Skip to main content

UPT. PUSKESMAS KEMPAS JAYA KEMBALI ADAKAN PELATIHAN DAN LOMBA CERDAS CERMAT DOKTER KECIL BERBASIS SEKOLAH DASAR SEKECAMATAN KEMPAS JAYA

UPT. Puskesmas Kempas Jaya mengadakan pelatihan dokter kecil dan cerdas cermat dokter kecil tingkat sekolah dasar se kecamatan kempas, tahun 2019.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Puskesmas Kempas Jaya langsung, dan sekaligus juri dalam  ini. Kegiatan yang di ikuti oleh seluruh SD/MI se kecamatan Kempas sebanyak 30 siswa/i, yang Dilaksanakan di Aula Puskesmas pada hari sabtu, 26 Oktober 2019.

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturrahmi antar Dokter kecil SD/MI dimaksudkan untuk mengasah kembali apakah selama ini anak-anak menyimak dan memahami apa yang diberikan Tim Kesehatan Puskesmas.

Suharmin, SKM.MM selaku pimpinan Puskesmas Kempas Jaya mengajak para dokter kecil tersebut untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, ilmu yang sudah didapat dalam kegiatan seperti pengetahuan tentang lingkungan, kesehatan gigi, imunisasi, napza sampai pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K ) ini hendaknya disalurkan kepada teman-teman dilingkungan sekolah dan juga bermanfaat dirumah. ujar kepala puskesmas kempas itu.

Kepala Puskesmas Kempas Jaya Menambahkan, Melalui dokter kecil ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas anak sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kesehatan serta kesejahteraan anak agar tumbuh cerdas dan kreatif, dan dimulai sejak dini sehingga menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas dan produktif.

Berikut para pemenang lomba Dokter Kecil Tahun 2019 yaitu, Juara 1 SDN 001 Kempas,
Juara 2 SDN 019 Sungai Gantang, dan Juara 3 SDN 018 Harapan Tani.

Selamat kepada para juara, semoga menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kreatif, produktif dan berkualitas. Piala dan sertifikat penghargaan diberikan saat memperingati hari Kesehatan Nasional nanti. Kata Ririn Selaku Promkes Puskesmas Kempas Jaya.

 

Narasumber : Ririn Octaverina, SKM

SETIAP JUM’AT, DINAS KESEHATAN INHIL RUTIN LAKUKAN SENAM PAGI

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengisi kegiatan Jum’at pagi dengan Senam Bersama di Lapangan kantor yang dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Senam pagi merupakan suatu aktifitas fisik yang perlu diadakan untuk menjaga kebugaran jasmani para pegawai. Gerakan-gerakan senam pagi bermanfaat untuk melatih otot-otot pada tubuh, melancarkan peredaran darah sehingga lebih sehat dan segar. Paparan sinar matahari pagi juga bagus bagi tubuh karena kandungan vitamin D alaminya.

“Jika tubuh sehat dan bugar secara fisik, maka kemampuan konsentrasi juga akan meningkat dan memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari”, ungkap Kadiskes H. Zainal Arifin, SKM.,M.Kes

Lebih lanjut beliau mengungkapkan senam juga dapat memperkuat tulang, membantu menormalkan aliran darah dan melatih urat saraf yang kaku serta meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh.

“Senam juga bisa menjaga fungsi otak, mencegah pikun, juga bisa mengurangi stress dan membuat lebih bahagia karena dengan kita melakukan gerakan senam maka tubuh akan melepaskan hormon endorphine”, tutupnya

Zat Endorphin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang dan untuk kekebalan tubuh. Endorphin diproduksi oleh tubuh kita (kelenjar pituitary) yaitu pada saat kita merasa bahagia (tertawa) dan pada saat kita istirahat yang cukup.

HARI KANKER SEDUNIA, UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA MENGADAKAN PEMERIKSAAN IVA SECARA GRATIS DAN CHECK TUMBUH KEMBANG ANAK

Dalam rangka memperingati hari kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari, WHO atau Organisasi Kesehatan Sedunia menyerukan dilakukannya aksi pemberantasan kanker serviks/kanker leher rahim secepatnya, Kanker serviks yang merupakan penyebab utama kematian perempuan diseluruh dunia itu menewaskan lebih dari 300 ribu perempuan dinegara berkembang setiap tahunnya. Penyakit itu disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) yang ditularkan melalui hubungan seksual. WHO mengatakan kanker serviks dapat disembuhkan jika infeksi itu di deteksi lebih awal namun lebih baik melakukan pencegahan dengan memberi vaksin HPV bagi anak remaja 9-14 tahun dan pasien tidak datang dengan keadaan stadium lanjut. Deteksi dini khususnya sangat baik untuk mengendalikan kanker leher rahim dan payudara.

Pada kesempatan peringatan hari Kanker Sedunia ini, UPT Puskesmas Kempas Jaya mengadakan sosialisasi dan pemeriksaan IVA secara gratis di wilayah kerja Kabupaten Indragiri Hilir, hari Sabtu, (16 Februari 2019). Kegiatan ini dibuka langsung oleh KTU  puskesmas Kempas Jaya (Rio Supriyono, SKM), Dokter Umum (Dr. H. Nursamsir), Bikor (Hj. Siti Zalekho, SST), dan Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (Ns. Pariatun), serta (Debby Hayati S, Amd. Keb). Dihadiri oleh Dokter spesialis anak (Dr. Nur Robbiyah), beliau menjelaskan seputaran tentang kanker serviks dan tumbuh kembang anak.

Yang hadir dalam acara ini 50 orang ibu – ibu dan 25 anak – anak, setelah sosialisasi petugas kesehatan melakukan pemeriksaan IVA gratis dan untuk anak – anak melakukan tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan alhamdulillah ibu – ibu merasa puas dengan adanya kegiatan ini, “kami yang ibu-ibu sedikit banyak sudah mengerti bahwa pentingnya menjaga pola hidup sehat dan memeriksakan secara awal tentang kanker rahim ini’ ujar ibu eliza warga rumbai.

Pesan kepada semua pihak untuk meningkatkan upaya promosi dan preventif kepada masyarakat bahwa kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat misalnya tidak merokok, diet sehat dan seimbang, aktifitas fisik.

Dukungan dari lintas program dan sektor sangat penting dalam mengendalikan kanker di Indonesia, serta perlu adanya pengawasan dan evaluasi tentang efektifitas pengobatan alternatif yang banyak ditawarkan melalui media massa maupun elektronik. Dan inilah yang menjadi harapan kita semua, kita kembali ke preventif promotif jangan datang ke puskesmas itu hanya untuk sakit, tapi untuk memeriksa chek up kondisi tubuh kita, supaya kita tidak datang dalam keadaan yang terlambat. ujar KTU puskesmas Kempas jaya (Rio Supriyono, SKM)

 

Sumber :Ririn Octaverina – Promkes kempas Jaya

UPT. PUSKESMAS KEMPAS JAYA MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN CALON JEMA’AH HAJI TAHUN 2018

Pemeriksaan Kesehatan sebagai syarat wajib keberangkatan terhadap 29 orang Calon Haji Kecamatan Kempas Tahun 2018 dilaksanakan di UPT Puskesmas Kempas jaya mulai hari ini, Senin (22/1) sampai dengan Sabtu (27/1).

Pemeriiksaan kesehatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan data, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang diagnosa, serta pelaksaan pembinaan sampai hari keberangkatan dengan kondisi sehat. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui upaya – upaya peningkatan kondisi kesehatan sebelum berangkat, menjaga kondisi sehat selama menunaikan ibadah sampai kembali ke Indonesia, serta mencegah transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar atau masuk oleh jemaah haji.

Kegiatan ini berlangsung selama 1 minggu kedepan. Pemeriksaan dilaksanakan di Aula UPT Puskesmas Kempas Jaya pada pukul 09.00 WIB s/d selesai. Ns. Pariatun, S.Kep sebagai pemegang program kegiatan ini membuka langsung pemeriksaan calon Jemaah haji didampingi oleh Bapak dr. H. Nursamsir selaku Dokter UPT Puskesmas Kempas Jaya serta tim petugas kesehatan yang ikut membantu pemeriksaan agar berjalan sesuai rencana. Pemeriksaan kesehatan calon Jemaah haji diberikan dalam bentuk pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan Rontgen dan EKG. Selanjutnya hari Sabtu 27/1 calon Jemaah haji (29 orang) melaksanakan Rockport atau Tes Kebugaran dan Penyuluhan Kesehatan pada masa keberangkatan, Penyakit yang perlu diwaspadai Jema’ah haji, Cara pola makan yang baik (gizi), serta PHBS yang benar yang akan disampaikan oleh Tim Pemateri PROMKES (Ririn Octaverina, SKM dan Sri Rujiati, AMK).

Sebenarnya ini bukan yang pertama, Sejak Tahun 2016 memang ada Peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang Istita’ah Kesehatan. Itu ada dalam Permenkes 15 Tahun 2016, terang Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya, SUHARMIN, SKM.MM.

Harapan kedepan setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan haji tahap ke 2 hendaknya calon Jema’ah haji mengikuti rangkaian pembina’an selama masa tunggu keberangkatan, tidak putus pada pemeriksaan kesehatan tahap 2 saja. Adapun hal yang harus diikuti setelah pemeriksaan kesehatan tahap 2 yaitu melaksanakan kebugaran jasmani atau tes Rockport selama 6 kali pengulangan mengikuti dan mendengarkan penyuluhan – penyuluhan kesehatan haji serta bisa melaksanakan terapi mandiri (Accupresure) yang diajarkan pihak Puskesmas ujar KTU (Supriyono, SKM).

 

Promkes : Ririn Octaverina, SKM. (Kempas Jaya)

PEMBINA’AN, DAN PEMERIKSA’AN JASMANI CALON JEMA’AH HAJI TAHAP II OLEH UPT. PUSKESMAS KEMPAS JAYA

17 Januari 2018. ibadah haji adalah ibadah yang sangat di dambakan oleh insan islami, bukan hanya untuk sekedar berkunjung tetapi juga memberikan perasaan damai bagi yang benar-benar melaksanakannya.

untuk lebih mengutamakan kesehatan bagi jema’ah haji, pemerintah mengeluarkan aturan melalui peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 15 tahun 2016 tentang istitoah kesehatan, pemerintah dalam hal  ini selain berperan dalam menyediakan fasilitas kesehatan juga memberikan pembinaan dan menentukan status kelayakan jema’ah haji berangkat secara mandiri.

Kepala UPT. puskesmas Kempas Jaya, Suharmin, SKM. MM saat membuka pertemuan mengatakan bahwa puskesmas adalah tempat penyaringan pertama status kesehatan jema’ah haji. bagi calon haji yang sehat di lakukan pembinaan bagaimana cara menjaga kesehatan agar tetap baik hingga saat keberangkatannya. pembinaan yang di berikan seperti memotivasi untuk melakukan latihan kebugaran jasmani. bagi calon haji sakit diberi pengobatan atau dirujuk. didampingi oleh KTU (Supriyono, AMF), (Ns. Pariatun, S.Kep dan dr. Nursamsir) sebagai pemegang program YANKES olahraga , (Setiyo Budi Harno), PROMKES (Ocatverina, SKM dan Sri Rujiati, AMK) dan dihadiri 29 peserta jema’ah haji se kecamatan Kempas wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya.

kegiatan ini dimulai pukul 09.00 – 12.00 WIB di Aula UPT Puskesmas Kempas jaya. kegiatan yang dilaksanakan yaitu pengarahan tentang rangkaian pemeriksaan kesehatan CIH dengan metode RockPort 1,6 KM pembinaan kebugaran kesehatan ini bukan kompetisi (berupa jalan santai, jalan cepat ataupun lari) namun sesuai kemampuan. dengan dilakukannya test kebugaran tersebut diharapkan calon jema’ah haji maupun petugas haji dapat mengetahui tingkat kebugaran dan juga sesi tanya jawab antara petugas kesehatan dan calon jema’ah haji tentang kesehatan.

PROMKES : Ririn Octaverina, SKM