Skip to main content

4 CARA MUDAH USIR BAU MULUT SELAMA PUASA

10Saat menjalani puasa, mulut akan mengalami kekeringan karena tidak makan dan minum. Produksi air liur pun menjadi berkurang. Hal ini bisa menjadi penyebab utama bau mulut.

Bau mulut saat puasa dapat menjadi masalah utama ketika harus bertemu dan berbicara dengan banyak orang. Anda yang memiliki aktivitas tinggi saat bulan puasa tentu tak mau memiliki napas yang tak segar.

Berikut, empat cara mudah dan efektif mengusir bau mulut selama puasa seperti dikutip dari Boldsky.com.

1. Banyak minum air saat sahur
Setelah makan sahur atau sambil menunggu waktunya imsak, manfaatkan waktu untuk minum air putih. Minum lah sedikitnya, 2-3 gelas air putih.

Minum air putih menjaga agar mulut tidak terlalu kering sehingga mencegah bau mulut. Saat waktunya berbuka puasa, juga jangan lupa minum air putih agar tubuh terhidrasi dengan baik.

2. Sikat gigi setelah makan
Baik saat bulan puasa maupun tidak, sikat gigi setelah makan harus dilakukan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Saat bulan Ramadan, jangan lupa menyikat gigi setelah makan sahur untuk mencegah datangnya bakteri penyebab bau mulut.

3. Gunakan obat kumur antibakteri
Hanya dengan sikat gigi terkadang tak mampu menjangkau semua sela-sela gigi. Gunakannlah obat kumur antibakteri agar maksimal membersihkan seluruh sela-sela gigi atau rongga mulut. Dengan begitu, tak ada sisa makanan dan mencegah datangnya bakteri.

4. Bersihkan lidah
Tak hanya gigi, lidah juga menjadi bagian yang harus dibersihkan. Lidah bisa menjadi tempat menempelnya sisa makanan. Tak tertutup kemungkinan bakteri penyebab bau mulut terdapat di lidah.

Gunakan pembersih lidah setidaknya dua kali dalam sehari untuk menghilangkan plak dan mencegah bau mulut terjadi.

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2016/06/12/161500123/4.Cara.Mudah.Usir.Bau.Mulut.Selama.Puasa

PUASA DAN KESEHATAN SELAMA BULAN RAMADHAN

Puasa dan Kesehatan Selama Bulan Ramadhan

Menjalankan ibadah puasa bukan saja menjadi ibadah yang harus dikerjakan umat Islam, namun   menjalankan puasa juga berguna untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Walau asupan makanan   berkurang selama menjalankan ibadah puasa, dibalik itu semua ternyata menjalankan ibadah puasa   dapat memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh kita.

Selama menjalankan ibadah puasa, proses detoksifikasi atau proses pengeluaran zat racun di tubuh   akan bekerja dengan baik. Apalagi, kita menjalankan puasa selama satu bulan penuh, sehingga   berpuasa selama bulan Ramadhan ini bisa dikatakan bukan saja menjadi ibadah namun juga diyakini   mampu mengatasi masalah kesehatan yang mungkin sering Anda alami.

Apa saja manfaat puasa untuk kesehatan? Berikut ulasannya:

Menurunkan kolesterol

Pola makan yang teratur diimbangi dengan makanan yang sehat, membuat orang yang berpuasa   cenderung mengalami  penurunan kadar kolesterol jahat dalam darah. Dengan menurunnya   kolesterol jahat, maka Anda akan mengurangi potensi penyakit mematikan seperti penyakit jantung   ataupun penyakit stroke.

Meningkatkan sistem kekebalan 

Saat berpuasa, tubuh kita mengalami peningkatan limosit hingga 10 kali lipat. Limosit sendiri   merupakan zat yang dibutuhkan tubuh untuk menangkal virus dari luar atau sebagai sistem   kekebalan tubuh.  Sehingga berpuasa berguna menjaga tubuh Anda dari serangan virus-virus jahat   penyebab penyakit.

Meningkatkan fungsi otak

Puasa dapat meningkatkan fungsi otak Anda, karena saat menjalankan ibadah puasa neurotropik   yang diturunkan otak akan mengalami banyak peningkatan. Dengan demikian, selama berpuasa   tubuh kita akan menghasilkan sel otak yang banyak sehingga kinerja otak kita akan meningkat.

Menetralkan racun 

Saat berpuasa, tubuh akan melakukan detosifikasi atau mengeluarkan racun dalam tubuh Anda   secara alami dari sistem pencernaan. Sehingga saat berpuasa racun-racun jahat yang bersemayam   dalam tubuh Anda dapat dinetralkan oleh proses tersebut. Saat tubuh Anda menggunakan cadangan   lemak untuk membentuk energi baru, cadangan lemak tersebutlah yang akan membakar setiap   racun jahat dalam tubuh yang bersemayam dalam tubuh Anda.

Mencegah diabetes

Selama berpuasa kita mampu mengatur asupan makanan manis yang dapat menyebabkan penyakit   berbahaya diabetes. Diabetes disebabkan akibat kadar gula yang tinggi di dalam tubuh karena pola   makan dan konsumsi karbohidrat yang berlebihan. Hal ini yang menyebabkan kerusakan sel   pancreas yang tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup.

Menjalankan ibadah puasa tanpa kita sadari juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan. Bukan   tidak mungkin setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, tubuh Anda akan lebih   sehat dan terhindar dari beberapa penyakit berbahaya yang siap mengancam Anda. Untuk   menunjang dan menjaga tubuh Anda selama menjalankan ibadah puasa, dibutuhkan suplemen yang   dapat membantu kelancaran ibadah puasa Anda selama bulan Ramadhan.

K-Link Indonesia dengan kualitasnya mempunyai banyak suplemen yang dapat Anda konsumsi   selama menjalankan ibadah puasa agar stamina dan tenaga Anda terjaga. Anda dapat memilih   suplemen yang Anda butuhkan. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa!

Sumber : http://www.k-link.co.id/health/artno/403/Puasa-dan-Kesehatan-Selama-Bulan-Ramadhan

BAU MULUT SAAT PUASA? INI CARA MENGATASINYA

Tips agar mulut tidak berbau saat puasa adalah bau-mulut1yang paling banyak dicari oleh peselancar internet saat ini, apalagi dalam suasana bulan puasa Ramadhan. Saat berpuasa, bau mulut menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan. Hampir semua orang berpuasa akan mengalaminya. Ada sejumlah faktor penyebab mengapa mulut akan lebih berbau saat berpuasa, tetapi secara umum sangat dipengaruhi oleh faktor internal mulut kita. Adanya gigi berlobang atau gusi yang membengkak (abses) menjadi salah satu faktor utama penyebab bau mulut. Di samping itu, jenis makanan yang dikonsumsi juga ikut berpengaruh terhadap bau mulut.

Nah, kali ini kami akan menjelaskan beberapa cara sederhana dan tips agar mulut tidak berbau saat puasa. Beberapa tips di sini sebenarnya bukan rahasia lagi, hanya saja terkadang masih banyak orang menganggapnya hal sepele atau karena kurangnya perhatian terhadap masalah bau mulut (halitosis).

Singkat saja, agar mulut anda tidak berbau, ada beberapa cara dan saran yang dapat kami berikan dan dapat dipraktekkan sebelum dan setelah Anda berbuka puasa seperti di bawah ini:

Banyak Minum Air Putih

Usahakan minum air putih sebanyak mungkin, minimal 10 gelas menjelang sahur dan setelah berbuka puasa. Air putih dapat membantu membersihkan area rongga mulut, selain itu dapat meningkatkan produksi saliva ( air liur ) sebagai penetralisir bau mulut.

Minum Teh Hijau

Teh hijau mengandung  zat polyphenol dapat mengurangi bakteri  yang terdapat dalam rongga mulut maupun pada saluran pernafasan, oleh karena itu meminum teh hijau sebelum  dan setelah menjalankan puasa  sangat baik untuk mencegah bau mulut.

Pilih Menu Makanan Terbaik

Beberapa jenis makanan yang dapat  memicu ataupun mencegah bau mulut. Beberapa jenis makanan ini telah di jelaskan pada beberapa artikel  sebelum ini.

Lakukan Olahraga Ringan

Walaupun anda sedang menjalani puasa, sebaiknya anda melakukan olahraga ringan untuk mengeluarkan zat-zat racun  dalam tubtuh melalui keringat. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan, berolahraga ringan secara teratur ternyata dapat mengurangi bau mulut.

Gunakan Obat Kumur Antiseptik

Menggunakan obat kumur juga efektif untuk mengurangi bau mulut saat berpuasa. Tapi sebaiknya anda gunakan setelah anda berbuka puasa atau setelah makan sahur.

Menggosok Gigi

Menggosok gigi setelah makan sahur dan setelah berbuka puasa dapat membantu mengurangi bau mulut. Gunakan pasta yang mengandung mint untuk mengharumkan nafas anda.

sumber : http://www.doktercantik.com/369/tips-agar-mulut-tidak-berbau-saat-puasa.html

HASIL SIDAK BBPOM RIAU DI TEMBILAHAN, TEMUKAN MAKANAN MENGANDUNG RHODAMIN B

fb_img_1466131023501

Secara mendadak, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Riau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) dan Dinas Kesehatan Inhil mendatangi sejumlah pasar yang ada di kota Tembilahan, Kamis (16/6/2016). Adapun pasar-pasar yang didatangi tersebut seperti Pasar Selodang Kelapa, Pasar Parit 11 dan Pasar Kayu Jati Tembilahan.

Dari beberapa pasar tersebut, diambil sebanyak 26 sampel makanan yang dipilih secara acak. Berdasarkan pantauan Media Center Team di lapangan, sampel yang dipilih secara acak itu adalah sejumlah makanan yang warnanya terlihat sangat mencolok dari yang lainnya. Adapun sejumlah makanan yang diambil oleh pihak BBPOM untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan adalah kurma, tahu, terasi, bakso, ikan asin, kolang-kaling, cincau, aneka jenis kerupuk, semangka, dan lain sebagainya.

”Setelah ini akan kita cek di Dinas Kesehatan, kemungkinan satu jam lagi sudah kita ketahui hasilnya,” sebut pihak BBPOM.

Dari 26 sampel yang diambil BPPOM, lima diantaranya terdeteksi mengandung rhodamin B atau pewarna sintesis makanan. Adapun lima sampel yang terbukti mengandung zat berbahaya itu adalah, delima dan terasi.

”Dari 26 sampel, satu takjil mengandung rhodamin B yaitu delima. Tiga delima yang kita sampling, satu positif. Sedangkan empat bungkus terasi yang kita ambil, semua positif rhodamin B,” jelas Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPPOM Riau, Adrizal usai melakukan sidak pada sejumlah penjual takjil, kamis sore.

Ia menjelaskan, sejak 1985, melalui Menteri Kesehatan, Rhodamin B dilarang penggunaannya di Indonesia. WHO secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya.

”Jangka pendeknya jika mengkonsumsi makanan yang mengandung Rhodamin B bisa mengganggu pencernaan. Jangka panjangnya bisa merusak hati dan ginjal,” tutupnya.