Skip to main content

PERLU DAN PENTINGNYA PEMERIKSAAN SHK BAGI BAYI BARU LAHIR

SHKKamis, 8 juni 2017, SHK ( Skrining Hipotiroid Kongenital ). Skrining perlu dilakukan karena hipotiroid kongenital merupakan salah satu penyebab seorang anak mengalami keterbelakangan mental dan bertubuh cebol, Hormon tiroid memiliki peran vital dalam pertumbuhan, metabolisme, dan pengaturan cairan tubuh, Tanpa tiroid yang cukup, sel saraf, sel otak, dan otot tidak bisa berkembang dengan baik. Tak hanya menyebabkan kegagalan pertumbuhan, kekurangan hormon tiroid juga dapat mengakibatkan keterbelakangan mental pada penderitanya. “Diperkirakan dari 4.725 juta bayi baru lahir terdapat terdapat 1.575 bayi baru lahir dengan hipotiroid. Sebenarnya kelainan ini bisa dicegah karena sebelum masa pubertas, hormon tiroid berperan penting untuk menunjang maturasi tulang. Anak dengan hipotiroid kongenital yang tidak segera ditangani dapat mengalami retardasi pertumbuhan.

Cara mengetahui apakah bayi mengalami hipotiroid kongenital adalah dengan melakukan screening atau uji saring pada bayi baru lahir, untuk mengetahui sedini mungkin apakah bayi mengalami gangguan tiroid atau tidak, sebelum gejala klinis muncul. screening dapat dilakukan pada bayi baru lahir (2-5 hari setelah dilahirkan ), idealnya ketika bayi berumur 48 -72 jam.

Bayi baru lahir yang mengalami hipotiroid kongenital (HK), tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga sering tidak terdiagnosis. Hal ini terjadi karena bayi masih dilindungi hormon tiroid dari ibu melalui plasenta namun biasanya Gejala gangguan pertumbuhan dan perkembangan mulai terlihat saat usia 3 – 6 bulan. SHK1

untuk menghindari adanya kejadian tersebut, petugas upt. Puskesmas Tembilahan Hulu turun melakukan pemeriksaan SHK tepatnya didesa Pulau Palas kec. Tembilahan Hulu, dan diharapkan terutama kepada para ibu untuk dapat memeriksakan SHK pada semua bayi yang baru lahir umumnya dan khususnya  yang berada diwilayah upt Puskesmas Tembilahan Hulu.

Promkes: Anggita Merry Mardini, SKM

PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU BEKERJASAMA DENGAN TNI, STOP BABS

BABSRabu, 24 Mei 2017. Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya kebadan air sungai yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.

Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Sanitasi dasar adalah sarana sanitasi rumah tangga yang meliputi sarana buang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. demi mencanangkan gerakan satu juta jamban untuk membantu mengatasi persoalan kesehatan diIndonesia, maka Jamban tersebut dibangun juga dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diseluruh nusantara.BABS1

dalam hal ini Ka. upt puskesmas tembilahan hulu Hj. Rosdinah, S. ST, M. Kes beserta tim, juga Tim Kesling dari Dinas Kesehatan Inhil yang diarahkan oleh Zulakmal, SKM bekerjasama dengan TNI untuk merubah perilaku masyarakat desa sungai intan agar tidak BABS dengan membuat jamban sehat keluarga..

“dengan tujuan yang sama kami petugas puskesmas tembilahan hulu dan Tim dinkes inhil bersama TNI perlahan-lahan akan merubah desa sungai intan menjadi desa yg ODF “

Promkes. Anggita Merry Mardini, SKM

PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU MENGGELAR KEGIATAN LOKMIN (LOKAKARYA MINI)

lokmin 1Rabu, 17 Mei 2017, Sesuai Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Depkes RI, 2006), Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. Penerapan manajemen penggerakan pelaksanaan dalam bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini (LOKMIN).

Bertempat dikantor Lurah Tembilahan Hulu, puskesmas Tembilahan Hulu melakukan kegiatan LOKMIN yang dihadiri oleh bapak camat Tembilahan Hulu, RIM Dinkes, anggota DPRD, Lurah Tembilahan Hulu, Babinsa, KUA tembilahan hulu dan Kades kec. Tembilahan Hulu beserta kader-kader. LOKMIN ini dilakukan  dengan Tujuan umum untuk meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.

Tergalangnya kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor terpantau dari hasil kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan, Teridentifikasinya masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas, teridentifikasinya penyebab masalah serta diupayakannya pemecahan masalah,  tersusunnya rencana kerja dan kesepakatan untuk periode selanjutnya.lokmin

“Kami berharap dengan adanya kesepakatan dikegiatan LOKMIN ini semua program serta pelayanan dapat terlaksana dengan baik dan semua program yang telah direncanakan dapat tercapai, hal itu disampaikan oleh Ka. UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU IBU Hj. ROSDINAH, SST. M. Kes”

Narasumber: Anggita Merry Mardini, SKM