Skip to main content

MUSIM DEBU, MASYARAKAT DIBERI MASKER GRATIS OLEH TIM KESEHATAN UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA

WhatsApp Image 2017-08-14 at 15.23.09Dengan telah mulai dilaksanakannya Pembangunan Jalan Lintas Samudra dari Arah Simpang Granit, Kabupaten Inhu menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok, Kabupaten Inhil yang bersamaan dengan datangnya musim kemarau menyebabkan tercemarnya udara oleh debu yang dapat membahayakan ksehatan masyarakat. Untuk itu berdasarkan intruksi dari Camat Kempas Drs Lukman Hakim MH, UPT Puskesmas Kempas Jaya bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Harapan Tani, KA Pustu Harapan Tani, Bhabinkamtibmas serta mahasiswa KKN dari UIN Suska Pekanbaru dan UNISI Tembilahan melakukan aksi pembagian 500 masker gratis kepada masyarakat.

Kegiatan pembagian masker yang dilakukan di Simpang 4 Pasar Kilometer 8 Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari yaitu dari Senin (7/8) hingga hari Rabu (9/8) dan dihadiri Kepala UPT Puskesmas Kempas Jaya Suharmin, SKM. MM diwakili Setyo Budi Harno dan Ririn Octaverina, SKM, Bhabinkatibmas Harapan Tani Aipda Henrik Gultom serta Kepala Pustu Harapan Tani M Ridwan.

Saat dikonfirmasi Posmetro Indragiri, Kepala Pustu Harapan tani M Ridwan mengadakan bahwa kegiatan pemabagian masker gratis ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat.

“Sebab sebagaimana kita ketahui debu ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit terutama penyakit ISPA.” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan pembagian masker secara gratis ini , M. Ridwan berharap dapat merangsang kesadaran masayarakat untuk selalu menggunakan masker terutama saat bepergian.

“Semoga dengan dilakukannya kegiatan ini masyarakat akan semakin sadar betapa pentingnya memakai masker pada saat kondisi seperti ini.” tutup M Ridwan.

Sumber: Ririn Octaverina, SKM, Tenaga Promosi Kesehatan UPT PKM Kempas Jaya

DINKES PROVINSI RIAU GELAR SUPERVISI FASILITATIF PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PERTAMA DI INHIL TAHUN 2017

DSCF3019_1Supervisi merupakan suatu proses pengarahan, bantuan dan pelatihan yang mendorong peningkatan kinerja dalam pelayanan bermutu, yang dilakukan dalam sebuah siklus yang berkesinambungan serta implementasinya menggunakan daftar tilik sebagai penilaian terhadap ukuran standar pelayanan program yang bersifat terarah, sistematis, efektif, fasilitatif dan berbasis data. Supervisi adalah manajemen Mutu dengan pendekatan proses. Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (selasa/14/03/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes dalam arahannya sangat berterima kasih karena Kabupaten Indragiri Hilir telah menjadi tujuan pertama Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan.

Lebih lanjut H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes mengatakan promosi kesehatan sangat penting untuk dilakukan bukan hanya oleh petugas kesehatan akan tetapi peran lintas sektor juga sangat diharapkan agar perilaku hidup sehat bisa dijadikan gaya hidup oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Gerakan Promosi Kesehatan ini memang sangat penting karena itu Dinas Kesehatan mengundang lintas sektor, agar bisa bertukar pikiran, bagaimana cara kita mengemas promosi kesehatan untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat.” ujar H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan berencana pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Indragiri Hilir, dan kita juga akan merancang bagaimana orang menggemari hidup sehat itu adalah sebagai gaya hidup sehari-hari jadi kenapa gerakan masyarakat (Germas) ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan karena banyak perubahan paradigma yang sudah terjadi luar biasa perubahan-perubahan. Pertama adalah perubahan dari lingkungan, lingkungan ini termasuk lingkungan hidup kita, gaya hidup, aktifitas fisik yang berkurang, dan pola makan. Gerakan hidup sehat itu harus dimulai dari keluarga jadi kalau setiap keluarga sudah menerapkan hidup sehat maka kami yakin ini bisa terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami berharap semua bisa memberikan kontribusi pada pertemuan ini sehingga kita paling tidak setiap tahun bergerak kearah yang lebih baik untuk dibidang kesehatan,” harap kadiskes.

Adapun peserta yang mengikuti supervisi fasilitatif program promosi kesehatan adalah Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya, Kuala Enok, Enok, Sapat dan Tanah Merah serta Lintas sektor terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag), Tokoh Masyarakat, PKK, Bappeda, Kesra, BPMPD dan BKKBN.

Galeri foto kegiatan selengkapnya dapat dilihat disini.

PEDULI KESEHATAN ANAK BANGSA UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU BERSEDIA TURUN KE SEKOLAH UNTUK BERIKAN PENYULUHAN BAHAYA NGELEM

IMG-20170301-WA0024Tanpa kita sadari bahwa penyalahgunaan sebuah barang dengan tidak tepat dapat juga berakibat fatal bagi para penggunanya. Seperti halnya penyalahgunaan lem, Puskesmas Tembilahan Hulu, 01/03/ memberikan penyuluhan mulai dari Sekolah Dasar, menengah pertama hingga Sekolah Menengah Atas.

Penggunaan zat berbahaya seperti lem dan zat pelarut lainnya diluar anjuran penggunaan dengan maksud untuk mendapatkan sensasi khayal atau halusinasi kini menjadi salah satu fokus perhatian Puskesmas Tembilahan Hulu,

“Sangat kita khawatirkan jika anak-anak menyisihkan uang jajan mereka hanya untuk membeli lem yang mereka salah gunakan sehingga dapat memberi pengaruh negatif pada kesehatan dan prestasi belajar mereka, maka dari itu kita terus beri mereka penyuluhan agar mereka paham bagaimana dan seperti apa bahaya ngelem yang bisa saja berujung pada kematian” jelas Anggita saat dikonfirmasi Media Center Team Dinkes

IMG-20170301-WA0028Melalui penyuluhan yang dilakukan secara merata ini, diharapkan setiap warga khususnya Kecamatan Tembilahan Hulu untuk dapat bekerja sama memberantas perilaku yang tidak mencerminkan nilai moral bangsa ini dan juga diharapkan untuk setiap keluarga untuk lebih memberi pendekatan Keluarga Sehat kepada anak-anak sehingga tujuan Promosi Kesehatan dan harapan Pemerintah Daerah Indragiri Hilir bebas Ngelem akan tercapai.

Sumber: Tenaga Promkes Anggita