Skip to main content

Bidan dan Dukun Bayi di Pelangiran Komit Tekan AKI dan AKB

Tingginya angka kematian ibu dan bayi mendorong Dinas Kesehatan Indragiri hilir (Inhil) menggalakkan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi di setiap Kecamatan.

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Dinkes Kabupaten Inhil melalui Puskesmas Pelangiran melaksanakan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi menjadi salah satu terobosan yang bermuara untuk menurunkan AKI dan AKB.

“Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi juga merupakan metode yang tepat karena permasalahan kesehatan merupakan permasalahan yang multi dimensi,” terang Kepala Puskesmas Pelangiran Imam Santoso,SST.FT.MM , Kamis (12/12/2019) pagi.

Kemudian, program kesehatan bisa berjalan tanpa harus meninggalkan unsur kebudayaan setempat atau dengan pendekatan kearifan lokal, peran Dukun Bayi yang masih dipercayai oleh masyarakat dan dengan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi ini memiliki peran masing-masing peran, yaitu Bidan sebagai penolong persalinan dan Dukun Bayi sebagai pendamping.(ded)

SETIAP JUM’AT, DINAS KESEHATAN INHIL RUTIN LAKUKAN SENAM PAGI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengisi kegiatan Jum’at pagi dengan Senam Bersama di Lapangan kantor yang dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Senam pagi merupakan suatu aktifitas fisik yang perlu diadakan untuk menjaga kebugaran jasmani para pegawai. Gerakan-gerakan senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran darah sehingga lebih sehat dan segar. Paparan sinar matahari pagi juga bagus bagi tubuh karena kandungan vitamin D alaminya.

“Jika tubuh sehat dan bugar secara fisik, maka kemampuan konsentrasi juga akan meningkat dan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari”, ungkap Kadiskes H. Zainal Arifin, SKM.,M.Kes

Lebih lanjut beliau mengungkapkan senam juga dapat memperkuat tulang, membantu menormalkan aliran darah dan melatih urat saraf yang kaku serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh.

“Senam juga bisa menjaga fungsi otak, mencegah pikun, juga bisa mengurangi stress dan membuat lebih bahagia karena dengan kita melakukan gerakan senam maka tubuh akan melepaskan hormon endorphine”, tutupnya

Zat Endorphin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh. Endorphin diproduksi oleh tubuh kita (kelenjar pituitary) yaitu pada saat kita merasa bahagia (tertawa) dan pada saat kita istirahat yang cukup.

MENGHINDARI BAHAYA PENGGUNAAN OBAT, UPT. PUSKESMAS PELANGIRAN MENGADAKAN SOSIALISASI 5 O

Seiring dengan banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi obat-obatan khususnya yang sakit, UPT. Puskesmas Pelangiran mengadakan Sosialisasi Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) kepada masyarakat Desa Wonosari Kecamatan Pelangiran, kamis (21/02/2019). Yang dihadiri  oleh Kepala Desa, Tim PKK Desa, Tokoh Masyarakat dan Tim Kesehatan Puskesmas Pelangiran.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional. Selain itu, banyak juga masyarakat yang mengkonsumsi obat dengan dosis yang kurang tepat atau tidak sesuai dosis karena tidak berkonsultasi dengan apoteker ataupun dokter, sehingga menyebabkan tubuh kita kebal terhadap obat dan membuat penyakit tersebut semakin sulit untuk diobati.

Dalam sambutannya Kepala Desa Wonosari Bapak Alif Fauzi menyampaikan kepada masyarakat sangat berterima kasih kepada Tim UPT. Puskesmas Pelangiran yang telah datang ke Desanya untuk menyampaikan sosialisasi cara penggunaan obat yang benar dan diharapkan kepada masyarakat Desa dengan adanya sosialisasi ini masyarakat dapat menyadari dalam menggunakan obat.

Apoteker UPT. Puskesmas Pelangiran Ibu Fitri Wulandari, Amd.Keb menyampaikan juga akan pentingnya masyarakat cerdas dalam menggunakan obat dan apabila masyarakat membeli obat di Apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan seperti berobat di puskesmas agar masyarakat dapat menanyakan 5 0 yaitu apa nama obat dan kandungannya, apa indikasi obat itu, berapa dosis obat itu saat diminum, bagaimana cara menggunakan obat tersebut dan apa bahaya obat tersebut. Selain itu masyarakat dapat menerapkan DAGUSIBU ( Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) agar obat yang telah habis atau kadaluarsa tidak terminum dengan orang lain atau disalahgunakan oleh pihak lain.

MENCEGAH DEMAM BERDARAH, UPT. PUSKESMAS PELANGIRAN LAKUKAN PEMERIKSAAN EPIDEMIOLOGI DAN FOGGING

Kasus Demam Berdarah (DBD) sering sekali meresahkan masyarakat, setiap tahun kasus DBD ini selalu menelan korban jiwa. Kondisi ini tentunya membutuhkan penanganan ekstra untuk memberantas sarang nyamuk, di tambah lagi dengan musim penghujan, resiko penyakit nyamuk DBD bisa saja meningkat.

Menanggapi kasus ini UPT. Puskesmas Pelangiran melaksanakan kegiatan pemeriksaan epidemiologi (PE) serta melakukan fogging di Dusun Tanjung Pandak Kelurahan Pelangiran. Kamis (31/1/2019).

Dokter Umum UPT. Puskesmas Pelangiran, dr. Panggih Sekar Palupi menyampaikan ” Kepada masyarakat untuk rajin membersihkan lingkungan sekitar, karena dengan lingkungan yang kotor akan menjadikan resiko nyamuk ini akan bersarang lebih banyak, masyarakat juga dihimbau untuk melaksanakan 3M Plus yaitu menguras dan menyikat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang sampah bekas serta mencegah gigitan dan perkembangan nyamuk”.

Diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan ini, masyarakat dapat mencegah penyakit demam berdarah karena penyakit ini sangat mematikan apabila terlambat di obati.

UPT PUSKESMAS PELANGIRAN TAJA SOSIALISASI PHBS DI DESA WONOSARI

Dalam rangka mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) diwilayah kerja UPT Puskesmas Pelangiran bekerja sama dengan pihak desa Wonosari dan pihak Kecamatan Pelangiran, UPT Puskemas Pelangiran melaksanakan sosialisasi PHBS dan desa siaga aktif serta pembinaan Posyandu di desa Wonosari Kecamatan Pelangiran, selasa (17/04/2018).

Kegiatan ini digelar di balai Desa Wonosari yang diikuti oleh 28 peserta, terdiri dari 20 orang Kader PHBS dan 8 orang Kader Posyandu dilingkungan Desa Wonosari. Sedikitnya ada 10 indikator yang wajid dipenuhi oleh Desa/Kelurahan untuk mendapakan predikat Desa/Kelurahan ber-PHBS, 10 indikator tersebut meliputi pertolongan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI ekslusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik, tidak merokok di dalam rumah.

Kepala Desa Wonosari Alif Fauzi, dalam arahannya mengatakan kepada para peserta sosialisasi agar menyimak dengan baik materi yang akan disampaikan oleh tim dari UPT puskesmas pelangiran,

“Kegiatan ini sangat penting karena menyangkut kesehatan dilingkungan masyarakat”, ucap Alif Fauzi

“Dari hasil sosialisasi ini, harapan kita agar para kader dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat terutama tentang bagaimana menanamkan pola hidup bersih dan sehat di rumah”, tutupnya

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Pelangiran Imam Santoso, SST.FT M.M yang dalam hal ini diwakili oleh Wahyu Ramadhan, SKM selaku tim Promotor Kesehatan UPT Puskesmas Pelangiran dalam acara tersebut menghimbau para kader, untuk bersama-sama mewujudkan paradigma sehat yang sesungguhnya dengan melaksanakan indikator Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari hari.

“Dengan melaksanakan indikator PHBS,  kita akan terhindar dari berbagai macam penyakit”, ucap Wahyu Ramadhan

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini masyarakat desa tersebut dapat melaksanakan semua indikator tersebut agar harapan Indonesia Sehat dapat terwujud”, tutupnya

Editor : Saipur Rahman

Sumber : Promotor Kesehatan UPT Puskesmas Pelangiran Wahyu Ramadhan,SKM