Skip to main content

CEGAH ANEMIA, UPT PUSKESMAS SAPAT BERIKAN PENYULUHAN DAN TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI

Sapat, 15/02/2019. UPT puskesmas Sapat telah melaksanakan sosialisasi pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang dilaksanakan di SMP N 01 Kuala Indragiri dan Mts ishlahiyah oleh tenaga gizi (Ramadasari, amd. Gz) dan promkes (Ahmad Syarif, SKM) UPT puskesmas sapat.

Kepala Unit Pelayanan Teknis ( UPT) Puskesmas Sapat  Kecamatan Kuala Indragiri Endang Suratmi STT Melalui Tenaga Gizi Ramadasari, amd. Gz mengatakan,” Sebelum dilakukan pemberian Tablet Fe dilakukan penyuluhan terlebih dahulu oleh tenaga gizi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Sapat Kecamatan Kuala Indragiri  tentang anemia dan manfaat tablet Fe bagi remaja putri.

Upaya pemberian tablet tambah darah ke remaja putri adalah untuk meminimalisasi perempuan usia muda mengalami anemia.

UPT puskesmas sapat melalui penanggung jawab UKS akan terus melaksanakan monitoring terkait pemberian tablet tambah darah pada seluruh sasaran di masing-masing sekolah yang dilaksanakan oleh guru UKS dengan frekuensi pemberian 1x per minggu pada hari yang telah ditetapkan.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM ( promkes Sapat )

PUSKESMAS SAPAT BERIKAN PENYULUHAN KETAHANAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI TIGA DESA

Penghujung tahun 2018, UPT Puskesmas Sapat diundang oleh 3 desa yang berada di kecamatan kuindra sebagai narasumber dalam rangka kegiatan penyuluhan ketahanan dan kesehatan masyarakat. 3 desa tersebut yaitu desa perigi raja, desa sungai bela dan desa tanjung lajau. Desa perigi raja pelaksanaannya pada tanggal 22 desember 2018, Desa Sungai bela pelaksanaannya pada tanggal 26 desember 2018 dan Desa tanjung lajau pelaksanaannya 27 desember 2018. Materi penyuluhan disesuaikan dengan permintaan desa dan kondisi keadaan kesehatan masyarakat. Desa perigi raja diberikan penyuluhan dengan tema yaitu upaya kesehatan kerja (UKK), Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan TB Paru.

Bertempat di gedung olahraga , acara ini dihadiri oleh Kepala desa perigi raja , pendamping desa, perangkat desa, tokoh agama ,tokoh masyarakat dan masyarakat yang berada di desa perigi raja dan Tim dari Puskesmas sapat ( Yudhi Indra, AM.KL, dr. Melati citra, Penanggung jawab Program TB Paru. Hj. Kasmawati, Penanggung jawab Program UKK dan ODGJ Ahmar, S.Kep, Analis laboratorium Lia Lidiawati, Amd.Ak. ).

Materi penyuluhan dengan tema yaitu Imunisasi, HIV-AIDS, Napza dan TB Paru. Acara ini dihadiri oleh Kepala desa sungai bela dan perangkat desa, dan kepala Puskesmas Sapat Endang Suratmi, SST serta di dampingi tim dari puskesmas sapat, dokter umum, dr. Melati citra, Pj. Program TB Paru, HIV-AIDS dan Napza, Hj. Kasmawati, Pj. Program Imunisasi, M. Yamin, AMK, Analis laboratorium, Lia Lidiawati, Amd.Ak.

Kegiatan di Desa tanjung lajau diberikan penyuluhan dengan tema yaitu PHBS, ODGJ dan UKK. Untuk kegiatan acara penyuluhan ini dihadiri oleh Kepala desa Tanjung lajau yaitu dihadiri oleh kepala desa beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat , dan masyarakat yang ada di tanjung lajau.

Acara ini disambut antusias oleh masyarakat dari masing-masing desa, mereka berharap agar rutin dilaksanakan acara seperti ini. Kepala desa pun menyambut baik dengan menyetujui akan menganggarkan kegiatan serupa untuk tahun 2019. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan pengambilan sampel dahak untuk masyarakat yang diduga menderita pemyakit TB Paru. Di Desa perigi raja diambil 2 sampel dahak dan di desa sungai bela 4 sampel dahak dan dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh tenaga analis UPT PKM sapat dan semua pelaksanaan kegiatan ini dianggarkan dari anggaran dana desa bersangkutan .

Sumber : Tenaga promkes Puskesmas Sapat , Raja Sahlina, SKM

PUSKESMAS SAPAT , LANJUTKAN MEMBANGUN KESEHATAN USILA

Kamis, 25 februari 2018. dilaksanakan posyandu usia lanjut (usila) dan posbindu PTM, Manfaat posyandu usila dan posbindu PTM adalah untuk mendeteksi penyakit degeneratif yang sering menghampiri usila, dan usila segera mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan jenis penyakit yang dideritanya.

Kegiatan posyandu usila dan posbindu PTM berlangsung lancar dengan antusias para peserta posyandu. Peserta yang hadir berjumlah 35 orang. Acara diawali dengan senam usila lalu penimbangan dan pengukuran lingkar pinggang dilakukan oleh kader dari puskesmas Sapat. Cek kesehatan dan pemberian obat dilakukan oleh petugas puskesmas yaitu Kasmawati, Amd.Kep dan Tiannesti Mursella, S.Tr.Keb. 

Saida salah satu peserta mengatakan ” sangat senang dengan adanya posyandu usila dan posbindu PTM ini, saya bisa berobat sekalian bertemu dengan kawan-kawan yang seumuran”.

Narasumber : Sahlina (Promkes sapat)

TEKAN AKI DAN AKB, PUSKESMAS SAPAT BENTUK KELAS IBU HAMIL

Dalam usaha untuk menekan Angka Kemati33an Ibu dan Bayi (AKI dan AKB), maka dilaksanakan kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat, penyakit menular seksual dan akte kelahiran.

Hal ini lah yang mendasar untuk Puskesmas Sapat mengadakan Kelas ibu Hamil yang dilaksanakan di Kelurahan Sapat (22.03.2017), adapun materi yang diberikan adalah penyuluhan tentang gizi ibu hamil serta review materi pertemuan pertama yang dilaksanakan 2 minggu sebelumnya oleh R. Sahlina. Dilanjutkan oleh bidan Herlina Amd.Keb memberikan materi pada pertemuan kedua dan juga pada ibu hamil yang telah cukup usia kehamilannya diajarkan gerakan senam hamil serta diajak untuk mempraktekkan senam hamil oleh bidan Tianesti Mursella, Amd.Keb.

“Kelas ibu hamil ini sangat penting untuk dihadiri oleh ibu-ibu hamil, karena disini tempat mendapat informasi dan juga berbagi informasi, apalagi disini juga diajarkan senam hamil yang berguna buat merileksasi dan mempersiapkan tubuh ibu hamil untuk menghadapi proses persalinan nantinya” uNGKAp Tianesti Mursella Amd.Keb

Senam Hamil itu dibagi menjadi 4 tahapan berdasarkan usia kehamilan. Tahap pertama dilakukan pada saat usia kehamilan 22-25 minggu. Tahap kedua dilakukan pada saat usia kehamilan 26-30 minggu. Tahap ketiga dilakukan pada saat usia kehamilan 31-35 minggu dan Tahap terakhir dilakukan pada saat usia kehamilan 36 minggu sampai sebelum persalinan.

Sementara itu menurut Sunarti salah satu peserta menuturkan kelas ibu hamil memang sangat perlu dilakukan, dimana mereka bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan kandungan, cara menjaga kehamilan dan informasi yang lainnya mengenai kehamilan.

“saya sangat merasa senang dengan adanya kelas ibu hamil ini, saya bisa bertanya banyak hal kepada Ibu bidan, jadi saya tidak merasa khawatir dalam menyambut persalinan NANTI” TERANG ibu sunarti

Kelas ibu hamil ini diharapkan ibu-ibu hamil dapat berkonsultasi, diskusi dan saling tukar informasi seputar masalah kehamilan. Dan juga dapat lebih mengontrol, mengelola, serta cara menghadapi mood yang tidak enak serta tingkat emosional. Hal yang paling penting dengan mengikuti kelas ini, para ibu muda yang akan memiliki anak bisa mengatasi rasa takut pada proses persalinan. Dalam kelas ibu hamil ini, selain persiapan dalam melalui masa persalinan, akan disiapkan pula mental para ibu yang akan melalui persalinan. Agar hasil yang didapat maksimal dengan jumlah peserta yang terbatas yaitu 10 orang.