Skip to main content

KEGIATAN POSYANDU BAYI, BALITA DAN IBU HAMIL DI POSYANDU MAWAR KECAMATAN ENOK

Posyandu bayi, balita dan ibu hamil yang di laksanakan di Posyandu Mawar Merah Kecamatan Enok, senin, (8/07/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Kesehatan UPT. Puskesmas Enok, Ibu-ibu yang membawa anaknya dan ibu-ibu hamil. Dalam kegiatan Posyandu ini diadakan kelas balita sekaligus penyuluhan tentang asi eksklusif, cara pemberian asi / menyusui yang benar dan maanfaat asi bagi ibu dan bayi.

Dalam kegiatan ini ibu Hera Awanda Ramadhani A.Md.Keb menjelaskan asi eksklusif adalah pemberian asi sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Cara memberi asi / menyusui yang benar adalah dengan :

  1. Pastikan ibu dan bayi dalam kondisi rileks dan nyaman.
  2. Mendekatkan bayi ke payudara.
  3. Perlekatan yang benar ( mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, namun pada area bawah putting payudara dan selebar mungkin).
  4. Membetulkan posisi bayi.
  5. Waktu menyusu ( bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit tergantung kebutuhannya. Untuk bayi yang baru lahir, biasanya bayi perlu disusui setiap 2-3 jam dengan waktu menyusu 15-20 menit setiap kalinya.

Selanjutnya dalam penyuluhan ini ibu Siti Aminah Amd.Keb menjelasakan tentang ada beberapa manfaat asi untuk ibu dan bayi yaitu :

  1. Hormon oxytocin yang dihasilkan dari proses menyusui akan membuat rahim Ibu kembali ke ukuran normal lebih cepat.
  2. Selain mengurangi risiko terkena osteoporosis, menyusui dapat meningkatkan kepadatan mineral Ibu.
  3. Mengurangai resiko kanker payudara akan berkurang sebesar 24%.
  4. Melalui skin to skin contact, ikatan fisik, psikologis serta emosional akan terbentuk dari kedekatan Ibu dengan bayi.
  5. ASI dapat mempercepat pemulihan bayi yang sedang sakit. Komposisi sempurnanya yang terdiri dari energi, protein, lemak, vitamin dan nutrisi lainnya dapat diandalkan sebagai makanan untuk bayi sewaktu sakit.
  6. Pemberian ASI yang teratur dapat mengoptimalkan perkembangan fisik dan mental sang bayi.
  7. Bayi yang mendapatkan ASI akan cenderung terhindar dari resiko obesitas.
  8. Konsumsi ASI yang rutin selama kurang lebih 6 bulan akan membuat bayi memiliki perkembangan otak yang lebih baik.

Tenaga kesehatan Ibu Siti Aminah, Amd.Keb mengatakan ” bayi dan balita bisa diberi asi dari umur 0-6 bulan tanpa memberi makanan tambahan apapun, tujuannya agar daya tahan tubuh anak sehat dan tidak mudah sakit ”.

Semoga dengan adanya Posyandu ini ibu-ibu menjadi lebih mengetahui manfaat posyandu dan bisa memotifasi ibu-ibu lainnya untuk membawa anaknya ke posyandu.

PUSKESMAS ENOK BERIKAN PEMAHAMAN TENTANG BUBUK ABATE DAN PENYAKIT DBD PADA MASYARAKAT

ENOK, 01/07/2019. Penyuluhan tentang Demam Berdarah ( DBD ) terus di lakukan guna mencegah penyakit DBD yang bisa mengancam siapa saja , tak terlepas dari upaya ini puskesmas Enok juga terus mengajak masyarakat  serta memberikan pengetahuan tentang bubuk ABATE dan penyuluhan tentang DBD .

kegiatan ini di lakukan salah satu rumah warga di kelurahan pusaran 8 wilayah kerja Puskesmas Enok , dihadiri oleh promotor kesehatan H. Muhammad Rusli, SKM dan Sudaryani, SKM dan di ikuti oleh warga setempat dan Bidan yang ada di pustu pusaran 8 ini.

H. Muhammad Rusli, SKM menjelaskan kepada warga bahwa Abate adalah obat yang tergolong ke dalam larvasida yang bisa memberantas nyamuk saat masih berada di dalam fase larva, Obat abate ini juga sudah lama dipakai guna megendalikan wabah Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan dan Aedes albopictus.

Kandungan kimia yang ada di dalam bubuk abate, yaitu Temephos bisa membunuh jentik-jentik nyamuk sebelum ia mencapai dewasa dan menyebarkan penyakit DBD. Hal ini bisa mengurangi jumlah vektor DBD dan angka kejadian DBD pun bisa diturunkan,

Dosis abate adalah 1 gram untuk 10 liter air. Jadi, jika di dalam wadah penampungan air berisikan 100 liter air, maka membutuhkan 10 gram bubuk abate. Jangan heran jika hanya membutuhkan sedikit bubuk abate. Pasalnya, obat abate bisa bekerja secara efektif dengan dosis yang sangat rendah.  tambah Muhammad Rusli.

Sudaryani, SKM menyampaikan tujuan penyuluhan ini adalah agar masyarakat bisa mengetahui bahaya nyamuk DBD dan melakukan pencegahan sebelum terjadi pada warga setempat. Dan menjelaskan kegunaan bubuk ABATE untuk membunuh jentik-jentik agar tidak terjadi perkembangbiakan nyamuk DBD tersebut.

Kita promosi kesehatan dari puskesmas Enok terus memberikan pengetahuan kepada warga setempat tentang kegunaan ABATE dan cara mencegah penyakit DBD Sebelum nantinya akan di lakukan Fogging, tutupnya.

Narasumber : SUDARYANI, SKM (Promkes Puskesmas Enok)

INI TUJUAN PUSKESMAS ENOK ADAKAN KELAS IBU HAMIL

Seluruh Puskesmas khususnya Di kabupaten indragiri Hilir terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing. Pendekatan pelayanan ini merupakan upaya untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Satu diantaranya adalah melalui program kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil ini di adakan pada Sabtu, pukul 09:30 – 11:00 (29/06/19) bertempat di puskesmas ENOK. Dengan Tema *PERSALINAN AMAN, NIFAS NYAMAN, IBU SELAMAT, BAYI SEHAT*.

Kelas ibu hamil ini di pimpin oleh Siti Aminah, Amd. Keb dengan Ayu Rizki Purwati, Am. Keb dan di ikuti oleh 6 orang Ibu hamil.

Siti Aminah, Amd. Keb menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Khususnya ibu hamil (BUMIL) tentang kehamilan, persalinan dan masa nifas sekaligus Mengajak ibu hamil untuk melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, dan mengetahui apa saja tanda-tanda persalinan, agar ibu sehat dan bayipun selamat.

Ayu Rizki Purwati, Am. Keb menambahkan, kelas ibu hamil merupakan usaha sederhana mendekatkan pelayanan, meningkatkan pemahaman tentang kehamilan, persalinan dan masa nifas. tutup Ayu.

 

Sumber : Sudaryani, SKM (Promkes Puskesmas Enok)

UPT. PUSKESMAS ENOK LAKSANAKAN LOKAKARYA MINI TRIBULAN

Dalam rangka 100 Hari kerja Puskesmas, UPT. Puskesmas Enok menggelar Lokakarya Mini Tribulan di Aula Puskesmas Enok, rabu ( 27/02/2019).

Tampak hadir saat Deklarasi Kesepakatan Hasil Lokakarya Mini Tribulan Pertama Yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Ns. Hj. Faridah, S.Kep, Camat Enok yang diwakili oleh Drs. H. Zainal Abidin, Kepala Upt. Puskesmas Enok Heri Januari, SKM, Perwakilan Kapolsek Enok, Perwakilan Kepala Desa / Kelurahan yang ada di Kecamatan Enok, Perwakilan Pustu / Bidan, Perwakilan Korwil Pendidikan Enok, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Adapun isi dari kesepakatan Lokakarya Mini Tribulan Pertama Upt.Puskesmas Enok adalah :

  1. Menyusun program dibidang kesehatan berkoordinasi antara puskesmas dan lintas sektoral dalam 100 hari kerja puskesmas.
  2. Melakukan penyuluhan dan pengadaan alat peraga tentang jamban sehat.
  3. Pembentukan arisan jamban sehat disetiap Desa / Kelurahan.
  4. Membuat jamban sehat untuk umum disetiap Desa / Kelurahan.
  5. Melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibnas, Pendidikan, Kepala Desa / Lurah, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, TP PKK Desa/Lurah dan Kecamatan dalam pembuatan jamban sehat.
  6. Evaluasi pembuatan jamban sehat dirumah tangga seluruh Desa / Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Enok pada lokmin tribulan berikutnya.
  7. Kecamatan Enok siap bebas dari buang air besar disembarangan tempat (BABS) tahun 2020.
  8. Kecamatan Enok bebas DBD.

Selesai penandatanganan kesepakatan hasil lokakarya mini tribulan pertama, Camat Enok yang diwakili oleh Drs. H. Zainal Abidin mengatakan dalam kerja 100 hari Puskesmas diharapkan bisa membangun jamban sehat di setiap Desa / Kelurahan.

UPT. PUSKESMAS ENOK LAKSANAKAN KEGIATAN PEMERIKSAAN IVA DAN HIV SERTA SOSIALISASI IVA, HIV AIDS DAN TB PARU

  Untuk mendeteksi kanker serviks secara dini, UPT. Puskesmas Enok lakukan kegiatan Pemeriksaan IVA dan HIV sekaligus melakukan Sosisalisasi IVA,HIV AIDS dan TB PARU di Kelurahan Pantai Seberang, Kecamatan Enok, senin (11/02/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Tata Usaha, Ibu Sekretaris Lurah, Tenaga Promkes dan Bidan Puskesmas Enok. Sosialisasi dan Pemeriksaan IVA, HIV AIDS dan TB dilakukan langsung oleh ibu Eva Dimianti, Amd.Keb dan Ibu Sudaryani, SKM.

Tujuan dari Kegiatan Sosialisasi dan Pemeriksaan ini agar para ibu-ibu bisa mendeteksi secara dini mengenai penyakit kanker serviks, bagaimana cara pencegahannya dan cara pengobatan bagi yang terinfeksi.

Ibu ESKALINDA, SST selaku kepala Tata Usaha Puskesmas Enok Mengatakan : Diharapkan kepada Ibu-ibu mau memeriksakan dirinya sedini mungkin agar tidak terkena penyakit Kanker Serviks ataupun HIV.