Skip to main content

Untuk Mengidentifikasi Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Tembilahan Kota lakukan Survey Mawas Diri

Survey Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan atau perawat di desa.

Poin Poin yang disurvey terdiri dari :
1. Kesehatan Ibu anak dan KB
2. Kesehatan Lingkungan
3. PHBS Rumah Tangga
4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
5. Gizi
6. Surveillance
7. Sosial Budaya

Hasil SMD kemudian dibahas melalui Musyawarah Masyarakat desa sebagai upaya mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat, dan menggali potensi-potensi yang dimiliki untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si, Survei Mawas Diri (SMD) ini sangat penting untuk dilaksanakan agar masyarakat mampu mengenal, mengumpulkan data dan mengkaji masalah, meningkatkan peran serta masyarakat dengan timbulnya minat dan kesadaran untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan yang ada dilingkungannya serta bersama-sama mencari pemecahan masalah kesehatan tersebut.

Selanjutnya drg. Winda mengatakan yang melaksanakan survei adalah Petugas Puskesmas dan Kader Kesehatan seperti kader Posyandu.

“Hasil SMD ini kemudian akan menjadi dasar untuk menyusun rencana program puskesmas kedepan dan bagaimana upaya pemecahan masalah yang dihadapi”, tutupnya

UPT Puskesmas Tembilahan Kota Taja Lokakarya Mini 2019

Tembilahan – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tembilahan Kota Taja Lokakarya Mini tahun 2019, Selasa (6/8/2019) pukul 12.00 WIB.

Pj. Kepala Puskesmas Tembilahan Kota  Drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si memaparkan, kegiatan ini sangat rutin dilaksanakan dalam siklus manajemen Puskesmas.

“Lokakarya Mini bulanan ini rutin dilaksanakan untuk memantau POA Puskesmas yang dilakukan setiap bulan secara teratur,” tukasnya.

Juga, lanjutnya, bagian dari memaparkan atau melaporkan kegiatan-kegiatan apa saja di bulan lalu dan menginformasi kegiatan, kebijakan, program apabila ada konsep terbaru, menumbuhkan motivasi staf, mengidentifikasi dan menganalis masala juga hambatan, hingga menyusun kegiatan bulan yang akan datang.

“Kita berharap semoga dengan berjalan sistem manajemen puskesmas yang baik, maka penyelenggaraan Puskesmas akan menjadi lebih teratur dan maksimal,” tutup nya.(ded)

SETIAP JUM’AT, DINAS KESEHATAN INHIL RUTIN LAKUKAN SENAM PAGI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengisi kegiatan Jum’at pagi dengan Senam Bersama di Lapangan kantor yang dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Senam pagi merupakan suatu aktifitas fisik yang perlu diadakan untuk menjaga kebugaran jasmani para pegawai. Gerakan-gerakan senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran darah sehingga lebih sehat dan segar. Paparan sinar matahari pagi juga bagus bagi tubuh karena kandungan vitamin D alaminya.

“Jika tubuh sehat dan bugar secara fisik, maka kemampuan konsentrasi juga akan meningkat dan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari”, ungkap Kadiskes H. Zainal Arifin, SKM.,M.Kes

Lebih lanjut beliau mengungkapkan senam juga dapat memperkuat tulang, membantu menormalkan aliran darah dan melatih urat saraf yang kaku serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh.

“Senam juga bisa menjaga fungsi otak, mencegah pikun, juga bisa mengurangi stress dan membuat lebih bahagia karena dengan kita melakukan gerakan senam maka tubuh akan melepaskan hormon endorphine”, tutupnya

Zat Endorphin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh. Endorphin diproduksi oleh tubuh kita (kelenjar pituitary) yaitu pada saat kita merasa bahagia (tertawa) dan pada saat kita istirahat yang cukup.

PERLAKUKAN OBAT DENGAN BENAR, PUSKESMAS TEMBILAHAN KOTA LAKUKAN PENYULUHAN DAGUSIBU

Tembilahan, 12/02/2019. Obat bagaikan madu dan racun,  madu apabila penggunaan obat secara benar dan racun apabila salah dalam menggunakan obat. Namun di masyarakat belum banyak yang mengetahui cara pengelolaan obat dengan benar, untuk itu UPT. Puskesmas Tembilahan Kota giatkan penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat secara benar) melalui Program Promosi Kesehatan bekerjasama dengan Farmasi Puskesmas di posyandu-posyandu.

Yang pertama adalah DAPATKAN Artinya dapatkan obat di tempat yang benar, agar terjamin manfaatnya, keamanannya dan kualitasnya. Tempat yang benar berarti legalitasnya ada, misalnya apotek, rumah sakit, toko obat berijin, apotek klinik, dan sebagainya.

Kedua, GUNAKAN Artinya gunakanlah obat sesuai dengan indikasinya (diagnosa penyakit), sesuai dosisnya, sesuai aturan pakainya, dan sesuai cara pemberiannya.

Ketiga, SIMPAN, Artinya simpan obat sesuai yang tertulis di kemasan, kecuali bila harus disimpan secara khusus. Umumnya obat disimpan di tempat yang sejuk (15-25° C), tidak terkena sinar matahari langsung, tidak di tempat yang lembab, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Dan Ke empat adalah BUANG Artinya Membuang obat juga harus dengan prosedur yang benar. Obat yang sudah rusak atau kadaluwarsa harus segera di buang, sehingga tidak dapat lagi digunakan. Cara membuang obat pun tidak boleh sembarangan, karena berisiko dapat di salahgunakan. Pisahkan obat dari kemasan primernya. Lalu larutkan dalam air dan pendam dalam tanah.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg.Hj Wahyu Winda, M. Si melalui tenaga promkes menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang aturan perlakuan obat yang benar.

 

Tenaga Promkes : Monica Julya Hidayad, SKM ( Puskesmas Tembilahan Kota )

TELAH HADIR RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) DI KELURAHAN SEBERANG TEMBILAHAN

Salah satu upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi akibat keterlambatan penanganan ibu bersalin adalah dengan disediakannya Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Dalam acara pembentukan RTK di Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan, dihadiri Camat Tembilahan diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota diwakili Kepala Tata Usaha, Lurah di wilayah Seberang Tembilahan, Ketua Tim Penggerak PKK wilayah Seberang Tembilahan, Perwakilan Dukun Bayi, Perwakilan Ibu Hamil dan Suami, Kader dan Tokoh Masyarakat di wilayah Seberang Tembilahan.

Rumah tunggu kelahiran adalah suatu tempat atau rumah singgah yang berada di dekat fasilitas kesehatan yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan pendampingnya (suami/kader/dukun atau keluarga) selama beberapa hari hingga persalinan tiba.

“Jadi ibu hamil yang sudah diperkirakan persalinannya oleh bidan minimal satu minggu dapat menunggu di RTK dengan satu org keluarga/kader yang mendampingi dan Petugas kesehatan”, terang Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg Hj.Wahyu Winda, M.Si.

“Untuk Fasilitas RTK tersebur didapat dari Swadaya Masyarakat, sumbangan pribadi seperti peralatan tidur dan dapur, untuk biaya kebutuhan makan minumnya dengan memanfaatkan Dana Jaminan Persalinan (Jampersal)”, jelasnya.

Dengan adanya RTK, ia berharap, nantinya dapat memberikan banyak manfaat bagi seluruh warga seberang Tembilahan, dan Seberang Tembilahan Selatan yang membutuhkan. Apalagi, lanjutnya, diwilayah tersebut merupakan daerah yang memiliki akses yang sulit ke tempat fasilitas pelayanan kesehatan.