Skip to main content

ORIENTASI PROMOSI KESEHATAN BAGI TENAGA HONORER PROMKES PUSKESMAS ANGKATAN I DAN II

pku14/11/17. Dinas Kesehatan Provinsi Riau bagian Promosi Kesehatan mengadakan pelatihan bagi tenaga Honorer Promkes Puskesmas Angkatan I & II berjumlah sekitar 60 orang dari 11 kabupaten yang ada di Riau dan di adakan di Hotel Furaya Pekanbaru.

Adapun tujuan dari di adakannya pelatihan ini adalah agar nantinya seorang tenaga promkes ini mampu membantu melakukan pendekatan secara Advokasi, mampu membantu melaksanakan kebijakan promkes dengan cara ABK (advokasi,Bina Suasana,dan Kemitraan).

Acara ini di buka oleh Kabid KesMas Dedi Parlaungan dan sekaligus memberikan materi Program Indonesia Sehat dan beliau berharap agar tenaga honorer promkes ini nantinya mampu membantu melaksanakan tugas di Puskesmas dengan baik dan lebih mengutamakan pendekatan secara Promotif dan Preventif.

Adapun Puskesmas yang di tunjuk untuk mengutus tenaga promkes dari kabupaten Inhil antara lain, PKM Tembilahan Hulu,PKM Tembilahan Kota,PKM Kuala Lahang, PKM Sungai Piring,PKM Sungai Salak, PKM Sapat,PKM Concong Luar,PKM Pengalihan Keritang, PKM Sungai Guntung,PKM Teluk Pinang, PKM Mandah,PKM Pulau Burung, dan PKM Selensen .pku1

Adapun Materi yang di sampaikan di antaranya Program Indonesia Sehat,Keluarga Sehat pendekatan secara promotif dan Preventif,Penyakit tidak Menular dan beberapa promram kesehatan lainnya. Menurut Kasi Promkes dinas kesehatan Provinsi ibu Rozita mengatakan Paradigma sehat itu nantinya lebih mengutamakan Promotif dan Preventif sebagai salah satu pilar utama agar tujuan akhirnya bisa mencapai kota sehat,kecamatan Sehat serta Paradigma Sehat yg harus di utamakan.

Narasumber : Tuti Auliyah

PERJUANGAN SEORANG TENAGA PROMOSI KESEHATAN MERUBAH TATANAN POLA HIDUP MASYARAKAT DENGAN SLOGAN “TIDAK TIDUR SEBELUM CUCI TANGAN”.

1Dalam lingkup tenaga kesehatan mungkin orang banyak tidak mengetahui seorang tenaga promosi kesehatan, karena masyarakat hanya paham tenaga kesehatan itu hanya seorang dokter, perawat, dan bidan saja terutama untuk wilayah perdesaan, khususnya di Pelangiran mungkin awalnya saya di anggap sales suatu produk karena hanya berpakaian Hitam-Putih.

Akan tetapi menjadi seorang promotor kesehatan sangat menyenangkan sekali, Kenapa begitu?

Karena saat kami turun langsung  ke desa-desa serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan segala rintangan dan kondisi alam perdesaan yang berbeda-beda untuk memberikan penyuluhan yang kami sebut pelayanan kesehatan bagi profesi kami sebagai tenaga kesehatan masyarakat di bidang promosi kesehatan.

Jujur dalam pikiran saya yang awam daerah perairan adalah daerah yang sangat terpencil, maklum saya merantau jauh dari Provinsi Bengkulu untuk bekerja disini walau daerah saya sebenarnya di tepi laut dengan segala keindahannya (promosi sedikit ya). Saya baru pertama kalinya bekerja disini dengan alat transportasi Speedboat dan Pompong yang membuat saya mabuk laut.

Jalan untuk menuju kepedesaan yang mereka sebut disini “SP” tidak kalah ekstreem, kalau hari hujan bisa menjadi arena balapan motocross, tapi enaknya masyarakat disini baik semua dan itu menjadi sebuah kenyamanan saya untuk bekerja disini.mungkin ya bagi orang yang tak bisa hidup mandiri di sebuah daerah dengan segala keterbatasan akses akan sulit untuk bertahan, tapi dengan prinsip yang kuat untuk bekerja secara profesional untuk bagaimana membuat masyarakat sehat dan tekat merubah perilaku kesehatan masyarakat mereka itulah tujuan yang sesungguhnya profesi yang kami jalani tidak peduli bagaimana daerah dan tempat kita bekerja. Semangat terus, sama seperti slogan pemadam kebakaran “tidak akan pulang sebelum api padam”, maka kita “tidak tidur sebelum cuci tangan”.

Editor : Wahyu Ramadhan,SKM Tenaga PromKes UPT Puskesmas Pelangiran

BAGAIMANA JADINYA JIKA PROMKES ITU MENJADI UJUNG TOMBAK, PENGGERAK DAN PENDOBRAK DIBIDANG KESEHATAN

IMG-20170609-WA0005Dalam rangka mencapai visi dan misi Kementrian Republik Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan serta mencapai misi meningkatkan upaya promosi dibidang kesehatan kerena sehat adalah Hak Azazi Manusia.

Sekilas selayang pandang mengenai “PROMKES” pengertian dan teori dasar promkes adalah suatu proses pemberdayaan /kemandirian masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan masyarakat melalui peningkatan kemauan, kemampuan dan lingkungan yang sehat.

Ada 3 aspek yang mencakup tentang promkes yaitu aspek prilaku, aspek sosial dan aspek ekonomi ketiga aspek ini saling berkaitan satu sama lain. Dalam teori ilmu kesehatan ada beberapa macam upaya kesehatan

  1. Kuratif bagian dari pengobatan
  2. Rehabilitatif upaya pemeliharaan kesehatan sedangkan upaya peningkatan kesehatan mencakup :
  • Promotif dan preventif ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan sendiri dan upaya untuk mencegah penyakit.
    ‘tujuan dari pada promosi kesehatan’
  • Tercapainya perubahan perilaku kearah yang lebih baik
  • Terbentuknya perilaku pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Visi dan Misi PROMKES adalah promkes merupakan perekat kemitraan dibidang pelayanan kesehatan dan membina suasana kondusif demi terwujudnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.

UPT Puskesmas Sungai Piring merupakan puskesmas yang terletak di Kecamatan Batang Tuaka Kelurahan Sungai Piring dengan bangunan baru yang rampung pada tahun 2016 dengan jumlah tenaga kerja yang ada berjumlah 80 orang terdiri dari 13  Puskesmas Pembantu (pustu) dan Pos Kesehatan Desa (poskesdes) sementara jabatan Kepala Puskesmas dari D.IV kebidanan, salah satu yang menjadi kendala masih di perlukannya beberapa tenaga ahli kejuruan dan peminatan seperti tenaga analis labor, perekam medik, ahli gizi dan sanitarian.

Semua program dapat berjalan dengan baik apabila ada dukungan dan kerja sama baik itu lintas program maupun sektor terkait, sedangkan jarak tempuh Puskesmas ke Kabupaten berkisar + 14 KM yang mana sebagian besar petugas berdomisili di Kabupaten dengan jarak tempuh setiap hari pulang pergi + 28 KM perjam, dan tetap melaksanakan apel pagi pada pukul 08.00 wib dan jam pulang pada pukul 14.00 wib dalam 4 hari kerja.

Mengenai akses jalan kekelurahan Sungai Piring cukup bagus hanya terkendala di jalan sungai beringin s/d kuala getek mengalami kesulitan yang dirasakan petugas puskesmas apabila pada musim penghujan jalan becek, berair dan berlobang “bak sebuah kolam tanpa ikan”.

Puskesmas dibawah naungan Dinas Kesehatan telah merekrut khusus tenaga peminatan promosi kesehatan (ilmu kesehatan masyarakat) melalui kasubag U.P dimana penempatan di 27 puskesmas se- Inhil, perekrutan dilakukan pada akhir desember 2016 secara bertahap mengingat dan menimbang keterbatasan tenaga promkes yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir ini. Dengan sistem kontrak dan dana penggajian dari APBN pusat melalui dana BOK puskesmas.

Diharapkan nantinya seorang tenaga promotor dapat bekerja dengan baik dan mempunyai semangat yang tinggi, dan mampu menjalankan tugas sesuai TUPOKSI nya, dimana nantinya akan membantu koordinator atau penanggung jawab program promkes dalam setiap kegiatannya. Tidak hanya itu seorang promotor mampu menjadi tenaga penggerak membantu program lain yang capaian % di bawah target SPM puskesmas maupun Nasional dengan aktif disetiap kegiatan penyuluhan, konseling baik itu kelompok maupun massa seperti kelompok masyarakat, remaja, sekolah, posyandu, kelompok arisan dan lain-lain. Seorang tenaga promotor harus mempunyai fisik yang kuat di mana nantinya sasaran kegiatan lebih banyak di lapangan dan luar gedung seperti melakukan penyuluhan kedesa-desa atau posyandu- posyandu yang jarak tempuhnya cukup jauh dengan keadaan askes jalan yang berliku dan bergelombang belum lagi kita harus mengenal budaya dan suku yang ada di suatu desa agar apa yang kita sampaikan mudah dimengerti dan ada umpan baliknya.

Pengalaman tersebut sudah saya rasakan ketika kami malakukan pemeriksaan IVA Test dan Cek Kesehatan di Desa Junjangan pada saat itu turun hujan di saat mau pulang menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu kecil yang hanya mempunyai kapasitas 2 (dua) orang penumpang saja agar dapat menyeberangi sungai yang mempunyai habitat buaya penunggu sungai tersebut, perahu ini juga bisa berjalan di atas lumpur ketika air sudah surut dengan waktu tempuh cukup lama dan di dayung oleh seorang ahli dayung perahu diatas lumpur, karena oleng sedikit saja perahu bisa tenggelam dan terbalik. Demikian yang saya rasakan ketika kunjungan ke desa kuala sebatu untuk melakukan penyuluhan, sosialisasi dan pemeriksaan iva test dengan akses jalan setapak dan apabla di guyur hujan maka ban motor berputar dan sulit berjalan karena tekstur tanah gambut.

IMG-20170609-WA0012Akan tetapi kami tetap semangat dalam melaksanakan tugas tersebut, karena bagi kami jika masyarakat sudah mau mengubah prilakunya bertahap maka, insyaallah derajat kesehatan akan meningkat. Preventif dan promotif diterapkan maka tidak ada lagi masyarakat yang datang ke puskesmas dalam keadaan sakit tetapi lebih ingin mendapatkan konseling kesehatan saja.

  1. Mencegah lebih baik dari pada mengobati
  2. Mengubah perilaku seseorang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh waktu yang panjang
  3. Health to day

 

Editor : Tuti Auliyah, SKM Promkes Upt. Puskesmas Sungai Piring

DINKES PROVINSI RIAU GELAR SUPERVISI FASILITATIF PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PERTAMA DI INHIL TAHUN 2017

DSCF3019_1Supervisi merupakan suatu proses pengarahan, bantuan dan pelatihan yang mendorong peningkatan kinerja dalam pelayanan bermutu, yang dilakukan dalam sebuah siklus yang berkesinambungan serta implementasinya menggunakan daftar tilik sebagai penilaian terhadap ukuran standar pelayanan program yang bersifat terarah, sistematis, efektif, fasilitatif dan berbasis data. Supervisi adalah manajemen Mutu dengan pendekatan proses. Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (selasa/14/03/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir, H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes dalam arahannya sangat berterima kasih karena Kabupaten Indragiri Hilir telah menjadi tujuan pertama Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menggelar Supervisi Fasilitatif Program Promosi Kesehatan.

Lebih lanjut H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes mengatakan promosi kesehatan sangat penting untuk dilakukan bukan hanya oleh petugas kesehatan akan tetapi peran lintas sektor juga sangat diharapkan agar perilaku hidup sehat bisa dijadikan gaya hidup oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Gerakan Promosi Kesehatan ini memang sangat penting karena itu Dinas Kesehatan mengundang lintas sektor, agar bisa bertukar pikiran, bagaimana cara kita mengemas promosi kesehatan untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat.” ujar H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan berencana pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Indragiri Hilir, dan kita juga akan merancang bagaimana orang menggemari hidup sehat itu adalah sebagai gaya hidup sehari-hari jadi kenapa gerakan masyarakat (Germas) ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan karena banyak perubahan paradigma yang sudah terjadi luar biasa perubahan-perubahan. Pertama adalah perubahan dari lingkungan, lingkungan ini termasuk lingkungan hidup kita, gaya hidup, aktifitas fisik yang berkurang, dan pola makan. Gerakan hidup sehat itu harus dimulai dari keluarga jadi kalau setiap keluarga sudah menerapkan hidup sehat maka kami yakin ini bisa terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami berharap semua bisa memberikan kontribusi pada pertemuan ini sehingga kita paling tidak setiap tahun bergerak kearah yang lebih baik untuk dibidang kesehatan,” harap kadiskes.

Adapun peserta yang mengikuti supervisi fasilitatif program promosi kesehatan adalah Puskesmas Tembilahan Hulu, Tembilahan Kota, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya, Kuala Enok, Enok, Sapat dan Tanah Merah serta Lintas sektor terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag), Tokoh Masyarakat, PKK, Bappeda, Kesra, BPMPD dan BKKBN.

Galeri foto kegiatan selengkapnya dapat dilihat disini.

PEDULI KESEHATAN ANAK BANGSA UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU BERSEDIA TURUN KE SEKOLAH UNTUK BERIKAN PENYULUHAN BAHAYA NGELEM

IMG-20170301-WA0024Tanpa kita sadari bahwa penyalahgunaan sebuah barang dengan tidak tepat dapat juga berakibat fatal bagi para penggunanya. Seperti halnya penyalahgunaan lem, Puskesmas Tembilahan Hulu, 01/03/ memberikan penyuluhan mulai dari Sekolah Dasar, menengah pertama hingga Sekolah Menengah Atas.

Penggunaan zat berbahaya seperti lem dan zat pelarut lainnya diluar anjuran penggunaan dengan maksud untuk mendapatkan sensasi khayal atau halusinasi kini menjadi salah satu fokus perhatian Puskesmas Tembilahan Hulu,

“Sangat kita khawatirkan jika anak-anak menyisihkan uang jajan mereka hanya untuk membeli lem yang mereka salah gunakan sehingga dapat memberi pengaruh negatif pada kesehatan dan prestasi belajar mereka, maka dari itu kita terus beri mereka penyuluhan agar mereka paham bagaimana dan seperti apa bahaya ngelem yang bisa saja berujung pada kematian” jelas Anggita saat dikonfirmasi Media Center Team Dinkes

IMG-20170301-WA0028Melalui penyuluhan yang dilakukan secara merata ini, diharapkan setiap warga khususnya Kecamatan Tembilahan Hulu untuk dapat bekerja sama memberantas perilaku yang tidak mencerminkan nilai moral bangsa ini dan juga diharapkan untuk setiap keluarga untuk lebih memberi pendekatan Keluarga Sehat kepada anak-anak sehingga tujuan Promosi Kesehatan dan harapan Pemerintah Daerah Indragiri Hilir bebas Ngelem akan tercapai.

Sumber: Tenaga Promkes Anggita