Skip to main content

ANTISIPASI PENULARAN HIV/AIDS, BEGINI CARANYA

Diaula Hotel Inhil Pratama, selasa (2img_01206 juli 2016) Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids ( KPA ) menggelar Pertemuan evaluasi semester Program HIV-AIDS Di Kabupaten Indragiri Hilir (Tanggal 26 s/d 28 Juli 2016).

Pertemuan evaluasi Program HIV-AIDS ini ­merupakan pertemuan untuk memonitoring kegiatan yang telah dilakukan dilayanan HIV-AIDS Klinik VCT, IMS dan CST (pengobatan ARV) dan pencapaian program diharapkan HIV-AIDS tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan dapat dikendalikan dengan demikian harapan hidup serta produktivitas ODHA (orang dengan HIV-AIDS) meningkat dan biaya yang dikeluarkan karena dampak HIV-AIDS pun dapat dikurangi.­­­

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa angka kasus HIV-AIDS di Inhil masih tinggi, dan berterima kasih kerena perhatian dari pusat sangat besar. Kami berharap ada beberapa target yang ingin kita capai bisa kita sinergikan bersama sama.

“Kita berterima kasih sekali karena penanganan masalah HIV-AIDS di Inhil sangat diperhatikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau”, jelas Kadis Kesehatan.

Dari pantauan yang kita lakukan penderita penyakit Hiv/Aids terus meningkat dari tahun ketahun, penemuan kasusnya itu lebih tinggi sehingga ditemukan beberapa kasus. Kemudian kita berusaha agar 7 Puskesmas yang menjadi layanan BCT, bagaimana pasien yang sudah kita temukan yang positif mengidap HIV-AIDS ini terus kita obati dan jangan sampai dia hilang jadi dengan demikian angka kesembuhan kemudian umur harapan hidup dan kualitas hidupnya terus baik karena pengidap hiv/aids daya tubuhnya akan menurun. Jadi kita mengintegrasikan dengan lintas sektor terkait termasuk juga LSM dan KPA supaya penanganan ini lebih terintegrasi.

” HIV-AIDS sebenarnya bukanlah virus yang mudah menular seperti flu dan batuk, tapi virus itu jadi menular karena perilaku berisiko, seperti pakai jarum suntik bergantian, seks berisiko, gonta-ganti pasangan, beli seks, tidak pakai kondom. Untuk mencegah HIV cukup diingat cara ABCD,” terang H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

ABCD yang dimaksud adalah:

A = Abstinence (puasa seks)

Artinya tidak berhubungan seks sama sekali, terutama bagi individu yang belum memiliki pasangan resmi.

B = Be Faithful (setia)

Jika Anda sudah memiliki pasangan, maka jadilah pasangan yang setia dan tidak bergonta-ganti pasangan.

C = Condom (gunakan kondom)

Selalu gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko.

D = Drugs

Artinya jauhi narkoba dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian.IMG_0062

Pertemuan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Dinkes H. Ridwan, S.Sos, M.Kes, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) dr. Saut Pakpahan, Sekretaris Komisi Penganggulagan Aids (KPA) H. Umar Pulungan, Ibu Sri Agustini SKM Pengelola program Hiv/aids dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Erika Virgoria SKM financial administrasi serta Puskesmas Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Gajah Mada, Sungai Guntung, Tanah Merah, Selensen, Pengalihan Keritang, Concong, RSUD Puri Husada, KPA, LSM BDPN Tembilahan dan KDS Family Support Group.