Skip to main content

Puskesmas Kempas Jaya dan Sungai Salak Bekolaborasi Gelar Test Rockport JCH 2020

Ibadah haji merupakan rangkaian kegiatan yang menggunakan, 90% aktivitas fisik untuk itu tim kesehatan haji Puskesmas Sungai Salak bersama Puskesmas Kempas Jaya melakukan pemeriksaan fisik mengunakan metode (tes rockport) atau pemeriksaan kebugaran jemaah haji, yang dipusatkan dihalaman Bandara Tempuling (13/12/2019).

Adapun yang mengikuti tes ini yang berasal dari Sungai Salak sebanyak 33 orang, sedangkan dari Kempas Jaya sebanyak 25 orang.

Kepala Puskesmas Kempas Jaya Suharmin, SKM yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Tata Usaha Rio Supriono, SKM mengatakan setelah diperiksa dengan metode rockport ini, masing-masing jema’ah calon haji tau tingkat kebugarannya.

“Setelah mengikuti metode ini, nilai atau hasilnya akan diketahui, apakah kurang sekali, kurang, cukup, baik dan baik sekali”, ungkap Rio

Lebih lanjut Rio menjelaskan Metode Rockport merupakan tes kebugaran bagi calon jamaah haji dengan cara berjalan cepat/berlari kecil sejauh 1,6 km.  Tes Jalan Rockport merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik. Orang yang dites diminta berjalan secepat mungkin (sesuai kesanggupan) sejauh 1,6 km lalu dihitung waktu tempuhnya (dalam menit) dan denyut nadinya dalam satu menit. Tes ini dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk melakukannya oleh dokter pemeriksa. Tes ini mudah dilakukan, tidak memerlukan banyak peralatan, dan murah.

“Setelah mengetahui tingkat kebugaran masing-masing calon jama’ah haji diharapkan bisa latihan sesuai dengan saran dari petugas kesehatan, agar sebelum berangkat ketanah suci dalam keadaan sehat dan kuat”, tutupnya

Calon Jama’ah Haji melakukan pemeriksaan Kesehatan sebelum melakukan Test Rockport
Melakukan Peregangan sebelum melakukan Test Rockport

Bidan dan Dukun Bayi di Pelangiran Komit Tekan AKI dan AKB

Tingginya angka kematian ibu dan bayi mendorong Dinas Kesehatan Indragiri hilir (Inhil) menggalakkan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi di setiap Kecamatan.

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi. Dinkes Kabupaten Inhil melalui Puskesmas Pelangiran melaksanakan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi menjadi salah satu terobosan yang bermuara untuk menurunkan AKI dan AKB.

“Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi juga merupakan metode yang tepat karena permasalahan kesehatan merupakan permasalahan yang multi dimensi,” terang Kepala Puskesmas Pelangiran Imam Santoso,SST.FT.MM , Kamis (12/12/2019) pagi.

Kemudian, program kesehatan bisa berjalan tanpa harus meninggalkan unsur kebudayaan setempat atau dengan pendekatan kearifan lokal, peran Dukun Bayi yang masih dipercayai oleh masyarakat dan dengan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi ini memiliki peran masing-masing peran, yaitu Bidan sebagai penolong persalinan dan Dukun Bayi sebagai pendamping.(ded)

Disiplin Diri untuk Pencegahan Penyakit dimulai dari Diri Sendiri.

dr. Lestari yang saat ini bertugas di Puskesmas Gajah Mada

Agar terhindar dari berbagai macam penyakit, ada banyak cara menjaga kesehatan tubuh yang bisa dilakukan. Dengan menerapkan cara-cara tersebut, kualitas hidup yang sehat dapat dijaga.

Sebenarnya menerapkan berbagai cara menjaga kesehatan tubuh bukanlah hal yang sulit. Hanya saja, Anda harus konsisten dalam melakukannya. Hal ini perlu dibiasakan, mulai dari hal kecil seperti istirahat dengan cukup dan olahraga secara teratur.

Berikut Tips dari dokter Lestari yang bisa anda terapkan dikehidupan sehari hari

  1. Minum air putih , untuk orang dewasa yang sehat dan normal, lebih kurang 2 Liter/hari ( jika ada gangguan organ tubuh harus konsultasi dulu dengan dokter)
  2. Jangan terlambat makan.
  3. Perbanyak makan sayur dan buah
  4. Istirahat cukup
  5. Sempatkan berolahraga di rumah atau diluar rumah
  6. Cuci tangan pakai sabun, karena banyak sekali penyakit yang bisa ditularkan dari tangan yang tidak bersih. Mulai dari penyakit saluran napas, sampe saluran cerna. Kita anjurkan cuci tangan: sebelum makan, sesudah buang air,  sesudah beraktifitas diluar rumah, sesudah memegang hewan peliharaan, sebelum menyiapkan makanan, dan  sesudah mengganti popok dan lain lain.
  1. Jika kita yang sakit seperti flu, cacar dan pnyakit yg ditularkan lewat saluran napas lainnya, harus membiasakan diri memakai masker agar tidak menularkan ke keluarga dan orang lain.
  2. Minum vitamin atau madu utk menjaga daya tahan tubuh.
  3. Jika sakit segera berobat ke puskesmas , Rumah Sakit atau dokter praktek swasta.

Untuk Menjaga Kebugaran CJH Tahun 2019, Gajahmada Gelar Test Rock Port

Ibadah Haji Merupakan kegiatan ibadah wajib (Surat Al Imran ayat 97) yang memerlukan kesiapan fisik yang prima karena mengandung aktifitas fisik yang lebih berat dari kegiatan kita sehari-hari. Aktivitas fisik yang dimaksud adalah :

  1. Sholat 5 waktu di Mesjidil Haram / Mesjid Nabawi : Berjalan dari pemondokan atau batas masuk kendaraan ke area Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
  2. Tawaf : Berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam sebanyak 7 kali
  3. Sa’i : Berjalan atau berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali (7 x ± 420 meter = 2, 9 Km)
  4. Kegiatan Armuna (Arofah, Muzdalifah dan Mina) :Wukuf di Arafah, mabid di Muzdalifah termasuk melontar jumroh di Mina
  5. Kegiatan lain, seperti :Kegiatan dari daerah asal ke embarkasi, di pesawat, ziarah selama di Tanah Suci dan kepulangan di Tanah Air

Dalam upaya memelihara dan meningkatkan kondisi kesehatan Calon Jamaah Haji (CJH), Dinas Kesehatan melalui UPT. Puskesmas Gajahmada mengadakan kegiatan Pengukuran kebugaran bagi Calon Jama’ah Haji untuk keberangkatan tahun 2019 sebanyak 40 orang, jalur yang dilalui yaitu : jalan Gajahmada, jalan Hangtuah, jalan Jendral Sudirman, jalan Datuk Bandar, Jalan KH. Dewantara, Jalan Suntung Ardi terakhir baru kembali lagi ke Gajahmada.

Menurut Kepala Puskesmas Gajahmada Ngatiem, SKM menjelaskan tes Kebugaran merupakan metode yang paling sederhana untuk menilai tingkat kebugaran tidak terbatas umur memang idealnya dewasa keatas sehingga sebetulnya yang paling sederhana untuk diterapkan pada calon jamaah haji. Tes Kebugaran Haji yang dilaksanakan dimulai dari Pemeriksaan Kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan denyut nadi yang dilanjutkan dengan latihan kebugaran jasmani yang dilaksanakan dengan metode Rockport.

Metode Rockport merupakan tes kebugaran bagi calon jamaah haji dengan cara berjalan cepat/berlari kecil sejauh 1,6 km.  Tes Jalan Rockport merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik. Orang yang dites diminta berjalan secepat mungkin (sesuai kesanggupan) sejauh 1,6 km lalu dihitung waktu tempuhnya (dalam menit) dan denyut nadinya dalam satu menit. Tes ini dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk melakukannya oleh dokter pemeriksa. Tes ini mudah dilakukan, tidak memerlukan banyak peralatan, dan murah.

“Kami berharap kepada para jamaah haji mulai sekarang harus rajin berolah raga secara fisik untuk mempersiapkan diri agar pada saat melakukan ibadah haji badan dalam keadaan bugar”, ucap Ngatiem SKM

Dengan dilaksanakannya Pemeliharaan kebugaran jasmani bagi jamaah haji ini diharapkan Calon Jamaah Haji dapat memiliki kondisi kesehatan yang optimal menjelang keberangkatan sampai kembali ke Tanah Air  sejak di daerah asal, di perjalanan, embarkasi /debarkasi haji, selama di Arab Saudi dan setelah kembali ke Tanah Air”, tutupnya

Terima Kunjungan Muslimat NU Inhil, Kadiskes Perkenalkan Program ‘Durasi Penting’

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan tidak pernah berhenti berupaya mencegah dan menangani masalah stunting di Inhil. Berbagai program telah dilaksanakan dalam rangka menindak perihal stunting yang terjadi.

Namun semua usaha tersebut belum berhasil secara maksimal, karena Kabupaten Inhil saat ini berada dalam peringkat 5 besar sebagai daerah yang mengalami permasalahan stunting se-Provinsi Riau.

Oleh sebab itu, kali ini Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil menciptakan program baru yang diberi nama Durasi Penting (Posyandu Pra Konsepsi dalam Pencegahan Stunting).

Dalam presentasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, H. Zainal Arifin, SKM M.Kes pada rapat pencegahan stunting ini, program Durasi Penting difokuskan kepada calon pengantin.

“Pencegahan stunting dilakukan sejak pra konsepsi (sebelum menikah), jadi Durasi Penting ini untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada wanita usia subur yang difokuskan pada calon pengantin,” ungkap Kadiskes kepada rombongan Muslimat NU Inhil diruangan rapat Dinas Kesehatan, Kamis (31/10/2019).

Jumlah stunting di Kabupaten Inhil saat ini mencapai 1716 orang ya g tergolong sangat pendek, sehingga melalui program Durasi Penting, Zainal Arifin menargetkan dalam lima tahun ke depan angka stunting di Inhil adalah 0 (nol).

Dikatakannya, untuk pelaksanaan program Durasi Penting, pihaknya butuh dukungan dari Kementerian Agama selaku instansi yang mengurus pernikahan, dan Muslimat NU yang dinilai sebagai ormas teraktif di Inhil saat ini.

“Kami juga berencana nanti kita akan menandatangani nota kesepakatan antara Dinas Kesehatan, Kemenag, dan Muslimat NU bersama-sama berada dalam program Durasi Penting,” ujar Zainal.

Sementara itu, Hj. Zulaikhah Wardan, S.Sos M.E selaku Ketua Muslimat NU sangat mendukung program gebrakan dari Dinas Kesehatan tersebut.

Disebutkan Zulaikhah, bahwa pengetahuan tentang stunting sebaiknya tidak hanya diberikan kepada calon pengantin saja, namun juga kepada remaja-remaja atau pelajar.

“Kalau bisa dilakukan sosialisasi, nanti kita beri sertifikat kepada para peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut. Kan anak-anak SMP/ SMA itu calon pengantin juga tapi belum tahu kapan masanya. Jadi ada baiknya diberikan pemahaman kepada mereka, nanti ketika mereka mau menikah mereka harus menunjukkan sertifikat dan itu adalah bukti bahwa mereka telah mengikuti sosialisasi, tinggal saat akan menikah diberi imunisasi saja lagi,” urai Zulaikhah.

Tidak hanya itu, Ibunda Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini berharap juga ada program penanggulangan masalah stunting.

“Ada program pencegahan, ada harus ada juga program penanggulangan. Jadi yang sudah terkena stunting dapat dibantu, bagaimana pertumbuhan selanjutnya,” pungkas Zulaikhah.