Skip to main content

Penilaian Toga Intan Mulya Jaya Inhil Setelah Sabet Juara Tingkat Provinsi Riau

PELANGIRAN – Masuk nomimasi empat besar nasional lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga), Desa Intan Mulya Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) didatangi Tim Master Kesehatan Masyarakat (MKM).

Kedatangan tim ini melakukan penilaian dalam kategori lomba pemanfaatan toga dan akupresur untuk desa terpencil.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes mengatakan Toga Melati 1 sampai 10 ini sudah lama dilaksanakan di Desa Intan Mulia Jaya Kecamatan Pelangiran dan terus selalu dilakukan binaan. 

“Toga Melati ini akan terus dikembangkan dan saya berharap semoga ini tidak hanya sebagai penilai atau pun lomba, melainkan ini bisa terus berjalan sesuai arahan Bupati bahwa tanaman  toga ini akan di kembangkan,” ungkap Kadiskes Inhil, Kamis (12/09/2019).

Selanjutnya, Ketua Tim MKM Dr. Nur Indah mengungkapkan, ini kali pertama dia datang ke Kabupaten Inhil dan sampai di Kecamatan Pelangiran Desa Intan Mulia Jaya.

Dalam kunjungan perdananya ini, Nur mengungkapkan kegagumannya terhadap Toga yang ada dipelosok Inhil ini. 

“Luar biasa dan mantap,” kata Dr. Nur.

Dr Nur mengungkapkan bahwa Desa Intan Mulia Jaya ini masuk dalam nominasi katagori Desa yang terpencil ditingkat Nasional.

“Jadi diharapkan setelah dilaksanakan penilaian Toga bisa terus berkembang dan diproduksi oleh masyarakat,” bebernya.

Dalam jangka 1 tahun mendatang, pihaknya akan kembali datang untuk melihat apakah tanaman obat ini berkembang atau tidak, ulasnya.

“Dan ini merupakan prinsip dalam penilaian. Dan saya ingin mewawancari binaan Toga kami,” jelas Dr. Nur. 

Kemudian, Bupati Inhil HM. Wardan, MP mengungkapkan bahwa sangat mengapresiasi dan menyambut baik dengan pelaksanaan seperti ini. 

“Kegiatan ini saya harap bisa dicontoh oleh Kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir agar warga menjadi sehat, dan ini salah satu langkah pemanfaatan lingkungan,” ungkap Bupati Inhil. 

Dalam kesempatan ini juga HM Wardan menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Inhil agar selalu menjaga lingkungan jangan membakar lahan ataupun hutan karena sekarang kita sudah mengalami Kabut Asap yang sangat pekat.(ded)

Kadinkes Inhil Targetkan Desa Intan Mulya Jaya Juara 1 Toga Tingkat Nasional

Pelangiran – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Indragiri Hilir (Inhil) Zainal Arifin, SKM., M.Kes, menargetkan Desa Intan Mulya Jaya merebut juara 1 Nasional tanaman obat keluarga (Toga).

Dia juga mengapresiasi para pendamping dan warga yang telah menjalankan program Toga tersebut.

Berkaca dari sebelumnya, Kabupaten Inhil telah menyandang juara 3 tingkat Nasional, untuk itu, Zainal Arifin sangat optimis ditahun 2019 ini akan memperoleh juara 1 tingkat Nasional.

Meski menargetkan juara Nasional, kata Zainal yang terpenting bagaimana pihaknya bisa terus mensosialisasikan manfaat Toga.

“Kesadaran masyarakat Desa Intan Mulya Jaya  memang luar biasa, saya berharap toga di Inhil yang sudah sangat baik dan bagus akan lebih bagus lagi,” kata Zainal, Senin (10/8/2019).

Lanjutnya, Desa Intan Mulya Jaya sangat memiliki potensi besar untuk juara Nasional, dia berpesan agar warga untuk fokus membenahi toga.

Untuk diketahui, perjalanan menuju Desa Intan Mulya Jaya Kecamatan Pelangiran, menempuh perjalanan selama 3 jam dari Ibukota Kabupaten Inhil Tembilahan, 2 jam melalui perjalanan speed boat untuk sampai di Kecamatan Pelangiran, dan menempuh 1 jam kembali memalui jalan darat menggunakan sepeda motor.(ded)

PUSKESMAS PELANGIRAN MENGADAKAN PENYULUHAN TUBERKOLOSIS(TBC) DI DESA BAUNG REJO JAYA KECAMATAN PELANGIRAN

IMG-20170606-WA0017Petugas UPT Puskesmas mengadakan penyuluhan penyakit TBC pada warga Baung Rejo Jaya agar masyarakat dapat mewaspadai akan bahaya penyakit ini bila tidak diobati dengan serius.

Kepala Desa Baung Rejo Jaya, Nurdin, dalam arahannya menegaskan akan bahaya penyakit TBC dan mengharapkan masyarakat selalu berprilaku hidup bersih dan sehat.

“Waspada dengan penyakit ini,karena penyakit ini sangat berbahaya dan menyebabkan kematian bila tidak di obati dengan tepat”, harapnya.

Sementara itu menurut Wahyu Ramadhan,SKM selaku tenaga promosi kesehatan UPT Puskesmas Kecamatan Pelangiran mengharapkan masyarakat dan kader di desa tersebut untuk berperan aktif dalam mencegah penularan dan perkembangan virus tuberkolosis ini dengan melakukan PHBS, bila juga ada tetangga atau keluarga yang terkena tanda-tanda terserang TBC seperti batuk 1-3 minggu, berat badan menurun dan nafsu makan turun, sesak nafas dan dada nyeri, berkeringat dingin tanpa sebab, serta batuk berdahak disertai darah, itu segera dibawa untuk dicek ke Puskesmas agar dapat segera diketahui seseorang itu positif atau negatif terserang TBC.

“Penyakit ini bisa diatasi dengan PHBS, jadi terapkanlah dikehidupan sehari-hari”, tutupnya

Kepada warga juga tim kesehatan UPT Puskesmas pelangiran juga mengingatkan TBC bukan penyakit keturunan atau pun kena guna-guna (santet), ini penyakit yang menyebar melalui udara langsung atau terinfeksi saat tidak sadar bergaul dengan penderita TBC, tapi TBC dapat dicegah dengan minum obat secara rutin tanpa putus selama 6 bulan, jadi kalau penderita minum obat secara teratur maka mereka akan sembuh dan tidak perlu dikucilkan karena takut tertular.

Penyuluhan ini di laksanakan selasa 6 Juni 2017 pukul 10.00 di Balai Desa Baung Rejo Jaya yang dihadiri Kepala Desa, Kader Desa, Bidan Desa, Kepala UPTD Desa.

Editor : Wahyu Ramadhan,SKM