Skip to main content

Dinas Kesehatan Inhil Taja Pertemuan Evaluasi Program Kefarmasian

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Pertemuan Evaluasi Program Kefarmasian bagi Puskesmas se-Kabupaten Inndragiri Hilir, yang dilaksanakan di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Kamis (12/12/2019).

Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia, SKM, M.H mengatakan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.

“Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan”, ungkap Devi Natalia.

Kepala Seksi Kefarmasian dan Alkes, Irdawati, SKM., MM menyampaikan bahwa mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas  dapat ditingkatkan dengan melaksanakan pelayanan kefarmasian di puskesmas sesuai standar dan melalui rangkaian program kefarmasian yaitu Gerakan Masyarakat Cerdas menggunakan Obat (GeMa CerMat), Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Bude jamu), Penggunaan Obat Rasional (POR), Pelayanan Informasi Obat (PIO), Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika serta penggunaan Obat Generik Berlogo.

Lebih lanjut Ia menjelaskan Pelayanan kefarmasian dipuskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan kefarmasian dipuskesmas harus mendukung 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Semoga dengan adanya pertemuan ini dapat meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan kefarmasian”, tutupnya

Diakhir acara juga dilakukan pemberian reward untuk Puskesmas dan Insan Kesehatan berprestasi, yaitu :

  1. Tenaga Kefarmasian berprestasi I : Nurfadilah, S.Farm, Apt (Puskesmas Kota Baru)
  2. Tenaga Kefarmasian berprestasi II : Hernawati, AMAF (Puskesmas Tembilahan Kota)
  3. Tenaga Kefarmasian berprestasi III : Hj. Farida Ariani, Amd. Farm (Puskesmas Tembilahan Hulu)
  4. Program Gema Cermat : Puskesmas Gajah Mada
  5. GerNas Bude Jamu : Puskemas Sungai Salak
  6. Penggunaan Obat Rasional (POR): Puskesmas Sapat
  7. Pelayanan Informasi Obat (PIO): Puskesmas Tembilahan Hulu

Puskesmas Sungai Iliran Raih Akreditasi Madya

Berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, tanggal 10 desember 2019 menetapkan Puskemas Sungai Iliran mendapatkan Hasil Akreditasi dengan Status Madya.

Pelaksanaan survei akreditasi di Puskesmas Sungai Iliran dilakukan dari tanggal 27 November s/d 01 Desember 2019.

Kepala Puskesmas Sungai Iliran Salmariantity, SKM saat dikonfirmasi oleh Media Center Tim melalui Whatsapp mengatakan sangat bersyukur dengan hasil yang didapatkan oleh puskemas Sungai Iliran.

“Ini adalah buah kerja keras seluruh anggota Puskesmas, terima kasih untuk bimbingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten juga dukungan lintas sektor”, ungkap Salmariantity

Lebih lanjut Salmariantity mengatakan Puskesmas Sungai Iliran akan terus meningkatkan kinerja agar pelayanan ke masyarakat lebih baik lagi.

“Hasil ini (Madya) akan menjadikan motivasi untuk kami agar meningkatkan mutu pelayanan sehingga masyarakat puas saat datang ke Puskesmas Sungai Iliran”, tutupnya

Puskesmas Sungai Salak Bentuk Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak

Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak ( FK-KIA ) adalah suatu organisasi sosial kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama terhadap kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, dan balita, anak sekolah dan remajan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya melalui komunikasi yang intensif melalui forum peduli Kesehatan Ibu dan Anak.

Kepala Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan, S.Kep yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Sungai Salak, Azmir, SKM mengatakan forum Peduli Kesehatan Ibu dan anak memiliki 2 sasaran yaitu langsung dan tidak langsung.

“Sasaran langsung seperti Ibu hamil dan keluarga, ibu bersalin, Ibu Nifas dan keluarga, akseptor KB, Bayi baru Lahir , Bayi dan balita dan pendamping / ibu balita serta sasyarakat yang mempunyai masalah berhubungan kesehatan ibu dan anak”, ungkap Azmir

“Sasaran tidak langsung yaitu kader kesehatan dan dukun bayi, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan organisasi sosial kemasyarakatan”, tambahnya

Lebih lanjut Azmir menjelaskan ada 6 fokus kegiatan Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak ( FK-KIA ) yaitu :

  1. Pelayanan KIE pada ibu hamil, ibu bersalin , ibu nifas,bayi dan anak balita melalui kegiatan kelas ibu hamil, kunjungan untuk memotivasi masyarakat/ keluarga yang bermasalah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di fasilitas kesehatan.
  2. Pembinaan peran serta masyarakat melalui kegiatan pemberian informasi tentang jadwal kegiatan kelas ibu hamil, posyandu di tempat yang telah disepakati  untuk memobilisasi sasaran untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan.
  3. Peningkatan peran serta masyarakat melalui kegiatan pengumpulan dana sosial dan pengadaan bank darah hidup untuk kegiatan pelayanan terhadap ibu dan anak yang membutuhkan.
  4. Pertemuan berkala dilaksanakan dengan bekerja sama dengan program kesehatan lain jika mengadakan pertemuan yang melibatkan masyarakat untuk membahas kendala dan solusi berbagai masalah yang temukan dalam kegiatan KIE melalui media social.
  5. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat petugas harus memberikan pelayanan secara adil sehingga sasaran kegiatan dapat memeperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
  6. Komunikasi yang intensif melalui forum dan media social petugas dalam memberikan informasi selalu melayani dengan sepenuh hati dan sopan dalam bertuturkata dan berprilaku sehingga informasi dan pelayanan yang diberikan lebih berkualitas.

Dinkes Inhil Taja Pertemuan Monitoring Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan

Dalam rangka meningkatan Kemampuan Pengelolaan Data Kesehatan Berbasis Teknologi menuju satu data terintegrasi, real time dan valid,  Dinas Kesehatan menggelar pertemuan monitoring evaluasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang dipusatkan di Aula Hotel Inhil Pratama, kamis (05/12/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM M.Kes yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Rahmi indrasuri, SKM. M.KL dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pertemuan ini agar tercapai data kesehatan yang terintegrasi, valid dan real time.

“Fokus kita (Dinas Kesehatan) pada tahun 2020, bagaimana bisa mencapai 12 indikator SPM dan PIS PK”, ungkap Rahmi Indrasuri

Lebih lanjut Rahmi Indrasuri mengharapkan semua Puskesmas yang ada di Inhil dapat mengaplikasikan kedua indikator tersebut agar bisa selaras.

“Kami berharap petugas SIK lebih memacu diri agar bisa meliputi semua program yang ada dipuskesmas agar bisa mencapai 12 indikator SPM dan PIS PK”, tambahnya

“Kami berharap kepada Petugas SIK Puskesmas lebih proaktif bekerja sama dengan semua program di Puskesmas, sehingga 2020 semua data sudah berbasis web”, tutupnya

Lantik Pengurus PMI, Hj. Zulaikhah Wardan: PMI organisasi yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

Dalam satu hari, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Zulaikhah Wardan S.Sos M.E melantik Pengurus PMI di tiga Kecamatan untuk masa bakti 2019-2024, Rabu (4/12/2019). Didampingi Sekretaris PMI Inhil H Mukhtar T, Kepala Markas PMI Inhil Subowo Radianto, dan Pengurus PMI Inhil, rombongan berangkat melalui jalur sungai menggunakan speed boat pukul 08.00 WIB.

Pengurus PMI Kecamatan yang dilantik ialah, Kecamatan Mandah sekira pukul 10.30 WIB, Kecamatan Pelangiran pada sore hari, sedangkan pada malam hari dilakukan pelantikan Kecamatan Kateman.

Palang Merah Indonesia (PMI), merupakan salah satu organisasi yang memiliki jaringan luas lain di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan Hj Zulaikhah Wardan SSos ME dalam sambutannya.

Salah satu mitra PMI ialah Palang Merah Remaja (PMR). PMR merupakan relawan yang membantu tugas PMI yang bekerja secara ikhlas dan mampu bekerjasama dengan baik antar sesama anggota. Anggota PMR merupakan pelajar SD, SMP, dan SMA/ sederajat.

Oleh sebab itu, Zulaikhah berharap agar PMI Kecamatan segera membentuk PMR di sekolah-sekolah, serta melaksanakan pembinaan dan pelatihan terhadap anggota PMR.

“Kalau di Tembilahan PMR-nya aktif, setiap ada bencana atau musibah, anggota PMR langsung turun ke jalan untuk menggalang dana. Jadi ini salah satu cara kita membentuk karakter anak untuk memiliki jiwa sosial,” tuturnya.

PMI memiliki 7 Prinsip Dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional. 7 Prinsip Dasar tersebut adalah: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

Tujuan dibentuknya PMI di kecamatan, dikatakan Zulaikhah ialah sebagai perpanjangan tangan dari PMI Kabupaten.

“Jadi nanti jika ada permasalahan mungkin ada musibah, ada bencana, masalah kesehatan seperti gizi buruk, bahkan masalah kebutuhan darah nanti PMI kecamatan bisa bekerjasama dengan puskesmas, kemudian diinformasikan ke PMI kabupaten,” ujar Zulaikhah.

Dijelaskannya pula PMI sebagai organisasi sosial, memiliki tugas yang sangat banyak, mulai dari tanggap darurat bencana, memberikan pelayanan kesehatan, dan yang paling penting ialah tentang donor darah.

“Darah tidak bisa dibeli, tidak bisa kita adakan. Jadi ini adalah kesadaran untuk kita semua untuk melakukan donor darah. Tugas utama PMI Kecamatan setelah dilantik ini adalah mendata masyarakat yang mau menjadi pendonor tetap,” tegas Zulaikhah.

Zulaikhah berharap agar PMI Kecamatan bekerjasama dengan berbagai lintas sektor maupun perusahaan-perusahaan yang ada di kecamatan untuk melakukan sosialisasi donor darah sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Inhil dapat terpenuhi.

Dirinya juga memohon bantuan kepada para Alim Ulama agar dapat menyampaikan tentang manfaat serta hukum donor darah dalam ceramah-ceramahnya, demi memberi pemahaman kepada masyarakat.

Pelantikan dihadiri Camat beserta Ketua TP-PKK Kecamatan, Unsur Forkopimcam, Lurah dan Kepala Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, TP-PKK Kecamatan, serta masyarakat setempat. (Sumber : Humas/adv)

Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan Kateman
Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan Pelangiran
Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan Mandah