Skip to main content

PKM Pelangiran dan Kepolisian Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

Upaya mencegah penyebaran bahaya Narkoba dan penyakit menular HIV/Aids di masyarakat, khususnya kalangan anak muda di kecamatan Pelangiran membutuhkan kerja sama semua lini. Untuk itu, Puskesmas Pelangiran dan Kepolisian menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba dan HIV/Aids.

“Rabu kemarin (12/12/2019), dokter dari Puskesmas Pelangiran dan kepolisian menjadi narasumber pada sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/Aids. Alhamdulillah, antusias peserta sangat tinggi,” ungkap Kepala Puskesmas Imam Santoso,SST.FT.MM , Jumat (13/12/2019) pagi.

Pada kesempatan itu dr. Panggih Sekar Palupi, menyampaikan bahwa narkoba merupakan musuh bersama. Siapapun akan menjadi incaran narkoba, tidak hanya yang tinggal di kota, tapi sudah menyerang masyarakat ceruk-ceruk kampung.

Tak terkecuali, generasi muda sangat rentan menjadi sasaran narkoba. Terlebih lagi, Kecamatan Pelangiran. Oleh karena itu, dr. Panggih mengajak untuk membentengi diri dari bahaya narkoba.

dr Panggih menjelaskan tentang jenis-jenis kepada peserta. Jenis narkoba tersebut, berupa ganja, sabu-sabu, heroin dan zat adiktif.

Dampak dari bahaya narkoba, rentan terjangkit dengan penyakit menular HIV Aids. Katanya dr Panggih juga menyampaikan jenis-jenis penyakit yang mengikuti HIV Aids ini, seperti infeksi TBC, tipes, infeksi herpes, gagal ginjal, radang kulit, dan kenker.(ded)

DETEKSI HIV/AIDS SEJAK DINI DENGAN MOBILE VCT

(Senin, 20/04/2018). VCT mobile adalah kegiatan VCT (Voluntary Counselling and Testing) HIV/AIDS yang dilakukan diluar tempat layanan atau klinik VCT. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

VCT awalnya hanya bisa dilakukan ditempat layanan kesehatan, namun kali ini ada program VCT mobile yang bisa dilakukan di mana pun dengan alat-alat tertentu yang bisa dibawa ke mana-mana, dan tanpa biaya (gratis).
Test HIV dilakukan setelah klien terlebih dulu menandatangani surat persetujuan tindakan. Jadi, VCT sebenarnya tes HIV/AIDS yang dilakukan secara sukarela. Karena pada prinsipnya tes HIV/AIDS tidak boleh dilakukan dengan paksaan atau tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan.

Program pemerintah berupa VCT mobile ini merupakan solusi pendeteksian dini HIV/AIDS. Sebelumnya, program VCT ini hanya bisa dilakukan di tempat layanan kesehatan, sehingga masyarakat yang berpartisipasi sangat sedikit. Sebab, biasanya masyarakat juga malas dan tidak punya waktu untuk datang ke tempat layanan kesehatan hanya untuk bertanya-tanya mengenai HIV/AIDS dan test HIV AIDS.

Dalam hal ini PJ program HIV bernama Hernalela, Skm melakukan mobile VCT ke sekolah-sekolah tingkat SMA diwilayah kerja Upt. Puskesmas Tembilahan Hulu.

Lela begitu panggilan akrabnya berharap, program VCT mobile ini bisa terus mendapat dukungan dari pemerintah, Karena dengan program ini pendeteksian dini HIV/AIDS bisa dilakukan, sehingga jika ditemukan kasus HIV/AIDS pun belum mengalami stadium lanjut.

Narasumber : Anggita Merry (Promkes Tembilahan Hulu)

Peringatan Hari HIV AIDS Sedunia, Mari Berubah Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV”

20161201_091419-1Tembilahan, 1 Desember 2016. Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.  Pada tahun ini Kabupaten Indragiri Hilir memperingati Hari HIV AIDS sedunia dengan menyertakan sebagian besar pelajar menengah atas dan Dinas Kesehatan.

Bertempat di Markas Kodim 314 Kabupaten Indragiri Hilir/Tembilahan, peringatan Hari HIV AIDS sedunia digelar. Kegiatan yang dilaksanakan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes. beliau menuturkan dalam sambutannya akan bahaya dari penularan HIV yang sangat menghawatirkan.

Dalam era sekarang ini, Dunia dan khususnya Kabupaten Indragiri Hilir sangat menghawatirkan akan bahayanya dari penyebaran penularan HIV dan AIDS ini, oleh sebab itu dengan gerakan “Mari Berubah Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV” kita berikan wawasan dan kesadaran hidup sehat tanpa penularan HIV.

20161201_102902Dalam peringatan kali ini tampak juga dihadiri oleh Dandim, Dinas Kesehatan, anggota TNI dan persatuan iastri tentara (Persit) para pelajar gelaran ini dimeriahkan juga dengan diawali senam sehat bersama dan penampilan drama oleh mahasiswa STAI Auliaurrasyiddin Tembilahan.

DINAS KESEHATAN EVALUASI BERSAMA MENGENAI POLA NEW FUNDING MODEL

Dinas Kesehatan Kabupaten Indraimg_20161117_113946giri Hilir mengadakan pertemuan Evaluasi program penanggulangan HIV dan AIDS semester II dengan dukungan Global Fund. Kamis (17/11/2016).

Peserta yang mengikuti evaluasi ini Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan Aids (KPA), LSM BDPN Tembilahan, KDS Family Support Group, RSUD Puri Husada, Puskesmas Tembilahan Kota, Puskesmas Hulu, Puskesmas Gajah Mada, Puskesmas Sungai Guntung, Puskesmas Tanah Merah, Puskesmas Concong Luar, Puskesmas Selensen dan Puskesmas Pengalihan Keritang. Yang terdiri dari perwakilan RR CST, admin VCT, Koordinator VCT, Analisis, Dokter, Perawat, Pemegang Program HIV se-Kabupaten Inhil.

Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dr. Saut Pakpahan yang diwakili oleh Staff Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Pengelola Program Hiv/Aids Erianto P Sirait, SKM menyebutkan Dinas Kesehatan akan terus mengupayakan penanggulangan dengan berusaha secepat mungkin menemukan penderita positif HIV di Inhil.

“Tujuan kita untuk mengevaluasi sejauhmana kegiatan layanan-layanan Voluntary Counseling Test (VCT) , Care Support Treatment (CST)  dan IMS yang sudah kita latih, selama ini  mereka bekerja. Kendala-kendala apa saja yang mereka hadapi dilapangan, karena model pelayanan sebagus apapun tetap akan ada hambatan. Dengan evaluasi ini kita harapkan bisa memecahkan masalah secara bersama-sama” ucap Erinto

HIV dan AIDS merupakan problema yang tidak terlihat secara nyata namun ada dan menyebar secara pasti. Perkembangan HIV dan AIDS mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat dari aspek ekonomi, Kesejahteraan, dan keberlangsungan generasi penerus bangsa. Jika pananggulangan tidak dilakukan dan kalah oleh epidemi maka akan terjadi Lost Generation yang mengancam keberlangsungan Negara.

“Untuk itu kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir secara terbuka mengajak masyarakat, terutama pribadi potensial terkena HIV untuk sama-sama be20161117_100709kerjasama dan sama-sama menanggulangi masalah sosial ini,” tutup Erinto P Sirait. SKM

 

 

 

 

200 IBU HAMIL MENDAPATKAN LAYANAN USG GRATIS DI KATEMAN

Bertempat di Rumah Bidan Nurul Khairani, Jalan Kesehatibi-dan-pkkan, Kelurahan Tagaraja, Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting dan PKK Kecamatan Kateman melaksanakan “Gerakan Sayang Ibu Untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)” dengan memberikan pelayanan pemeriksaan USG gratis (09/11/2016) .

Para ibu yang sedang mengandung mengaku senang bisa mendapatkan pelayanan USG gratis. Pasalnya selama ini untuk mendapatkan pelayanan USG mereka harus menempuh jarak jauh dan menghabiskan banyak biaya.

“Sebelumnya saya pernah periksa di Tembilahan, biayanya sebenarnya tidak begitu mahal sekitar seratus ribu rupiah ke RSUD. Tetapi harus menyiapkan ongkos transportasi yang lumayan besar dibandingkan biaya USGnya. Bersyukur sekali karena dapat ikut periksa gratis disini.” Papar salah satu Ibu hamil.

Tidak hanya ibu-ibu di Kecamatan Kateman, kegiatan ini dapat menjaring peserta dari Kecamatan lain yaitu dari Teluk Belengkong dan Pelangiran, dengan melakukan pelayanan pemeriksaan gratis ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat sekitar karena merupakan kegiatan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Kateman, Syamsiah, S.Tr.Keb mengatakan bahwa pelayanan USG gratis ini dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB terutama di Kecamatan Kateman yang menjadi penyumbang cukup besar  Kabupaten Indragiri Hilir. Ibu-ibu hamil di daerah sini masih  Wilayah pedesaan yang sulit dijangkau, terlebih lagi akses utama menggunakan sungai menjadi salah satu faktor utama penyebab sulitnya pelayanan kesehatan.

“Seluruh Ibu hamil yang ada disini, kami persilahkan untuk memeriksakan USG dalam acara ini. Tidak ada syarat untuk seluruh seluruh ibu yang sudah positif hami dapat memeriksaakan kandungannya disini. Selain USG gratis, terdapat juga pemeriksaan  lainnya yang kami laksanakan , yaitu pemeriksaan HIV/AIDS (IMS), golongan darah, serta Hb secara keseluruhan gratis 100% tanpa syarat berlaku untuk seluruh ibu hamil.” terang Syamsiah kepada reporter Media Center Team (MCT) Dinkes Inhil.

Pelayanan USG gratis ini disponsori oleh Lovamil yang  diantara pengurusnya merupakan Pegawai UPT Puskesmas Sungai Guntung, RSUD Raja Musa, Klinik PT Sambu, serta Bidan Praktik Mandiri. Acara yang berlangsung mulai hari Rabu sampai Kamis pagi ( 09 – 10 Oktober 2016) diperuntukkan 200 Ibu Hamil yang menggunakan sistem kupon. Dengan mensekcamyebar kupon melalui Bidan-Bidan mendapatkan peserta yang sesuai target pelaksanan.