas kesehatan, penyelenggaraan kelas ibu balita merupakan media untuk lebih mengetahui tentang kesehatan ibu balita, anak dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan lebih erat dengan ibu balita serta keluarganya dan masyarakat,” paparnya.

Dijelaskannya bahwa tujuan kelas ibu balita ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, merubah sikap dan perilaku ibu hamil tentang kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan balita. Selain itu, bagi ibu balita dan keluarganya, kelas ibu balita merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, dan memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan.

“DOOR TO DOOR” CARA PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA MELAKUKAN SURVEI MAWAS DIRI

IMG-20170915-WA0007UPT Puskesmas Tembilahan Kota melaksanakan kegiatan Sosialisasi Hasil Survei Mawas Diri  pada Lintas Sektor yang dihadiri oleh Camat, Lurah, Tokoh Masyarakat, Ketua RT/RW, Kader Kesehatan serta masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh peserta, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk  mengkaji dan menganalisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di masyarakat dan tentunya untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Pada saat kegiatan tersebut menurut Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg.Wahyu Winda, M.Si melalui Kepala Tata Usaha Suryadi, AMK menjelaskan bahwa sasaran kegiatan tersebut adalah pemangku kebijakan untuk memecahkan permasalahan kesehatan bersama.

“Melalui SMD ini akan disusun pemecahan masalah kesehatan yang ada di masyarakat serta rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa(MMD)”, jelas Suryadi, AMK

Sebelumnya, UPT Puskesmas Tembilahan Kota telah melakukan survei mawas diri “door to door” di wilayah UPT Puskesmas Tembilahan Kota dengan menggunakan tekhnik area sampling yang dilakukan oleh petugas kesehatan dan kader.

Editor : Monica Julya Hidayad SKM Tenaga Promosi Kesehatan Upt Puskesmas Tembilahan Kota