Skip to main content

TP PKK, Pemerintah Kecamatan dan PKM Sungai Piring Peringati hari Ibu ke 91

Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 tahun 2019, Tim Penggerak (TP) PKK, Pemerintah Kecamatan Batang Tuaka dan Puskesmas (PKM) Sungai Piring menggelar Senam dan Gerak Jalan santai , Jumat (14/21/2019). Kegiatan lomba ini dipusatkan di lapangan Pondopo Kerlurahan Sungai Piring, bertemakan Perempuan Berdaya Indonesia Maju.

“Bersampena Hari Ibu ke 91 2019  TP PKK, Pemerintah Kecamatan dan PKM Sungai Piring  menggelar kegiatan Senam dan Gerak Jalan santai para peserta dari Pelajar Tingkat Paud, SD, SMP, SMA, Dinas , Intansi dan masyarakat,” terang Kepala PKM Sungai Piring Hj. Nur’ afni,S.Tr.Keb.

Hj. Afni juga mengatakan Peringatan Hari Ibu adalah hari dimana kita harus memperingati kebesaran seorang ibu yang telah melahirkan kita sebagai seorang anak,memuji keibuan seorang ibu dan pemberian hadiah kepada ibu atas segala jasa-jasanya yang telah merawat anak-anaknya sedari kecil.

Kegiatan peringatan hari Ibu Ke-91 ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang diundi dan dibagikan ke peserta gerak jalan dan senam dengan berbagai hadiah menarik.(ded)

SADAR HIDUP SEHAT, WARGA DUSUN SIALANG DALAM DESA SUNGAI DUSUN BENTUK ARISAN JAMBAN

Jamban merupakan kebutuhan dasar yang harus ada di setiap rumah tangga. Namun dengan berbagai alasan, masih banyak warga di pedesaan yang belum memiliki jamban dan akhirnya buang air besar sembarangan ( BABS), maka dari itu warga Dusun Sialang Dalam Desa Sungai Dusun, membentuk arisan jamban, minggu (07/07/2019)

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Batang Tuaka, Kepala Puskesmas Sungai Piring, Koramil Kelurahan Sungai Piring, Bidan Desa dan Staf, Staf Kesling Dinkes, dan Warga Dusun Sialang Dalam.

Arisan jamban merupakan salah satu program untuk membantu warga yang kurang mampu untuk memiliki jamban di rumahnya, karna seperti yang kita ketahui modal untuk membuat jamban membutuhkan biaya yang tidak sedikit sekitar 700-800 ribu untuk membeli bahan material seperti pasir,batu,semen paralon dan bahan lainnya yang dibutuhkan. Arisan jamban ini dilakukan setiap bulan dan pembuatan jamban dilakukan dengan cara gotong royong.

Kepala UPT. Puskesmas Sungai Piring Ibu Hj. Nuraf’ni, S.Tr.Keb mengatakan ” kesadaran masyarakat untuk hidup sehat terlihat dari inisiatif untuk membuat arisan jamban yang dilakukan setiap bulan’’.

Semoga dengan adanya arisan jamban menjadi solusi bagi masyarakat yang kurang mampu untuk bisa memiliki jamban.

PENTINGNYA SOSIALISASI PENATALAKSANAAN TENTANG GIGITAN ANJING (RABIES)

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Misalnya dari gigitan kucing dan anjing.

Dalam hal ini Kembali UPT. Puskesmas Sungai Piring melaksanakan kegiatan sosialisasi penata laksanakan gigitan anjing (rabies) yang di laksanakan di aula kantor desa yang bertempat di desa junjangan pada Senin, (1 Juli 2019).

Kegiatan ini di hadiri kepala desa Junjangan Heryandi beserta staf desa,kader PHBS dan masyarakat desa junjangan.

kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mengetahui dan memahami mengenai ciri dan cara penanganan serta pertolongan pertama korban Rabies.

Adapun Ciri dan gejala yang muncul pada anjing yang terinfeksi virus rabies :

1.terlihat gelisah atau takut

2.cepat marah dan mudah menyerang orang

3.demam

4.mulut berbusa

5.tidak nafsu makan

6.lemah

7.kejang

 Adapun cara penanganan luka gigitan hewan rabies :

1.cuci luka memakai sabun/deterjen di air mengalir 5- 15 menit

2.berikan antiseptik alkohol 0% atau betadin

3.luka tak di benarkan di jahit

4.pemberian vaksin anti rabies (VAR) secepatnya.

Menurut kepala UPT. Puskesmas Sungai Piring Hj.nur af’ni, S.Tr.Keb mengatakan “apabila ada warga atau masyarakat yang terkena gigitan anjing segera lakukan tindakan seperti yang telah dipaparkan tadi”. Ujarnya di akhir kegiatan.

 

Sumber : Tuti Auliyah, SKM (promkes PKM Sungai Piring)

UPT. PUSKESMAS SUNGAI PIRING MELAKUKAN PELACAKAN DAN PEMERIKSAAN ODGJ

UPT. Puskesmas Sungai Piring melakukan pelacakan dan pemeriksaan Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ) di Kecamatan Batang Tuaka, kamis, (27/06/2019).

ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, prilaku dan perasaan yang termanisfestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Menurut UU no.18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa ditunjukkan untuk menjamin setiap orang agar dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk menyikapi masalah kesehatan jiwa di Indonesia pemerintah dan masyarakat telah melakukan upaya-upaya antara lain :

  1. Menerapkan sistem pelayanan kesehatan jiwa
  2. Menyediakan sarana dan prasarana dan sumber daya yang diperlukan untuk persyaratan kesehatan jiwa.

3 .Menggerakkan masyarakat untuk melakukan upaya preventif, promotive serta deteksi dini gangguan jiwa.

Kegiatan Pelacakan, Pembinaan dan pemeriksaan ODGJ dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Sungai Piring ke rumah-rumah warga yang diketahui ada penderita ODGJ.

Menurut Ibu HJ Nuraf’ni,S.Tr.Keb mengatakan melalui penanggung jawab program kesehatan jiwa ” kita rajin melakukan pelacakan dan pemeriksaan pada pasien ODGJ dengan jumlah sekitar 40 jiwa Sekecamatan Batang Tuaka’’.

Semoga dengan adanya kegiatan pemeriksaan ODGJ di Kecamatan Batang Tuaka mengalami penurunan atau tidak menutup kemungkinan tidak ada lagi orang yang terkena gangguan jiwa.

UPT. PUSKESMAS SUNGAI PIRING MELAKUKAN KAMPANYE HYGIENE DAN SANITASI DI SDN PARIT 10 DESA SIMPANG JAYA

Kondisi dari komponen lingkungan sekolah tertentu dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. Seperti kondisi atap,dinding,lantai,dan aspek lainnya,sehubungan dengan hal tersebut UPT. Puskesmas Sungai Piring melakukan kampanye hygiene sanitasi sekolah di SDN Parit 10 Desa Simpang jaya, rabu, (26/06/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kesehatan serta Siswa dan Siswi. Dalam kegiatan ini dimulai dengan memberikan pemahaman kepada siswa dan siswi tentang bagaimana lingkungan sekolah yang bersih serta manfaatnya, juga mengajarkan cara cuci tangan pakai sabun ( CTPS) dan juga cara menggosok gigi yang benar.

Selain kegiatan tersebut, tenaga kesehatan juga melakukan inpeksi sanitasi sekolah yang meliputi air bersih,toilet, pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah dll. Fasilitas sanitasi yang tidak memadai merupakan faktor resiko terjadinya gangguan kesehatan dan berbagai penyakit berbasis lingkungan.

Menurut Kepala UPT. Puskesmas Sungai Piring Ibu HJ Nuraf’ni,S.Tr.Keb mengatakan ” kegiatan seperti ini rutin kami lakukan ke Sekolah-sekolah walaupun terkadang jarak sekolah yang cukup jauh tidak menjadi kendala bagi kami untuk melakukan kegiatan tersebut’’.

Semoga dengan adanya kegiatan hygiene dan sanitasi kesehatan di sekolah semakin meningkat.