Skip to main content

SOSIALISASI METODE DAGUSIBU OLEH PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG DI SMP ISLAM TERPADU MUSLIMATUL ITTIHADZIAH

Keritang, 27 Februari 2019. Merupakan upaya bersama dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan pemahaman terhadap obat melalui metode DA GU SI BU.

Oleh karena itu UPT Puskesmas Pengalihan Keritang melaksanakan sosialisasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat “GEMA CERMAT”  yang di laksanakan di SMP Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah desa pancur.

Obat, ibarat madu atau racun. obat di sebut sebagai madu karena bisa menghilangkan gejala sakit, dan obat di sebut racun apabila penggunaan obat yang tidak benar akan menyebabkan efek samping yang merugikan kesehatan.

Agar terhindar dari dampak negatif penggunaan obat secara benar, yang perlu diketahui setelah mendapatkan obat kita perlu mengenal penggunaan obat secara benar dengan metode “DAGUSIBU”  Yaitu :

DApatkan obat dari apotik dan toko obat berizin Maupun rumah sakit dan puskesmas. pada waktu menerima obat perlu di lakukan pemeriksaan penandaan kemasan dan kualitas kemasan.

GUnakan, sebelum menggunakan obat pastikan obat yang akan di gunakan sudah benar, pastikan obat masih baik, baca peringatan dalam kemasan, pastikan apakah obat bisa di minum secara langsung digunakan atau ada hal tertentu yang harus dilakukan dulu baik itu dilarutkan di kedalam air dan gunakan obat sesuai dengan ketentuan.

SImpan dengan jauhkan obat dari jangkauan anak-anak, simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup, simpan obat dalam tempat yang sejuk, kering dan terhindar dari sinar matahari langsung, jangan tinggal obat di dalam mobil dalam jangka waktu yang panjang karena suhu tidak stabil dan jangan simpan obat yang sudah kadaluarsa.

BUang obat dengan benar, buanglah obat yang sudah kadaluarsa dan obat yang rusak,
obat dapat di buang dengan cara kemasan di buka, lalu di pendam dalam-dalam atau dibakar, dan pastikan pembakaran memusnahkan seluruh obat.

Hal ini di maksudkan bahwa tidak boleh menganggap remeh mengenai tata cara pengelolaan atau penggunaan obat yang di dapatkan. mulai dari awal mendapatkan resep dari dokter hingga cara membuangnya jika sudah tidak di pakai lagi, dan apabila Bila ragu atau tidak mengerti, tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan terdekat.

 

Sumber : Robiatun Adawiyah, SKM (promkes Pengalihan Keritang)

SOSIALISASI GERMAS DAN PEMBERIAN TABLET FE OLEH UPT PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG

Keritang. 19/02/2019.  Sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakkan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

UPT puskesmas Pengalihan Keritang dalam kegiatan ini di wakili penanggung jawab Promkes melaksanakan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) dan pemberian tablet FE pada remaja putri MTS ATTAUFIQIAH desa Teluk Kelasa wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Keritang.

GERMAS merupakan gerakkan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dengan masyarakat sehat.

Adapun 7 langkah yang bisa dilakukan masyarakat dalam rangka membiasakan hidup sehat :
1. melakukan aktivitas fisik
2. mengonsumsi sayur dan buah
3. tidak merokok
4. tidak mengonsumsi alkohol
5. memeriksa kesehatan secara rutin
6. membersikan lingkungan
7. menggunakan jamban

Juga dalam kegiatan ini PJ promkes Pengalihan Keritang melakukan sosialisai pada remaja dan pemberian tablet FE karena remaja putri merupakan bibit penerus bangsa, mulai dari dini menjalankan hidup bersih dan dalam pemberian tablet Fe harus di selingi dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya dengan zat besi.

 

sumber : Robiatun Adawiyah, (Promkes Pengalihan Keritang)

PUSKESMAS PENGALIHAN KERITANG LAKUKAN SOSIALISASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH DI SMK KARYA KERITANG

Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Anemia bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin, yakni protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika memiliki anemia, maka tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Akibatnya, seseorang mungkin akan merasa lelah atau lemah. Selain itu, gejala lain mungkin muncul seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Sabtu,(16/02/2019) UPT puskesmas Pengalihan Keritang melaksanakan kegiatan sosialisasi amenia(tablet tambah darah) pada remaja putri di SMK Karya Pengalihan Keritang dengan jumlah siswi yang hadir 153 siswi dan 1 guru UKS.

Adapun tujuan pemberian tablet tambah darah ini adalah untuk meningkatkan status gizi remaja putri sehingga dapat memutuskan mata rantai terjadinya stunting (pendek), mencegah anemia, meningkatkan kebugaran tubuh dan daya konsentrasi belajar serta meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh sebagai bekal dalam mempersiapkan generasi yang sehat.

Dalam kegiatan ini robiatun adawiyah selaku Penanggung jawab PROMKES puskesmas Pengalihan Keritang Menambahkan , selain pemberian tablet tambah darah pada remaja putri agar lebih efektif juga harus di imbangi dengan konsumsi gizi seimbang, banyak mengkonsumsi sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati ayam dan telur.

Sumber : Robiatun Adawiyah (Promkes puskesmas Pengalihan Keritang)