Skip to main content

MENINGKATKAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT, UPT PUSKESMAS SUNGAI SALAK BERSAMA CAMAT TEMPULING BENTUK FORUM KADER POSYANDU KECAMATAN TEMPULING

Tempuling, 09/02/2019. Bertempat di Posyandu Nurul Watan Kelurahan Pangkalan Tujuh Kecamatan Tempuling, diadakan Kegiatan Pembentukan Forum Kader Posyandu Kecamatan Tempuling. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Sungai Salak, Saiful Ahwan, S. Kep, Camat Tempuling, Ketua TP. PKK Kecamatan, serta Ketua dan Kader Posyandu Se Kecamatan Tempuling.

Kepala Puskesmas Sungai Salak dalam sambutannya mengatakan, Kader Posyandu harus mampu menjadi pengelola Posyandu dengan baik karena kaderlah yang paling memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Kepada Camat diharapkan memberikan support dan fasilitas dalam bentuk semampunya kepada setiap kader posyandu, Karena Posyandu itu milik masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, Puskesmas hanya membina saja, namun jika ada kendala dan lain hal boleh meminta petunjuk kepada tenaga kesehatan di puskesmas, .”Ungkapnya.

Camat Tempuling dalam sambutannya menyampaikan Posyandu yang ada saat ini merupakan Pos terpadu yang sangat penting untuk dimaksimalkan fungsinya, untuk memaksimalkannya peranan kader posyandu menjadi faktor utama dan penentu, Kami akan berusaha untuk selalu memperhatikan keberadaan posyandu dan kadernya. Melalui berbagai program pemerintah kapasitas Posyandu terus diperkuat, salah satunya melalui dukungan Pemerintah yang memberikan Insentif kepada Kader Posyandu. Oleh Karna itu Pemerintah berusaha untuk meningkatkan bantuan kepada posyandu sesuai dengan anggaran yang tersedia.”Ujarnya.

Setelah dilakukan Pembentukan dan Kepengurusan Forum Kader Posyandu Se Kecamatan Tempuling, yang mana pada saat pembentukan Ibu Khairiah terpilih sebagai Ketua Forum Kader Posyandu se Kecamatan Tempuling.

Sumber : Promkes puskesmas Sungai Salak ( Asmuliyanti, SKM )

PEDULI BAHAYA STUNTING, PUSKESMAS SUNGAI PIRING TERUS BERIKAN PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT

Sungai Piring, 05 Februari 2019. Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama sejak konsepsi kehamilan hingga usia dua tahun dan menyebabkan otak dan tumbuh kembang anak sampai usia lima tahun. adapun penyebab tidak langsung yaitu minimnya pola asuh, lingkungan yang tidak sehat, dan ketidakterjangkauan pelayanan kesehatan.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia di indonesia Khususnya masyarakat di Inhil. Juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek ataupun kerdil), melainkan mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreatifitas di usia yang produktif.

Peduli akan masalah itu puskesmas Sungai Piring terus mengadakan kegiatan penyuluhan dalam gedung setiap minggunya berkat kerja sama lintas program dengan materi yang berbeda-beda setiap minggunya.

Terpenuhinya kebutuhan gizi anak, terutama pada periode seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan komponen terpenting dalam upaya mengantisipasi Stunting. Namun, di Indonesia, pemenuhan asupan gizi seimbang masih kurang.

Tuti Auliyah selaku penanggung jawab Promkes Puskesmas Sungai Piring mengatakan Gizi seimbang itu yang pertama adalah beranekaragam pangan. Dan tidak ada (asupan) yang paling lengkap selain air susu ibu ketika anak berusia 0-6 bulan. Jadi tidak boleh diberikan apapun selain ASI kecuali saran dari dokter.

Narasumber : Tuti Auliyah ( Promkes Pkm Sungai Piring )

OPTIMALKAN KESEHATAN, PUSKESMAS SUNGAI SALAK BENTUK POKJANAL POSYANDU

Semakin mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan bekerjasama terhadap semua lini yang bersumber daya dari masyarakat yang di kelola oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Puskesmas Sungai Salak Kecamatan Tempuling telah membentuk Kelompok Kerja Operasional Pos Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu) di Kelurahan Sungai Salak kecamatan Tempuling.

Pembentukan Pokjanal Posyandu di pimpin langsung Kepala Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan di dampingi donatur Posyandu (Sukamto), Lurah Sungai Salak (Suardi), Babinsa Sungai Salak (Mistar), RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan PKK, serta Kader Posyandu.

“Pembentukan Pokjanal Posyandu pada dasarnya untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan dasar kesehatan” ujar Kepala Puskesmas Saiful Ahwan, S. Kep”

Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang di bentuk atas dasar kebutuhan masyarakat dengan bimbingan petugas kesehatan, lintas sektor, dan beberapa lembaga terkait yang berkedudukan di kelurahan maupun desa dan fungsinya sangat besar terhadap beberapa keterkaitan dalam pembinaan penyelenggaraan dan pengelolaan posyandu dan kader Posyandu adalah anggota masyarakat yang di pilih, bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk mengelola posyandu secara efektif.

“kemarin sudah kita bentuk kepengurusan Pokjanal Posyandu Kecamatan Tempuling seperti Pembina, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan 6 bidang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang ada seperti bidang kelembagaan, pelayanan kesehatan dan Keluarga Berencana, komunikasi informasi dan edukasi, SDM, serta bina program. Semoga ini semakin menunjukkan maksimalnya pelayanan Puskesmas Sungai Salak terhadap masyarakat yang bekerjasama dengan Pokjanal Posyandu.” tutup Suardi, selaku Lurah Sungai Salak.

Sumber : ASMULIYANTI, SKM (Promkes Sungai Salak)

IMPLEMENTASI GERMAS DI LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

Dalam Rangka Mengimplementasikan Kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Bidang Kesehatan Masyarakat dan Bidang P2P (Pencegahan Penanggulangan Penyakit), Menggelar Kegiatan Senam, Tes Kebugaran/Rockport, Cek Kesehatan, Bazar Buah dan Sayur serta Permainan/Olahraga Tenis Meja, Kegiatan Ini di ikuti oleh seluruh Karyawan/Karyawati di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir.(18/01/2019).

Adapun kegiatan dari tes kebugaran/Rockport sendiri adalah merupakan tes kebugaran dengan cara berjalan cepat/berlari kecil sejauh 1,6 km tujuannya untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik, lalu dihitung waktu tempuhnya (dalam menit) dan denyut nadinya dalam satu menit. Tes ini dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk melakukannya oleh dokter pemeriksa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Hj. Devi Natalia,SKM, MH mengungkapkan “Kegiatan Tes Kebugaran/Rocport, Cek Kesehatan, Bazar Buah dan Sayur serta Permainan/Olahraga harus disosialisasikan di OPD lain bukan hanya di Dinas Kesehatan, karena sesuai dengan Surat Edaran Bupati yang dikeluarkan  Pada bulan Januari 2018 sampai tingkat Kecamatan”.

DINAS KESEHATAN KAB. INHIL MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W

Rabu, 5 Desember 2018. bertepatan tanggal 28 rabi’ul awal Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir memperingati maulid nabi Muhammad SAW yang di adakan tepat pukul 09.00 di aula kantor Dinas Kesehatan.

Peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes, Sekretaris , kabid, kasi dan para staff dilingkungan Dinas Kesehatan maupun staff puskesmas yang hadir , tak terlepas dari itu juga turut menghadirkan penceramah ustadz Ikhsan kamil.

Dalam sambutannya H. Zainal Arifin menyampaikan agar lebih meningkatkan lagi ibadah kita semua terutama di lingkungan dinas Kesehatan, Beliau juga mengumpamakan seperti memasang dua cermin, yaitu agar kita dapat melihat kekurangan kita dan cermin yang satunya untuk melihat kelebihan orang lain supaya kita dapat mengintropeksi diri dan dapat mencontoh kebaikan orang lain. dan jangan hanya mengingat dunia namun lalai akhirat agar kedepannya lebih baik lagi berharap rahmat serta ridho dari ALLAH SWT.

Dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh ustadz Ikhsan Kamil yang mengingatkan bahwa peringatan Maulid nabi ialah peringatan hari kelahiran nabi Muhammad SAW, yang tujuannya untuk mengingat kembali , dan memperhatikan apa yang dilakukan rasullulah agar kita dapat mengambil hikmahnya karna itu adalah sumber ilmu kedua setelah al-Qur’an karna Rasullullah seorang Uswatun hasanah maka contohlah perilaku rasullullah sebagai pekerja keras.

Agama islam mnganjurkan umatnya untuk beribadah kemudian setelah itu bekerja sungguh-sungguh, dan teliti, agar kebutuhan hidup terpenuhi dan berimbang antara dunia dan akhirat. kita juga harus mempersiapkan sesuatu (amal) untuk bekal di akhirat Karna tujuan kita di dunia ialah beribadah dan salah satunya ialah dengan bekerja.

Ustadz ikhsan juga berpesan dan mengatakan bahwa Di lingkungan Dinas Kesehatan yang mana bertugas melayani masyarakat haruslah bekerja dengan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat dengan niat ibadah.