Skip to main content

Sekolah Sehat Melalui PHBS

Puskesmas Bekawan Kecamatan Mandah taja kegiatan Sekolah Sehat melalui Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Rabu (18/12/2019) kemarin, di SMPN 1 Atap Bekawan.

“Jadi dimana anak sekolah akan belajar tentang cara hidup bersih. Ini merupakan hal yang sangat penting karena kalau kita hidup bersih, pasti kita hidup sehat,” ujar Kepala Puskesmas Bekawan Supardi Saleh, AMK melalui pemegang program Gizi dan PKPR Rini Astuti, S.Tr. Keb, Senin (30/12/2019).

Selain itu, Puskesmas Bekawan juga melakukan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), sosialisasi serta demonstrasi pembuatan Lavitrap.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sendiri merupakan program kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Sasaran dari program ini adalah sekolah dan keluarga.

Lebih luas lagi, Rini mengatakan, program ini juga menjangkau masyarakat. Menurut Rini, kalau masyarakat bisa menyebarkan pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat di tempatnya, maka pesan dari program ini bisa tersampaikan ke lebih banyak lagi orang.(ded)

Pemicuan STBM dan Penyuluhan PHBS Rumah Tangga

Pulau Kijang – Melihat capaian Porgram Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pengguna jamban sehat di Desa Seberang Pulau Kijang masih rendah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pulau Kijang giat penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Sabtu (3/8/2019) kemarin.

Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman kantor Desa Seberang Pulau Kijang dan dihadiri oleh Ibu-ibu Tim PKK Desa Seberang Pulau Kijang, para kader Posyandu, mahasiswa KKN dari kampus Universitas Islam Indragiri (Unisi) dan STAI Tembilahan serta warga setempat.

Turut hadir sebagai fasilitator Suryamin Jistar, didampingi penanggung jawab program Kesling di UPT Puskesmas Pulau Kijang Septyarti Lestari.

Kegiatan diawali dengan Penyuluhan PHBS Rumah tangga oleh pemegang program Promosi Kesehatan Nursyamsuriani, SKM.

“Penyuluhan PHBS erat kaitannya dengan 5 pilar STBM yaitu cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga dan Stop buang air besar sembarangan,” katanya saat memaparkan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran warga dan merubah prilaku masyarakat untuk dapat hidup bersih dan sehat.(ded)

PUSKESMAS SUNGAI SALAK LATIH DAN BINA KADER PHBS RT

Tempuling, 11/09/2018. Untuk semakin suksesnya program dari pada Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Puskesmas Sungai Salak dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kecamatan Tempuling, Puskesmas Sungai Salak kembali mengadakan pelatihan dan pembinaan kepada para kader kader PHBS tingkat Rumah Tangga (RT) se Kecamatan Tempuling.

Acara yang di taja sejak beberapa hari lalu di pusatkan di balai Desa Mumpa yang dihadiri langsung Kepala Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan , Kepala Pustu Desa Mumpa Herlianto, AMd dan narasumber pelatihan dari Promosi Kesehatan Puskesmas Sungai Salak Asmuliyanti, SKM di damping Syufriansyah, AMd. Dan di ikuti masing masing 10 orang kader PHBS RT dari desa Karya Tunas Jaya, desa Mumpa dan desa Teluk Jira.

Kepala Puskesmas Sungai salak Saiful Ahwan ketika membuka acara menyebutkan, banyak manfaat dari sisi kerjasama di antara kader PHBS RT yang mengikuti pelatihan sebagai mitra khusus dari Puskesmas Sungai Salak untuk penerapan secara menyeluruh dan merata tentang PHBS se Kecamatan Tempuling.

Adanya pelatihan yang di taja, diharapkan para kader PHBS RT dapat mengaplikasikannya pada masing masing desanya sehingga kemudian dapat di ketahui secara objektif permasalahan kesehatan di dalam desanya yang di mulai dari survey lapangan, survey PHBS RT serta Survey Mawas Diri (SMD) melalui pendataan secara akurat. Kemudian hasil survey tersebut dapat kita input lagi menjadi sebuah data pasti yang nantinya jika ada permasalahan di lapangan terhadap PHBS, bersama Puskesmas Sungai Salak dapat dilakukan Musayawarah Masyarakat Desa (MMD) bersama pemerintah setempat baik itu desa ataupun Kelurahan, Tutup Saiful Ahwan, S. Kep.

PROMKES : Asmuliyanti, SKM

PELATIHAN KADER PHBS DAN POSBINDU UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU DI DESA PEKAN KAMIS GUNAKAN ANGGARAN DESA TAHUN 2018

Senin, 16 juli 2018. Pelatihan kader PHBS dan Posbindu UPT. Puskesmas Tembilahan Hulu di desa Pekan Kamis. Petugas Upt. Puskesmas Tembilahan Hulu kembali turun ke masyarakat untuk melakukan penyegaran kader PHBS dan kader Posbindu di desa Pekan Kamis kecamatan Tembilahan Hulu kabupaten Indragiri Hilir. Sama halnya dengan kegiatan pelatihan kader sebelumnya kegiatan pelatihan ini di buka oleh Bapak Yamin sebagai PLT. Sekdes di kantor desa.

ada yang berbeda dari kegiatan sebelumnya, Pada kesempatan ini, kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan anggaran desa pekan kamis tahun 2018. Di katakan oleh M. Firdaus selaku fasilitator P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) yang di dampingi Misman selaku Kepala desa Menyampaikan kegiatan ini menggunakan anggaran desa 10% untuk kesehatan, Tidak hanya fisik bangunan yang kita kembangkan tapi manusianya juga harus kita kembangkan.

Dengan jumlah kader PHBS 30 orang pelaksanaan pelatihan di ikuti dengan semangat yang luar biasa dari para kader. Kegiatan pelatihan kader ini dilakukan untuk penyegaran para kader-kader di desa Pekan Kamis agar mereka kembali mengingat, kembali mengulang apa-apa saja peran mereka sebagai kader, mengingat minggu depan tepatnya tanggal 24 juli 2018 desa Pekan Kamis mengikuti lomba desa ber PHBS tingkat kabupaten dan lomba STBM minggu ke 2 Agustus untuk tingkat Provinsi, Narasumber yang turun dari petugas Upt. Puskesmas Tembilahan Hulu PJ. Program promkes Hernalela, SKM, Koordinator Program Promkes Anggita Merry Mardini, SKM, program gizi Hairani Susanti, Amd. Gz, Kapustu desa pekan kamis Mahmuda, Amd. Keb memberikan materi Posbindu yang di bantu juga oleh pemegang program PTM dari Dinkes INHIL, program Kesling Abdullah, AMKL yang juga di dampingi oleh Yudi indra, SKm dan Zul akmal, SKM yang memberikan masukan apa-apa saja yang perlu di persiapkan untuk mengikuti lomba tersebut.

Kami berharap kader-kader tetap bersemangat dalam menjalankan peran dan fungsinya agar desa mereka yaitu desa pekan kamis bisa masuk nominasi desa ber PHBS tingkat provinsi dan desa STBM tingkat nasional.

PROMKES ; ANGGITA MERRY MARDINI, SKM

SURVEY SEKALIGUS PEMBINAAN PHBS TINGKAT SD WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU

29 Maret 2018. PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dilakukan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu menjadi Sekolah Rawan Penyakit.

Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Lebih dari itu, usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah di antaranya yaitu :
1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya

Pada kegiatan ini program promkes beserta kesling bekerja sama untuk membina sekolah-sekolah yang masih jauh dari kata sekolah berperilaku hidup bersih dan sehat.
Dari hasil survey masih banyak sekolah yang tidak memiliki sarana CTPS, tidak memiliki kantin sehat, tidak memiliki jamban sehat, serta masih banyaknya sampah sampah yang bertebaran di lingkungan sekolah. sangat di sayangkan, padahal sampah-sampah itu bisa di olah lagi seperti membuat kerajinan tangan dari aqua gelas bekas misalnya.

Pj. Promkes serta Kesling memberi masukan serta solusi bagi sekolah-sekolah yang sampahnya masih berserakan dilingkungan sekolah seperti setiap mau masuk kelas anak-anak wajib mengambil satu sampah dan memasukkannya ke tong sampah, seminggu sekali mengadakan gotong-royong membersihkan lingkungan sekolah. dengan harapan setelah dilakukan pembinaan ini anak-anak ataupun pihak sekolah dapat menjadikan sekolahnya sebagai sekolah yang berperilaku hidup bersih dan sehat.

Narasumber : Anggita Merry