Skip to main content

DINAS KESEHATAN KEMBALI MERUJUK 2 PASIEN ODGJ KE RSJ TAMPAN PEKANBARU

blur naikkanUntuk mewujudkan Kabupaten Indragiri Hilir Bebas pasung pada tahun 2019, Dinas Kesehatan dalam hal ini melalui bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) kembali merujuk pasien ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Tampan Pekanbaru (24/10/2017).

Menurut Kasi Penyakit Tidak Menular (PTM), Zulkarnaini yang dikonfirmasi melalui anggota tim percepatan bebas pasung Sri Ukur Sebayang mengatakan, ini merupakan hasil penjaringan yang telah dilakukan oleh tim percepatan bebas pasung Dinas Kesehatan Inhil.

“Kita merujuk lagi 2 (dua) orang pasien ODGJ yang telah dipasung selama puluhan tahun, dan ini merupakan hasil temuan kita sebulan terakhir”, terangnya

“Yang mana 2 (dua) orang ini akan kita obati di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru”, tutupnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes sangat mengapresiasi dan bangga akan kinerja tim percepatan bebas pasung ini.

“Alhamdulillah, semoga dengan semangat kerja yang dilakukan tim percepatan bebas pasung Dinas Kesehatan untuk mewujudkan inhil bebas pasung 2019, bisa terwujud”, ucap kadiskes

 

 

DINAS KESEHATAN JEMPUT BOLA MENGOBATI ODGJ MENUJU INHIL BEBAS PASUNG 2019

IMG-20170831-WA0022Dinas Kesehatan melalui bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) dalam hal ini Kasi Penyakit Tidak Menular (PTM), Zulkarnaini bersama tim percepatan bebas pasung dan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari RSUD Puri Husada dr. Immanuel Wibawaningsih, Sp.Kj

Saat ini di Kabupaten Inhil masih terdapat ODGJ dipasung sebanyak 23 orang yang terdapat diberbagai daerah. Dinas Kesehatan dalam hal ini terus berupaya mewujudkan Inhil bebas pasung 2019 dengan melakukan Pengkajian dan Pengobatan ODGJ ke lokasi khusus, maksudnya diobati ke tempat dimana odgj dipasung.

“Pengobatan seperti suntik sebulan 1 kali, obat 1 kali 1 hari. Sumber obat berasal dari Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau”, terang Sri Ukur Sebayang selaku tim percepatan bebas pasung

“Pengobatan ini semua jemput bola yaitu petugas kelokasi”, tambahnya

“Selanjutnya Petugas dari Puskesmas akan memantau perkembangan pasien sebulan sekali”, tutupnya

Sementara Itu Kepala Dinas Kesehatan yang diwakilii oleh Kasi Penyakit Tidak Menular (PTM), Zulkarnaini mengatakan Keluarga juga harus mendukung pengobatan yang dilakukan karena peran semua pihak sangat berarti guna mendukung kesembuhan pasien ODGJ.

“Peran keluarga sangat penting karena mengawasi minum obat secara rutin merupakan cara untuk mempercepat sembuh”, terang Zulkarnaini.

“Percuma obat bagus namun jarang diminum oleh pasien, disinilah peran keluarga untuk mengawasi”, tambahnya

“Hilangkan stigma yang dapat memperburuk situasi, ODGJ jika minum obat secara teratur maka peluang sembuh sangat besar”, tutupnya

 

SEMPENA HUT KORPRI, PGRI DAN HKN KE-52, PEMKAB INHIL BERIKAN PENGHARGAAN PNS TELADAN

img_4073Bupati Inhil H. M. Wardan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Said Syarifuddin menyerahkan penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) teladan, Tenaga Kesehatan dan Pukesmas berprestasi serta piagam penghargaan bebas pasung pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (29/11/2016) pagi.

Penyerahan tersebut pada saat upacara Hari Ulang Tahun (Hut) Korpri Ke-45 bersempena dengan Hut Persatuan Guru Republik Indonesia Ke-71 & Hari Guru Nasional serta Hari Kesehatan Nasional Ke-52 tahun 2016 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di Lapangan Upacara Jalan Gajah Mada Tembilahan.

“Ingatlah bahwa pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. melainkan pengabdian anggota Korpri hanyalah kepada negara, bangsa, dan rakyat. Maka dari itu berikanlah pelayanan publik yang prima, maka sesungguhnya anggota Korpri berada di garis depan perjuangan sebagai pelayan masyarakat,” ucap Said Syarifuddin.

Sebab, dikatakannya kembali, masyarakat membutuhkan anggota korpri yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja. Dengan diberikannya penghargaan ini, semoga memberikan motivasi kerja sebagai pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat, dan makin baik.

“Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktivitas dan menghambat akselerasi pembangunan Kabupaten Inhil kedepan,” harap Said Syarifuddin.

BEKERJASAMA DENGAN SEMUA PIHAK, PEMKAB TARGETKAN INHIL BEBAS PASUNG 2017

Tingginya angka pimg_2777enderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Indragiri Hilir, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, Pemkab Inhil berkomitmen untuk menargetkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.

Bupati  Inhil – HM Wardan, secara resmi membuka Rakor Kesehatan Jiwa yang di taja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten  Inhil. Kegiatan ini, dihadiri oleh seluruh Camat dan UPTD se-Kabupaten Inhil termasuk pihak Satpol PP, Polres, Kodim 0314 serta 3 universitas di Inhil yaitu Akbid Husada Gemilang, STAI Auliaurasyidin, dan Universitas Islam Indragiri (UNISI).

Di Kabupaten Indragiri Hilir, Jumlah temuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami peningkatan yaitu tahun 2014 berjumlah 312 orang, tahun 2015 berjumlah 460 orang, berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir jumlah itu meningkat menjadi 674 orang s/d September 2016. Peningkatan penderita sakit jiwa ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Indragiri Hilir.

Dari 674 pasien ODGJ ini terdiri dari 478 orang laki-laki dan 196 perempuan. Jumlah pasung dari 2014 s/d September 2016 berjumlah 160 orang, 109 orang  telah bebas pasung namun masih dalam pengawasan Puskesmas terdekat dan 11 orang meninggal dunia . Kasus pasung saat ini masih berjumlah 40 orang.

Kepala Dinas kesehatan Inhil, Zainal Arifin, SKM, M.Kes mengatakan, melalui Rakor Kesehatan Jiwa dan berbagai program lainnya, Pemkab menargetkan Inhil bebas pasung pada tahun 2017 mendatang.

“Tingginya angka ODGJ ditambah kurangnya pendidikan, juga memicu tingginya aksi pemasungan yang mencapai 160 orang,” terang Zainal Arifin.

Sementara itu dalam kata sambutannya, Bupati Inhil – HM Wardan meminta semua pihak, untuk ikut mendukung program Inhil bebas pasung.

“Dengan berpartisipasi dengan melaporkan dan membawa  pasien ODGJ untuk dilakukan pengobatan secara tepat kepada petugas kesehatan, ini sudah sangat membantu kami,” ungkap HM Wardan.

Hingga September ini, sebanyak 109 orang pasien ODGJ dari 160 yang mengalami pemasungan, telah berhasil dilepas oleh keluarga pasien. Sementara 40 sisanya, masih di pasung dengan alasan keselamatan penderita  maupun orang lain.