Skip to main content

DEMI GENERASI SEHAT, UPT PUSKESMAS SAPAT BERIKAN OBAT CACING PADA ANAK

Cacingan menjadi salah satu hal paling ditakutkan orangtua terjadi pada anak-anaknya. Cacing yang tumbuh dalam tubuh anak bisa menyerap nutrisi dan membuat anak jadi lemas, pertumbuhannya tak berjalan baik dan akan berdampak negatif pada konsentrasi serta prestasinya di sekolah. Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, serta gangguan tumbuh kembang.

UPT. Puskesmas Sapat dalam hal ini melakukan kegiatan Pemberian obat cacing dengan sasaran Anak usia 2 tahun ke atas hingga anak Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Kuindra, indragiri Hilir. Senin, (19/08/2019)

Promotor Kesehatan UPT. Puskesmas Sapat, Ahmad Syarif, SKM yang turut serta dalam kegiatan itu menjelaskan tentang Gejala infeksi cacing yaitu ada ringan hingga berat. Pada infeksi cacing ringan, gejalanya cenderung tidak tampak. gejala umum yang harus dikenali adalah lesu, tidak bersemangat, sering mengantuk, pucat dan kurang gizi. Infeksi cacing berpengaruh terhadap pencernaan, penyerapan, serta pengolahan makanan sehingga berakibat hilangnya protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin dalam jumlah besar. Selain itu dapat menimbulkan anemia, diare dan gangguan respon imun. Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, serta gangguan tumbuh kembang.

Selain menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Oleh karena itu Pemberian obat cacing sasaran kami adalah anak usia mulai 2 tahun. Hal ini, disebabkan karena pada anak usia mulai 2 tahun mulai terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing. Jelas Ahmad Syarif.

” Kepala UPT Puskesmas sapat, Endang Suratmi, sst berharap Kedepannya agar Anak-anak Khususnya Di wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sapat se kecamatan Kuindra semoga dapat terbebas dari cacingan dengan usaha yang telah kami lakukan”. Tutup Pemegang Promkes Puskesmas Sapat itu.

 

Sumber : Ahmad Syarif , SKM (Promkes Puskesmas Sapat)

DENGAN FORMULA F100 LANGKAH PUSKESMAS SAPAT LAKUKAN PERBAIKAN ASUPAN GIZI UNTUK TINGKATKAN BERAT BADAN ANAK

Pemberian nutrisi yang tepat dan sesuai menjadi langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan berat badan anak dengan status kurang gizi. Dengan pemberian nutrisi yang tepat diharapkan anak dengan status kurang gizi setidaknya mengalami peningkatan berat badan sedikitnya rata-rata 5-10 gram per hari.

Di hadiri Kepala UPT. Puskesmas Sapat Endang Suratmi, SST , tenaga gizi, tenaga promkes, bidan, dan juga di ikuti ibu-ibu yang memiliki balita dengan status kurang gizi dan sangat kurus (BB/TB), mengadakan kegiatan Demo pembuatan dan pemberian FORMULA F100 yang diadakan di PUSTU DESA TELUK DALAM KECAMATAN KUINDRA. RABU, (24/7/2019).

Ramadhasari, Amd Gz, selaku pemateri mendemokan bagaimana proses pembuatan Formula F100, sekaligus menjelaskan bahwa F100 ini merupakan makanan formula yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia (WHO) untuk menangani balita dengan status kurang gizi atau sangat kurus dimana didalam 100 ml F100 terkandung energi 100 kkal. Kegiatan demo pembuatan F100 ini adalah strategi yang dilakukan oleh kami sebagai tenaga gizi di UPT Puskesmas Sapat untuk menangani permasalahan gizi yaitu balita dengan status gizi kurang dari -3 SD (BB/TB).

Harapan kami dengan adanya kegiatan ini orang tua balita semakin tertarik untuk mempraktekkan pembuatan F100 ini karena F100 ini memiliki banyak sekali manfaat salah satunya untuk mengejar ketertinggalan berat badan anak sehingga berat badannya sesuai dengan tinggi/panjang badannya serta membantu perkembangan  kepandaian motoriknya sesuai dengan umur anak. tutup Ramadhasari.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (Promkes Puskesmas Sapat)

MULAI LAH LAKUKAN PEMERIKSAAN IVA DAN SADANIS SEJAK DINI

Dalam rangka memperingati MILAD Kabupaten INDRAGIRI HILIR KE – 54, Puskesmas sapat bekerjasama dengan lintas sektor melakukan pemeriksaan IVA, SABTU, 06/07/2019 di Puskesmas Sapat kecamatan Kuindra.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Pihak UPT Puskesmas Sapat dan Lintas sektor serta di hadiri Pihak Pemerintah Kecamatan Kuindra dan Tim penggerak PKK Kecamatan dan kelurahan Sapat.

Target pemeriksaan oleh pihak Puskesmas Sapat sebanyak 73 orang wanita usia subur. Sebelum dilakukan pemeriksaan peserta diberikan penyuluhan tentang  IVA Test.

Kepala UPT Puskesmas Sapat dalam sambutannya menerangkan bahwa Tes IVA (inspeksi visual asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang juga bisa digunakan sebagai deteksi pertama, tes IVA cenderung lebih mudah karena pemeriksaan dan hasilnya di olah langsung, tanpa harus menunggu hasil laboratorium. Tes IVA menggunakan asam asetat dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya akan langsung ketahuan, apakah Anda di diagnosa memiliki kanker serviks atau tidak. Meskipun terdengar menyeramkan, sebenarnya pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

Ketika jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan akan terlihat luka, berubah menjadi putih, atau bahkan mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara, jaringan leher rahim yang normal, tidak akan menunjukkan perubahan apapun.

Sadanis atau periksa payudara klinis adalah pemeriksaan pada payudara oleh tenaga kesehatan (nakes) terlatih. Sadanis akan dilakukan sebelum wanita melakukan Inspeksi Vagina dengan Asam aseta (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim. lanjutnya.

Pemeriksaan ini dianggap pemeriksaan awal yang efektif dan murah untuk mendeteksi kanker serviks dan sadanis. Pasalnya, tidak dibutuhkan waktu dan pengamatan laboratorium lagi untuk tahu hasilnya. Selain itu, kelebihan lainnya adalah pemeriksaan ini aman dilakukan. Mulai saat ini lakukanlah pemeriksaan iva dan sadanis ke puskesmas terdekat.

KELAS IBU BALITA UPT. PUSKESMAS SAPAT

Kelas Ibu Balita merupakan kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator dengan menggunakan buku KIA.

SABTU, 06/04/19. Puskesmas Sapat mengadakan Kegiatan kelas ibu balita, kegiatan ini dilaksanakan di gedung serba guna pulau mas kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra oleh Penanggung jawab  Program KIA bersama Tenaga pelaksana gizi UPT. puskesmas Sapat guna meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku ibu balita sehingga terwujud tumbuh kembang anak yang optimal.

Adapun Manfaat Bagi ibu balita dan keluarganya, kelas ibu balita merupakan sarana untuk mendapatkan teman, bertanya, dan memperoleh informasi penting yang harus dipraktekkan. Dan Bagi petugas kesehatan, penyelenggaraan kelas ibu balita merupakan media untuk lebih mengetahui tentang kesehatan ibu balita, anak dan keluarganya serta dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan ibu balita serta keluarganya dan masyarakat.

RamadaSari Amd.Gz selaku pemateri menjelaskan “bahwa kegiatan kelas balita merupakan kegiatan  partisipatif artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi karena posisi pasif cenderung tidak efektif dalam merubah perilaku. Oleh karena itu kelas ibu balita dirancang dengan metode belajar partisipatoris, dimana si ibu tidak dipandang sebagai murid melainkan sebagai warga belajar. Dalam prakteknya para ibu di dorong untuk belajar dari pengalaman sesama, sementara fasilitator berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar. Pelan-pelan metode seperti ini bisa di ikuti oleh peserta, terlihat dari respon ibu-ibu pada pertemuan ini yang mau di ajak berdiskusi terkait pemberian Asi eksklusif dan makanan dengan gizi seimbang untuk balita”.

 

Sumber : Ahmad Syarif, SKM (promkes Puskesmas Sapat)

UPT PUSKESMAS SAPAT AJAK MASYARAKAT BIJAK GUNAKAN OBAT MELALUI SOSIALISAI GEMA CERMAT

Sapat, 24/02/2019. Selama ini banyak kasus-kasus di masyarakat mengenai penyalahgunaan obat, Baik itu obat yang sudah diresepkan dari dokter karena sakit, maupun obat yang masyarakat dapatkan atas inisiatif  mereka sendiri. Kasus-kasus tersebut diantaranya mulai dari keracunan, overdosis, hingga menyebabkan kematian. Mereka menganggap diri mereka tahu cara menggunakan obat dari awal sejak mereka dapatkan hingga akhir. Kurangnya keingin tahuan masyarakat mengenai hal ini sangatlah berbahaya. Mereka tidak boleh menganggap remeh mengenai tata cara pengelolaan obat. Mulai dari awal mereka mendapatkan resep dari dokter, hingga cara membuangnya jika sudah tidak bisa dipakai lagi. karena jika sedikit kita salah melakukan pengelolaan obat, maka akan sangat berakibat fatal bagi diri kita sendiri atau si konsumen obat. Selain itu dampak dari kesalahan pengelolaan obat akan tampak dilingkungan. Pencemaran lingkungan karena pembuangan obat yang sembarangan akan terjadi dan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem di sekitar. Hal ini pada akhirnya juga menyebabkan kerugian bagi manusia sendiri. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah DAGUSIBU.

Berkaitan dengan hal itu UPT puskesmas Sapat melakukan sosialisasi GERMAS dan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) yang di wakili Tenaga Promkes dan Penanggung Jawab Farmasi Puskesmas Sapat yang di tujukan pada Masyarakat dan Siswa SMAN Bhina Bhakti Kelurahan Sapat wilayah kerja UPT Puskesmas di kecamatan Kuala Indragiri.

Adapun materi yang di berikan Dalam kegiatan sosialisasi pada Masyarakat dan siswa di Kecamatan Kuindra ini adalah berkenaan tentang tatacara Penggunaan obat yang benar (DAGUSIBU) yaitu Dapatkan ditempat yang benar serta berizin, Gunakan secara Benar, Simpan ditempat yang Benar dan Buang obat yang rusak / kadarluarsa dengan cara yang benar.

DAGUSIBU dapat di artikan yaitu Obat didapatkan di Apotek dan Toko Obat yang berizin, Cara ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mereka dapatkan hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Dengan berbagai pertimbangan di atas maka masyarakat perlu tahu akan pentingnya pengelolaan obat mulai dari mereka mendapatkan resep hingga membuangnya jika tidak diperlukan. Sehingga, dampak dari kesalahan penyalahgunaan masyarakat bisa dicegah.

 

promkes puskesmas sapat: Ahmad Syarif, SKM