Skip to main content

BUPATI INHIL CANANGKAN KAMPANYE IMUNISASI MEASLESS RUBELLA ( MR )

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Mencanangkan kegiatan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Rabu (1/07) Di Venue Futsal Jalan Sungai beringin.

Pencanagan Measles Rubella (MR) di Kabupaten Indragiri Hilir ini di tandai dengan Penekanan Sirine Bersama oleh Bupati Inhil HM Wardan MP, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil H Zainal Arifin SKM MKES, Kadis pendidikan, Kapolres dandim 0314/Inhil, Wakil Bupati Inhil Terpilih H Samsudin UTI Serta di hadiri oleh Ratusan Pelajar.

Kadiskes Inhil, H Zainal Arifin dalam laporanya mengatakan pelaksanaan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR ) ini laksanakan selama dua bulan mulai di bulan agustus tahun 2018 imunisasi MR di lakukan di sekolah sekolah yang terdiri dari SD atau MI Sederajad, SDLB SMP Atau MTS sederajat serta SMPLB dengan sasaran usia 9 Bulan hingga 15 Tahun.

“Kemudian imunisasi di bulan ke dua di laksanakan pada bulan September untuk seluruh anak yang belum sekolah dan akan yang tidak tercoper, kegiatan nanti tidak hanya di posyandu, Puskesmas rumah sakit dan kelinik kami juga melakukan Swiping di seluruh kabupaten Inhil”, ujar kadis

Lebih lanjut Kadiskes inhil menuturkan pemberian vaksinasi MR dilakukan guna melindungi anak dari kecacatan dan kematian. Hal terebut di lakukan karena pihaknya berkomitmen akan teruas menuntunkan jumblah penderita campak dan rubela Termasuk dampak yang di timbulkan dari penyakit tersebut sesuai di tetapkan oleh kementerian kesehatan setiap kabupaten kota harus mencapai target 95 persen untuk inhil sasaran berjumblah lebih kurang 197.799 anak.

“Dari angka ini harus di laksanakan sekitar 95 persen jika angka ini tidak tercapai di angka 95 persen artinya kita di anggap gagal melaksanakan imunisasi MR ini”, tambahnya

Sementara itu Bupati Inhil, HM Wardan MP Mengatakan bahwa pemerintah kabupaten inhil Memberikan Support atas gerakan massal serentak di seluruh Indonesia, termasuk di kabupaten inhil yaitu pemberian vaksin atau imunisasi MR ini dapat terselenggara dengan baik sukses dan lancar

“Sudah di jelaskan Kadiskes inhil bahwa penularan campak ini sangat membahayakan maka pemerintah indonesia memandang hal ini sangat penting sekali untuk itulah di laksanakan program imunisasi MR ini”, ungkap Bupati

Bupati mengatakan pelaksanaan MR sendiri di pulau jawa sudah di laksanakan pada tahun 2017 dengan capaian 95 persen dan untuk di Luar pulau jawa dan lebih khusus di kabupaten inhil sendiri Program Imunisasi MR ini di laksanakan pada Tahun 2018 yakni bulan agustus dan September.

Lebih lanjut Bupati Menjelaskan bahwa Pelaksanaan Imunisasi MR hingga saat ini masih mengacu pada Fatwa Majlis Ulama indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2018 dan untuk pada tahun 2018 ini Bupati mendengar di Beberapa media bahwa MUI sendiri Terkait Vaksin MR ini Secara Nasional akan mengambil kebijakan pada tanggal 8 agustus 2018 nanti.

“Memang beberapa hari ini saya mendengar di berbagai media belum adanya Fatwa MUI akan tetapi MR ini sudah di laksanakan pada tahun yang lalu berdasar kan keputusan patwa MUI nomor 4 tahun 2016 Pelaksanaan MR ini sudah ada fatwa MUI nya hanya saja pada tahun 2018 ini untuk di perbaharui lagi jadi akan di keluarkan Fatwanya”, tambahnya

Bupati inhil HM Wardan MP sendiri menargetkan pelaksanaan Vaksin MR di kabupaten inhil Harus Mencapai 95 persen bahkan kalau bisa 100 persen

“Selaku pimpinan daerah kabupaten Inhil terhadap Imunisasi MR ini saya tidak mau gagal artinya penyelengaraan target 95 persen ini wajib dan harus di realisasikan”Ujar bupati

Untuk mencapai itu semua bupati menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut serta mensukseskan program nasional Imunisasi MR Ini

“Persoalan MR ini tidak bisa di serahkan oleh Dinkes saja maka saya mengharapkan keikut sertaan dari semua pihak dan lini untuk bersama sama menyukseskan perogram imunisasi MR ini”, harapnya

Untuk itu Pencanangan kampanye vaksin MR tidak terlepas dari keterlibatkan semua pihak mulai dari para petugas kesehatan, kader-kader POSYANDU, petugas pemerintahan serta para guru di sekolah yang seluruhnya berperan dalam program ini mengingat wilayah kabupaten inhil Geografi nya cukup Sulit agar semua Serius dalam mencapai target dengan sebaik baiknya.

IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR) BERSIFAT WAJIB

Dalam rangka mendukung kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) fase II Tahun 2018, Pemkab Inhil melalui Dinas Kesehatan  mengadakan rapat koordinasi Bersama  lintas sektor yang dilaksanakan di Aula Kantor  Bupati Lantai 5 Rabu (18/07).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Inhil H.M Wardan, M.P yang di ikuti oleh Dinas OPD Terkait, Direktur RSUD PH Tembilahan, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Inhil, Camat Serta Kepala UPT Pukesmas se Kabupaten Inhil.

Dalam arahanya Bupati Inhil H.M Wardan, M.P Mengajak semua pihak baik itu dari dinas atau lembaga terkait, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga lembaga swadaya masyarakat untuk berpartisipasi dan mensukseskan introduksi MR 2018 di Kabupaten Inhil.

“Sasaran Pelaksanaan kegiatan imunisasi masal MR Adalah seluruh anak usia 9 bulan sampai anak usia 15 Tahun dengan sasaran di kabupaten inhil berjumlah lebih kurang 197.799 anak di kabupaten inhil”, ungkap bupati

Bupati mengatakan untuk di Kabupaten Inhil sendiri pada bulan agustus tahun 2018 imunisasi MR dilaksanakan oleh Posyandu, Polindes, Ponkesdes, Pukesmas Pembantu, Puskesmas dan Pos Imunisasi lainya dengan sasaran bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 tahun.

Pada Bulan September 2018 bupati mengatakan imunisasi MR Akan dilakukan di sekolah-sekolah yang terdiri dari SD atau MI Sederajad, SDLB, SMP atau MTS sederajat serta SMPLB.

“Imunisasi ini diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, Imunisasi MR Ini bersifat Wajib dan tidak memerlukan izin tertulis”,tambahnya

Bupati mengatakan imunisasi MR ini tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak di dukung seluruh oleh lintas sektor, untuk itu bupati berharap kepada Dinas Pendidikan dan Kemenag agar selalu mendukung suksesnya pelaksanaan imunisasi MR Ini.

“Saya juga menyampaikan  terimakasih atas dukungannya dalam menyediakan dan memvalidasi data data sasaran utama membantu surat edaran dan sosialisasi agar imunisasi MR ini sukses di laksanakan dan menjangkau sasaran secara optimal”, pungkasnya

Untuk itu bupati pun mengajak semua lapisan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ini dengan membawa anak anaknya usia 9 bulan sampai usia kurang dari 15 tahun untuk datang ke sekolah, puskesmas polindes dan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi MR sesuai waktu yang telah ditentukan.

SOSIALISASI KAMPANYE IMUNISASI MR DI KECAMATAN TEMBILAHAN HULU

13 Juli 2018. Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru berat (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, 80-90 persen dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung (kelainan katup) dan mata (katarak, glaukoma), ketulian permanen dan berhentinya perkembangan otak karena tempurung kepala kecil (mikrosefali) yang jelas akan menyebabkan keterlambatan dan gangguan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah yaitu Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella, Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.

Pada kesempatan kali ini, Kecamatan Tembilahan Hulu mengadakan sosialisasi kampanye imunisasi MR yang di hadiri dan di dukung oleh lintas sektor mulai dari M. Nazar selaku Camat Tembilahan Hulu, para lurah dan kepala desa kecamatan Tembilahan Hulu, TNI dan POLRI, maupun para kepala sekolah dan guru mulai tingkat TK/PAUD, SD/MI dan SMP/MTs, serta para kader kader posyandu.

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR bulan Agustus sampai September 2018
BULAN AGUSTUS : Imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), juga sebagian TK dan PAUD. Kalau ada yang sudah berusia 15 tahun bersekolah di SMU/sederajat tetap harus juga diberikan imunisasi MR.
BULAN SEPTEMBER : Imunisasi MR diberikan untuk Bayi Usia 9 bulan s/d anak usia dibawah 7 tahun (yang belum tercover di TK/PAUD) dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya.

“Ayo, lindungi buah hati anda dari kesakitan, kecacatan, dan kematian karena penyakit Campak dan Rubella
GRATIIIIISSSSS !!
Kegiatan ini merupakan program pemerintah untuk menyehatkan Anak-anak Indonesia dari penyakit Campak dan Rubella”. demikian himbauan dan ajakan untuk masyarakat dari Hj. Rosdinah, S. ST, M. Kes selaku kepala puskesmas Tembilahan Hulu.