Skip to main content

DARI 725 KK MENJADI 70 KK, DESA SIALANG PANJANG SIAP MENUJU DESA ODF

Dari 725 KK, kini tercatat hanya 70 KK masyarakat di Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir yang belum mempunyai jamban sehat.

“Sampai hari ini tinggal 70 KK atau sekitar 9,6 persen lagi yang belum mempunyai jamban sehat. Target kita untuk Desa Sialang Panjang 2018 ini sudah dekralasi desa ODF, yaitu desa yang bebas buang air besar sembarangan,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Hulu Hj. Rosdinah, Selasa (20/3/2018).

Kemudian ia menjelaskan, semalam satu lagi keluarga disana yang telah dibangunkan MCK yakni atas nama keluarga Syamsuri di Blok A desa Sialang Panjang.


“Untuk pelaksanaannya dilakukan secara gotong- royong, yang dibantu TNI dan masyarakat desa,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelumnya Puskesmas Tembilahan Hulu telah melakukan pendataan keluarga sehat (KS) yang terdiri dari 12 indikator.

“Untuk pendataan itu kami lakukan secara bertahap, sekarang pendataan sudah dilakukan 100 persen,” terangnya.

Dari hasil pendataan ditemukan masih banyak masyarakat warga yang belum mempunyai jamban sehat.

“Setelah dimusyawarahkan di tingkat desa bersama dengan perangkat desa maka, timbulah kesepakatan bahwa Desa Sialang Panjang ini akan membentuk arisan jamban keluarga. Jadi siapa yang dapat arisan atau gilirannya untuk dibuatkan MCK,” tambahnya.

Kepala Desa Sialang Panjang H.M Yusuf mengatakan menyambut positif sekali ini merupakan program yang sangat baik, yang perlu didukung oleh kami selaku pemerintah di desa ini karena menyangkut kesehatan warga kami, khususnya di Desa Sialang Panjang.

“Harapan saya program ini tetap berlanjut. Mudah-mudahan di tahun 2018 desa kami bisa menjadi desa ODF,” harapnya.

Sementara itu Koramil 01 Kodim 0314 Serma Agusyadi selaku Bhabinsa Desa Pekan Kamis mengungkapkan dalam pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong bersama masyarakat.

“Dalam pengerjaan jamban sehat ini biasa sekitar 6 orang, TNI bersama masyarakat. Semoga kedepannya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan cara tidak buang air besar sembarangan,” ucapnya.

BAKTI SOSIAL SAKA BAKTI HUSADA UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU

Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan disebutkan bahwa kesehatan merupakan hak bagi setiap rakyat, dan upaya untuk mewujudkan kesehatan tersebut harus dilaksanakan bersama-sama antara Pemerintah dengan rakyat.

Sebagai upaya mewujudkan terciptanya derajat kesehatan masyarakat, serta keluarga kecil bahagia dan sejahtera, telah dilaksanakan berbagai macam keterpaduan program kesehatan antara pemerintah dengan masyarakat yang ditandai dengan tumbuhnya berbagai upaya kegiatan peningkatan derajat kesehatan bersama masyarakat, seperti Posyandu, gerakan kebersihan lingkungan, gerakan Pramuka Saka Bakti Husada (SBH), gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gerakan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), serta kegiatan lainnya yang mengarah pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Upaya keterpaduan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat termasuk sekolah, salah satunya terwujud bakti sosial anggota SBH ranting UPT. Puskesmas Tembilahan Hulu, dimana bentuk kegiatan ini adalah gotong-royong membuat jamban sehat di Surau desa Sialang Panjang. Kegiatan ini di pandu langsung oleh pemegang program kesling UPT. Puskesmas Tembilahan Hulu, kepala Pustu, BABINSA serta masyarakat bersama-sama bergotong-royong agar surau di desa Sialang Panjang tersedia jamban sehat. jamban yang di buat di surau tersebut ada 2 yaitu untuk muslim laki-laki dan untuk muslimah perempuan, karena itu proses pembuatannya dijadikan 2 tahap, saat ini tahap pertama dan tahap kedua akan dilakukan pada rabu 14 maret 2018.

Harapan dari UPT. Puskesmas Tembilahan Hulu yaitu dengan kegotong-royongan masyarakat setempat untuk membuat jamban sehat dapat termotivasi demi kehidupan yang lebih sehat di masa yang akan datang.

Narasumber : Anggita Merry (Promkes Tembilahan Hulu)

PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU MERANGKUL ANAK SEKOLAH LEWAT POSYANDU REMAJA

Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. (Departemen Kesehatan RI. 2006). Kegiatan Posyandu remaja merupakan salah satu kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (remaja) kegiatan dilakukan untuk memantau kesehatan remaja dengan melibatkan remaja itu sendiri. Tak hanya itu, posyandu remaja juga merupakan tempat untuk pemberian informasi kesehatan maupun informasi penting lainnya kepada remaja secara rutin setiap bulannya. ( 22/1/2018 )

Tujuan pelaksanaan kegiatan Posyandu remaja adalah :

  1. Melibatkan remaja dalam upaya intervensi terkait permasalahan remaja
  2. Memantau kesehatan remaja secara berkala
  3. Mengedukasi remaja untuk hidup sehat
  4. Menurunkan angka pernikahan dini
  5. Membekali remaja untuk mempersiapkan masa depannya dengan menjadi Generasi Berencana yang kreatif dan berwawasan luas.

Posyandu remaja dijalankan oleh kader remaja di sekolah tersebut. Jumlah kader disetiap posyandu minimal 7 orang dengan rincian. 1 orang di meja 1, 2 orang dimeja 2, 2 orang dimeja 3 dan 2 orang dimeja 4. Akan tetapi jumlah kader ini sangat fleksibel tergantung dengan kebutuhan masing-masing posyandu. Selain itu kegiatan Posyandu Remaja juga didampingi oleh petugas kesehatan seperti PJ program PKPR, PJ. Gizi, PJ imunisasi, PJ Promkes atau Petugas kesehatan desa, seperti bidan desa.

Kegiatannya tak jauh berbeda dengan posyandu yang lainya akan tetapi, posyandu remaja lebih menekankan pada pendidikan remaja dan keaktifan remaja itu sendiri atau lebih tepatnya pemberdayaan remaja untuk mengenali dirinya sendiri dan mengenali masalah yang ada dalam dirinya dan memunculkan solusi untuk dirinya.

Di awal tabun 2018 ini puskesmas tembilahan hulu memulai kegiatan posyandu remaja di sekolah mulai dari tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat sampai SMA/sederajat. Pada kegiatan ini semua lintas program terlibat tujuannya agar semua yang menyangkut kesehatan dapat di pelajari atau di pahami oleh siswa/i tersebut.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya posyandu remaja ini kita dapat memantau perkembangan para remaja, dapat mengurangi kejadian-kejadian negatif pada remaja yang sedang marak di berita-berita”, ucap Penanggung Jawab Gizi Heriyanti

 

Editor : Saipur Rahman

Sumber : Tenaga Promkes Upt Puskesmas Tembilahan Hulu Anggi, SKM

TERIMA KUNJUNGAN DARI IKATAN ALUMNI FK UNAND, KEGIATAN INI YANG DIGELAR DI UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU

Upt Puskesmas Tembilahan Hulu mendapat kunjungan dari Ikatan Alumni FK UNAND yang sekaligus mengadakan Bakti Sosial yaitu USG gratis bersama dr. Jhonmadi, Sp. OG sebagai spesialis kandungan dan dr. Afdal, Sp. U selaku dokter Urologi, Sabtu (20/01/2018).

Kepala Upt Puskesmas Tembilahan Hulu Hj. Rosdinah mengatakan sangat berterima kasih kepada Ikatan Alumni FK UNAND karena memilih Puskesmas Tembilahan Hulu untuk berbagi ilmu dan pengetahuan dibidang kesehatan.

“Kami sangat senang dan sangat terbantu dengan datangnya dokter spesialis ke puskesmas, khususnya bagian urologi, ucap Hj. Rosdinah

Lebih lanjut beliau mengungkapkan pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai  kehamilan yang optimal.

 “Untuk Spesialis Kebidanan masyarakat sangat terbantu untuk mengetahui perkembangan janin bagi ibu hamil”, tutup Hj. Rosdinah

 

Editor : Saipur Rahman

Sumber : Tenaga Promkes Upt Puskesmas Tembilahan Hulu Anggi, SKM

KUNJUNGAN KEPALA GUDANG FARMASI PROVINSI RIAU KE PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU

WhatsApp Image 2017-10-30 at 08.25.16Jum’at, 27 Oktober 2017. Pengelolaan obat adalah rangkaian kegiatan puskesmas yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pengawasan obat. Tujuan pengelolaan obat di puskesmas adalah terlaksananya optimalisasi penggunaan obat melalui peningkatan efektifitas dan efesiensi pengelolaan obat dan penggunaan obat secara tepat dan rasional.

Perencanaan obat di puskesmas dilakukan setiap triwulan agar memudahkan petugas kesehatan dalam menganalisa obat yang masih banyak dan sedikit. Dra. Rosna Adji, Apt selaku kepala gudang farmasi provinsi Riau yang di dampingi langsung oleh Hj.Irmanita,S.S1,Apt,M.Si. selaku Kepala Gudang Farmasi Inhil melihat sekaligus memantau pengelolaan obat di puskesmas Tembilahan Hulu.

Dra. Rosna Adji, Apt mengatakan pengelolaan obat di puskesmas Tembilahan Hulu sudah bagus sesuai SOP, hanya saja beliau menyayangkan ruangan obat yang kurang memadai yang hanya berukuran 1,5 Meter x 3 Meter, sedangkan standar tempat penyimpanan obat yaitu 3 Meter x 4 Meter. Oleh karena itu beliau berharap penataan dan tempat penyimpanan obat harus di tingkatkan lagi agar bisa difungsikan dengan baik.

Narasumber : Anggita Merry