Skip to main content

PEMERIKSAAN SARANA PRODUKSI INDUSTRI PANGAN RUMAH TANGGA

Tempuling, Pangan yang aman dan bermutu merupakan hak asasi setiap manusia Tidak terkecuali pangan yang dihasilkan oleh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dan dijelaskan dalam UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal III ayat I menyatakan bahwa makanan pada standar atau persyaratan kesehatan.

(8/3/2018) telah dilakukan pemeriksaan IRTP oleh Sri Nurhidayah, Amd. Keb dan Herma Yeni, Amk kepada pemilik pabrik tahu, keripik tempe, keripik pisang, tapai dan keripik sagu terasi. Sri Nurhidayah, Amd. Keb mengatakan bahwa pemeriksaan ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan ada sekitar 30 pemilik IRTP diwilayah upt. Puskesmas Sungai Salak, tetapi yang sudah memiliki PIRTP hanya ada 3.

Selama proses pendataan dan pemeriksaan ini berlangsung pemilik IRTP sudah mulai memahami betapa pentingnya proses keamanan pangan. Dengan adanya pemeriksaan IRTP ini diharapkan masyarakat dapat mengkonsumsi makanan dan minuman sesuai standar kesehata, Sebenarnya tujuan dasar pemeriksaan ini adalah agar pemilik IRTP membuat surat izin PIRTP sesuai standar yang terdaftar di BPOM.

promkes Sungai salak: Asmuliyanti, SKM

ADVOKASI P4K ( PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI)

Kamis 01 maret 2018. di adakan kegiatan advokasi Di desa Mumpa kec. Tempuling, adapaun Kegiatan advokasi ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Dalam acara ini juga diadakan sosialisasi penyakit tidak menular oleh pemegang program pengendalian dan program penyakit tidak menular UPT. Puskesmas Sungaii Salak, Yasinta Wintry, SST.

Diharapkan masyarakat dapat mengenali faktor resiko penyakit tidak menular karna penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan serius yang dihadapi saat ini, untuk itu salah satu bentuk kegiatan program penyakit menular adalah dengan adanya kegiatan POSBINDU (pos pembinaan terpadu).
dalam acara ini Di hadiri oleh bapak kepala desa Mumpa Jumrani, Ka TU UPT. Puskesmas Sungai Salak Azmir, SKM, BABINKAMTIBNAS Afrianto, Kapustu desa Mumpa Herli, AMK, pemegang program kesehatan ibu dan anak UPT. puskesmas sungai salak Sri Handayani, Amd.keb, SKM, bidan UPT puskesmas Sungai Salak serta bidan desa Mumpa dan turut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu hamil dan suami, dukun bayi, serta kader posyandu.

Dalam sosialisai tersebut adapun Kesepakatan yang didapat yaitu Ibu hamil desa Mumpa bersedia memeriksakan kehamilan dan bersalin di faskes didampingi oleh suami, dan dukun bayi bersedia menolong persalinan bersama bidan di fasilitas kesehatan,
kemudian disertai Arahan dari kepala desa yang mana semua ibu hamil dan suami desa Mumpa wajib mengikuti kegiatan kelas ibu hamil secara periodik dan wajib memeriksakan kehamilan secara teratur ke tenaga kesehatan, dan wajib melahirkan di fasilitas kesehatan
Dalam pertemuan ini juga disepakati bahwa Salah satu syarat untuk mendapatkan surat keterangan tidak mampu bagi masyarakat yang menggunakan jampersal harus melampirkan buku KIA yang berisi tentang hasil pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Narasumber : ASMULIYANTI, SKM (Promkes Sei Salak)

SOSIALISASI SEKALIGUS PEMBENTUKAN KELAS IBU HAMIL SEWILAYAH KERJA PKM SUNGAI SALAK

bumilTempuling, 22 Mei 2017, Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Selama kehamilan akan terjadi perubahan-perubahan baik perut, fisik maupun psikilogis ibu, Oleh karena itu UPT Puskesmas Sungai Salak mensosialisasikan dan membentuk kelas ibu hamil sewilayah kerja puskesmas Sungai Salak, Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan masa nifas dan perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Adapun kegiatan ini dilakukan di sembilan desa sewilayah kerja UPT. puskesmas Sungai Salak selama dua pekan yang melibatkan lintas sektor seperti camat, TP Pkk kecamatan, Lurah, kepala desa, juga ibu hamil dan suami beserta keluarga terdekat. Kegiatan ini selain mensosialisasikan kelas ibu hamil juga dimaksudkan untuk membentuk kesepakatan kepada ibu hamil kapan waktu yang tepat untuk kelas ibu hamil, Setelah sepakat barulah dilakukan penandatangan kesepakatan/MOU.bumil1

Diharapkan semoga dengan adanya kelas ibu hamil ini bisa menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) diwilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Salak ini. ujar Bpk AZMIR, SKM selaku Ka.Subag T.U Puskesmas Sungai Salak.

Narasumber : ASMULIYANTI, SKM