Skip to main content

PEMKAB. INHIL APRESIASI PERINGATAN WORLD ORAL HEALTH DAY

DSCF3712Dalam rangka memperingati hari kesehatan gigi dan mulut dunia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil menaja kegiatan Sikat Gigi Massal 2.000 Murid SD dan TK/PAUD di Lapangan Gajah Mada, Tembilahan, Kamis (6/4/2017) pagi.

Tampak hadir, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikha Wardan, beserta unsur Forkopimda lainnya, beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Inhil, para Dokter Gigi yang terhimpun dalam PDGI Cabang Inhil, dan 2.000 murid SD, TK, dan PAUD yang melaksanakan sikat gigi massal.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil, HM Wardan mengatakan, kegiatan sikat gigi massal yang diselenggarakan merupakan sebuah upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan sejak dini.

“Selain itu, kegiatan sikat gigi massal ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat, kepedulian para murid SD, TK dan PAUD terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka,” ucap H.M. Wardan

Tidak hanya penting bagi gigi dan mulut, ujar Bupati, karena menyikat gigi merupakan sebuah langkah penting yang mesti dilakukan guna kesehatan tubuh.

“Bakteri – bakteri yang berada di mulut dan gigi, jika tidak dibersihkan secara rutin, maka akan berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh,” ujarnya.

Selanjutnya, Wardan juga memberikan apresiasi kepada PDGI Cabang Inhil, Dinkes dan Disdik Inhil, yang telah bekerjasama menyelenggarakan kegiatan sikat gigi massal ini.

“Ini kegiatan (Sikat Gigi Massal, red) ketiga kalinya. Dalam kegiatan yang pertama pada tahun 2015 silam, jumlah peserta belum begitu ramai. Pada tahun kedua yang dilaksanakan di Kempas, jumlah peserta meningkat hingga hampir 1.000 siswa. Di tahun ketiga ini, Alhamdulillah, pesertanya sudah mencapai angka 2.000 orang,” terangnya.

Dalam penyampaiannya, Wardan juga berpesan kepada Kepala Sekolah dan Majelis Guru, agar dapat senantiasa memberikan edukasi bagi para murid tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

“Saya minta perhatian dalam kegiatan ini, buat Kepala Sekolah dan majelis guru. Jangan hanya menjadikan kegiatan ini, sebatas kegiatan seremonial belaka. Kelanjutannya, diharapkan bisa memberikan edukasi bagi para siswa agar konsisten menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi secara rutin maupun dengan memeriksakan diri ke Dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” harapnya.

Sinergi Dinkes dan Disdik Inhil dalam kegiatan ini, disebutkan Wardan, dilatarbelakangi oleh keinginan Pemerintah Kabupaten Inhil untuk senantiasa melaksanakan pemerataan pelayanan kesehatan, dalam hal ini kesehatan gigi dan mulut.

“Melalui kegiatan ini, Pemkab Inhil, ingin menyebarluaskan pola hidup sehat, dengan terlebih dahulu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, Kami (Pemkab, Inhil, red) juga ingin memberikan pemahaman bagi orang tua tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut bagi anak – anak mereka, untuk kemudian senantiasa diberikan perhatian bagi mereka,” jelasnya.

Usai penyampaian arahan oleh Bupati Inhil, dilaksanakan beberapa kegiatan lain yang merupakan satu rangkaian dengan kegiatan sikat gigi massal, diantaranya penyerahan sikat gigi secara simbolis oleh Bupati Inhil, HM Wardan kepada perwakilan peserta, penyerahan plakat bagi SDN 009 Tembilahan sebagai SD Binaan, pelepasan balon udara, senam bersama pengurus PDGI Cabang Inhil dan para peserta. Selain itu, juga dilakukan pembacaan ikrar sikat gigi oleh sepasang Dokter Kecil dihadapan ribuan peserta lain.

BEKERJASAMA DENGAN SEMUA PIHAK, PEMKAB TARGETKAN INHIL BEBAS PASUNG 2017

Tingginya angka pimg_2777enderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Indragiri Hilir, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, Pemkab Inhil berkomitmen untuk menargetkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.

Bupati  Inhil – HM Wardan, secara resmi membuka Rakor Kesehatan Jiwa yang di taja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten  Inhil. Kegiatan ini, dihadiri oleh seluruh Camat dan UPTD se-Kabupaten Inhil termasuk pihak Satpol PP, Polres, Kodim 0314 serta 3 universitas di Inhil yaitu Akbid Husada Gemilang, STAI Auliaurasyidin, dan Universitas Islam Indragiri (UNISI).

Di Kabupaten Indragiri Hilir, Jumlah temuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami peningkatan yaitu tahun 2014 berjumlah 312 orang, tahun 2015 berjumlah 460 orang, berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir jumlah itu meningkat menjadi 674 orang s/d September 2016. Peningkatan penderita sakit jiwa ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Indragiri Hilir.

Dari 674 pasien ODGJ ini terdiri dari 478 orang laki-laki dan 196 perempuan. Jumlah pasung dari 2014 s/d September 2016 berjumlah 160 orang, 109 orang  telah bebas pasung namun masih dalam pengawasan Puskesmas terdekat dan 11 orang meninggal dunia . Kasus pasung saat ini masih berjumlah 40 orang.

Kepala Dinas kesehatan Inhil, Zainal Arifin, SKM, M.Kes mengatakan, melalui Rakor Kesehatan Jiwa dan berbagai program lainnya, Pemkab menargetkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.

“Tingginya angka ODGJ ditambah kurangnya pendidikan, juga memicu tingginya aksi pemasungan yang mencapai 160 orang,” terang Zainal Arifin.

Sementara itu dalam kata sambutannya, Bupati Inhil – HM Wardan meminta semua pihak, untuk ikut mendukung program Inhil bebas pasung.

“Dengan berpartisipasi dengan melaporkan dan membawa  pasien ODGJ untuk dilakukan pengobatan secara tepat kepada petugas kesehatan, ini sudah sangat membantu kami,” ungkap HM Wardan.

Hingga September ini, sebanyak 109 orang pasien ODGJ dari 160 yang mengalami pemasungan, telah berhasil dilepas oleh keluarga pasien. Sementara 40 sisanya, masih di pasung dengan alasan keselamatan penderita  maupun orang lain.