Skip to main content

Pendampingan Masker Layak Higienis di Desa Sungai Raya

Puskesmas Sungai Raya melakukan pendampingan masker layak higienis kepada anggota Dasa Wisma (TP-PKK), Senin (6/4/2020).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mengharuskan kepada seluruh warga Indonesia untuk menggunakan masker saat akan keluar rumah.

Hal ini juga sesuai dengan anjuran yang diperintahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar menggunakan masker demi mencegah penularan Covid-19.

Bersama dengan Pemerintah Desa, forum desa siaga, dokter, tenaga medis dan Puskesmas Sungai Raya melakukan pendapingan dengan memberikan penyuluhan tentang hygienis bahan baku kain dan alat yang akan diperlukan.

Disampng itu Kepala Puskesmas Desa Sungai Raya Haili, SKM memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu penjahit masker untuk mendapatkan masker kain yang layak higienis sesuai standar kesehatan.

“Misalnya dengan membuat masker dua lapis dengan kantong yang bisa dikasi tisu atau lebih dikenal dengan masker tisu, dan sebelum digunakan masker dicuci terlebih dahulu dan dijemur sinar matahari,” ucap Haili.

Hingga saat ini Dasa Wisma mendapat pesanan dari Pemerintah Daerah Dan Dinas Kesehatan sebanyak 700 lembar.(ded)

Berikut hasil foto masker yang telah dijahit

Kadinkes Inhil Pinta Puskesmas Selalu Pantau Kesehatan Warga

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta petugas di Puskesmas selalu memantau serta aktif melaporkan terkait perkembangan kesehatan warga di wilayah kerjanya.

Kadinkes Inhil mendampingi Bupati Inhil

“Kami meminta kepala Puskesmas bersama jajarannya lebih aktif melakukan pemantauan di masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H Zainal Arifin, SKM., M.Kes, Rabu, (25/3/2020)

Sebagai salah satu bentuk antisipatif, Kadinkes, mengimbau kepada masyarakat yang sakit batuk, pilek dan demam menggunakan masker agar tak menular.

Dan juga, diharapkan selalu membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan selalu mencuci tangan sesuai instruksi Bupati Inhil HM Wardan.

“Gunakan masker jika merasa sakit, lalu cuci tangan dan PHBS dilakukan karena kuman mudah masuk ke selaput-selaput kulit,” kata mantan Kadinkes Provinsi Riau itu.

Ia juga mengingatkan masyarakat tak terlalu panik terkait Covid-19 ini.

“Waspada iya, tapi jangan panik karena akan banyak yang dirugikan nantinya. Jika ada yang mengalami gejala batuk dan demam, segera mungkin memeriksakannya ke Puskesmas terdekat,” sarannya.(ded)

Re-akreditasi, Dinkes Inhil Harap 6 Puskesmas Dapat Meningkatkan Statusnya

Kasi Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Re-akreditasi 6 puskesmas tahun ini.

Re-akreditasi dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pelayanan kesehatan bagi masyarakat Inhil.

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes melalui Kepala Seksi (Kasi) Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si, Senin (13/1/2020) kemarin menjelaskan, Re-akreditasi menjadi langkah Dinkes agar puskesmas di Kabupaten Inhil semakin baik terutama dari sisi pelayanan dan SDM.

“Produk layanan kesehatan harus menjadi fokus kami ke depannya,” jelasnya ditemui diruangan.

Menurutnya ada empat level akreditasi puskesmas. Yakni dasar, madya, utama, dan paripurna.

Untuk yang akan melaksanakan Re-akreditasi tahun ini ada 5 puskesmas yang telah meraih level madya.

Yakni puskesmas Kuala Lahang, Sungai Piring, Sungai Salak, Pengalihan Enok, dan Kempas Jaya.

“Puskesmas Teluk Pinang saat ini dilevel dasar,” tandas Jadi.

Saat ini ucapnya, rata-rata di Kabupaten Inhil levelnya adalah madya.

“Target kami tahun ini 6 puskesmas yang direakreditasi bisa meraih utama,” jelasnya.

Meski begitu Jadi menjelaskan, meraih level puskesmas utama tak mudah, dan apalagi level paripurna.

“Karena persyaratannya cukup tinggi. Di antaranya tempat, sarana prasarana, ketersediaan alat kesehatan (alkes) di puskesmas, SDM, hingga penilaian tentang alur dokumen yang digunakan untuk perlakuan tindakan harus selalu diperbaiki, artinya memang harus selalu dimonitor,” ujar Jadi.(ded)

2020, 6 Puskesmas di Inhil Akan Lakukan Re-Akreditasi

Kasi Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si

Ditahun 2020, 6 (enam) Puskesmas akan dilakukan survey akreditasi (Re-Akreditasi) oleh Komisi Akreditasi FKTP Kementrian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H.Zainal Arifin, SKM, M.Kes, melalui Kepala Seksi (Kasi) Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Jadi Prasmadi, SKM, M.Si, Senin (13/1/2020) saat dijumpai diruangan membenarkan informasi tersebut.

Dikatakan bahwa untuk tahun 2020, berdasarkan roadmap dan masa berlaku sertifikat akreditasi selama 3 tahun, ke 6 Puskesmas yang telah dilakukan survey perdana pada tahun 2017, kembali akan dilakukan survey akreditasi oleh komisi akreditasi kementrian kesehatan RI.

Adapun 6 Puskesmas tersebut adalah :

  • UPT Puskesmas Kuala Lahang
  • UPT Puskesmas Teluk Pinang
  • UPT Puskesmas Sungai Piring
  • UPT Puskesmas Sungai Salak
  • UPT Puskesmas Pengalihan Enok, dan
  • UPT Puskesmas Kempas Jaya

“Sampai saat ini, kebijakan kementrian kesehatan masih menerapkan akreditasi sebagai tolok ukur dalam menetapkan standarisasi pelayanan di puskesmas,” jelas Jadi.

Terdapat 776 elemen penilaian yang terbagi dalam 9 BAB.

Upaya perbaikan mutu pelayanan dilakukan secara berkesinambunagan, sambungnya, bisa saja dalam penilaian atau survey re-akreditasi nanti hasilnya menurun namun kita berharap semua Puskesmas yang akan dilakukan survey tahun ini hasil nya meningkat status akreditasinya, dari dasar menjadi madya, madya menjadi utama.

“Bahkan jika memungkinkan bisa sampai ke paripurna, mengingat di kabupaten Inhil belum ada satupun yang mencapai hasil masksimal tersebut,” tuturnya.

Selain kerjasama seluruh staf Puskesmas dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas, adanya dukungan lintas sektor khususnya camat dan forkopimcam sangat diperlukan untuk keberhasilan pelaksanaan program-program Puskesmas.

Pelaksanaan akreditasi Puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir dimulai tahun 2016 sampai 2019.

“Untuk 26 Puskesmas di 20 kecamatan, alhamdullilah sudah seluruh Puskesmas berdasarkan kecamatan sudah terakreditasi semuanya,” ulasnya.

Target 1 Kecamatan 1 Puskesmas terakreditasi.

“Akreditasi bukan tujuan akhir yang harus dicapai, yang utama adalah bagaimana kita memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat sehingga puskesmas dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatannya,” tutup Jadi.(ded)

Dinas Kesehatan Inhil Taja Pertemuan Evaluasi Program Kefarmasian

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Pertemuan Evaluasi Program Kefarmasian bagi Puskesmas se-Kabupaten Inndragiri Hilir, yang dilaksanakan di Aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Kamis (12/12/2019).

Kepala Dinas Kesehatan H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj. Devi Natalia, SKM, M.H mengatakan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.

“Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan”, ungkap Devi Natalia.

Kepala Seksi Kefarmasian dan Alkes, Irdawati, SKM., MM menyampaikan bahwa mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas  dapat ditingkatkan dengan melaksanakan pelayanan kefarmasian di puskesmas sesuai standar dan melalui rangkaian program kefarmasian yaitu Gerakan Masyarakat Cerdas menggunakan Obat (GeMa CerMat), Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Bude jamu), Penggunaan Obat Rasional (POR), Pelayanan Informasi Obat (PIO), Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika serta penggunaan Obat Generik Berlogo.

Lebih lanjut Ia menjelaskan Pelayanan kefarmasian dipuskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan kefarmasian dipuskesmas harus mendukung 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Semoga dengan adanya pertemuan ini dapat meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan kefarmasian”, tutupnya

Diakhir acara juga dilakukan pemberian reward untuk Puskesmas dan Insan Kesehatan berprestasi, yaitu :

  1. Tenaga Kefarmasian berprestasi I : Nurfadilah, S.Farm, Apt (Puskesmas Kota Baru)
  2. Tenaga Kefarmasian berprestasi II : Hernawati, AMAF (Puskesmas Tembilahan Kota)
  3. Tenaga Kefarmasian berprestasi III : Hj. Farida Ariani, Amd. Farm (Puskesmas Tembilahan Hulu)
  4. Program Gema Cermat : Puskesmas Gajah Mada
  5. GerNas Bude Jamu : Puskemas Sungai Salak
  6. Penggunaan Obat Rasional (POR): Puskesmas Sapat
  7. Pelayanan Informasi Obat (PIO): Puskesmas Tembilahan Hulu