Skip to main content

KEPALA DINAS KESEHATAN INHIL DAN SELURUH KEPALA PUSKESMAS HADIRI RAPAT PERTEMUAN BERSAMA BPJS

Kepala dinas kesehatan kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM., M.Kes bersama seluruh kepala puskesmas se kabupaten Indragiri Hilir dan BPJS mengadakan pertemuan rapat yang bertempat di aula kantor BPJS Tembilahan.

Elinda Rahayu dari kantor BPJS dalam materinya menyampaikan beberapa pembahasan tentang ruang lingkup BPJS dan menyampaikan tentang perjanjian kerjasama BPJS tahun 2019.

Dalam sambutannya H. Zainal Arifin, SKM. M.Kes juga menyampaikan harapan agar Puskesmas dan BPJS memberikan sebagai pemberi pelayanan agar terus meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap masyarakat.

 

PENYULUHAN KETAHANAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN ENOK

Penyuluhan ketahanan dan kesehatan masyarakat yang bertempat di kantor desa Rantau panjang, Enok (29/12/2018) . penyuluhan ini turut di hadiri oleh kepala desa Rantau Panjang, wakil kepala desa, staf desa dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya kepala desa menyampaikan tentang kesehatan masyarakat terutama bagi ibu yang akan melahirkan supaya melakukan persalinan di puskesmas setempat dengan harapan bantuan dari tenaga kesehatan agar bisa mengurangi angka kematian ibu dan anak.

sekaligus penyuluhan tentang ketahanan dan kesehatan masyarakat ini juga di isi oleh narasumber dari Puskesmas Enok, Sudaryani, Skm, Sri setiawati, AMk dan ibu Romi Susanti, AMk. mereka mengharapakan agar masyarakat mau menerapkan hidup sehat, mau bersalin ke tenaga kesehatan, memberikan bayi asi eksklusif, menimbang bayi setiap bulan, olahraga, makan sayur dan buah serta tidak merokok, inti dari semua yang kami sampaikan ini agar masyarakat bisa memulai hidup sehat dari diri sendiri, dan juga penyuluhan lainnya seperti PTM dan ODGJ, kemudian juga di buka sesi tanya jawab antara para tamu undangan dan narasumber yang berjalan dengan antusias.

Sumber : Sudaryani, SKM (promkes puskesmas Enok)

PUSKESMAS SAPAT BERIKAN PENYULUHAN KETAHANAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI TIGA DESA

Penghujung tahun 2018, UPT Puskesmas Sapat diundang oleh 3 desa yang berada di kecamatan kuindra sebagai narasumber dalam rangka kegiatan penyuluhan ketahanan dan kesehatan masyarakat. 3 desa tersebut yaitu desa perigi raja, desa sungai bela dan desa tanjung lajau. Desa perigi raja pelaksanaannya pada tanggal 22 desember 2018, Desa Sungai bela pelaksanaannya pada tanggal 26 desember 2018 dan Desa tanjung lajau pelaksanaannya 27 desember 2018. Materi penyuluhan disesuaikan dengan permintaan desa dan kondisi keadaan kesehatan masyarakat. Desa perigi raja diberikan penyuluhan dengan tema yaitu upaya kesehatan kerja (UKK), Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan TB Paru.

Bertempat di gedung olahraga , acara ini dihadiri oleh Kepala desa perigi raja , pendamping desa, perangkat desa, tokoh agama ,tokoh masyarakat dan masyarakat yang berada di desa perigi raja dan Tim dari Puskesmas sapat ( Yudhi Indra, AM.KL, dr. Melati citra, Penanggung jawab Program TB Paru. Hj. Kasmawati, Penanggung jawab Program UKK dan ODGJ Ahmar, S.Kep, Analis laboratorium Lia Lidiawati, Amd.Ak. ).

Materi penyuluhan dengan tema yaitu Imunisasi, HIV-AIDS, Napza dan TB Paru. Acara ini dihadiri oleh Kepala desa sungai bela dan perangkat desa, dan kepala Puskesmas Sapat Endang Suratmi, SST serta di dampingi tim dari puskesmas sapat, dokter umum, dr. Melati citra, Pj. Program TB Paru, HIV-AIDS dan Napza, Hj. Kasmawati, Pj. Program Imunisasi, M. Yamin, AMK, Analis laboratorium, Lia Lidiawati, Amd.Ak.

Kegiatan di Desa tanjung lajau diberikan penyuluhan dengan tema yaitu PHBS, ODGJ dan UKK. Untuk kegiatan acara penyuluhan ini dihadiri oleh Kepala desa Tanjung lajau yaitu dihadiri oleh kepala desa beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat , dan masyarakat yang ada di tanjung lajau.

Acara ini disambut antusias oleh masyarakat dari masing-masing desa, mereka berharap agar rutin dilaksanakan acara seperti ini. Kepala desa pun menyambut baik dengan menyetujui akan menganggarkan kegiatan serupa untuk tahun 2019. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan pengambilan sampel dahak untuk masyarakat yang diduga menderita pemyakit TB Paru. Di Desa perigi raja diambil 2 sampel dahak dan di desa sungai bela 4 sampel dahak dan dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh tenaga analis UPT PKM sapat dan semua pelaksanaan kegiatan ini dianggarkan dari anggaran dana desa bersangkutan .

Sumber : Tenaga promkes Puskesmas Sapat , Raja Sahlina, SKM

UPT. PUSKESMAS SUNGAI SALAK BERIKAN SOSIALISASI POS UKK DEMI KESELAMATAN DAN KESEHATAN PEKERJA INFORMAL

Tempuling, 28 Desember 2018. Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh-pengaruh buruk yang di akibatkan oleh pekerjaan. Prinsip Pos UKK adalah dari, oleh, dan untuk kelompok pekerja mandiri, kecil dan mikro di masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) tersebut, pada tanggal 27 Desember 2018, dilakukan Sosialisasi Pos UKK kepada kelompok tani di Parit Minang Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling. Sosialisasi dilakukan oleh Kepala UPT. Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan, S. Kep, serta Pengelola Program Kesehatan Kerja Arisa Julfiandi, Amd.Ftr yang didampingi oleh Petugas Puskesmas Asmuliyanti, SKM, Zeswiliya, Amd. keb dan Ari Rahmawati, Amd. keb serta dihadiri oleh ketua RT Parit Minang Ilyas.

Dengan adanya sosialiasi tersebut diharapkan kelompok tani di Parit Minang nantinya dapat membentuk Pos Usaha Kesehatan Kerja (UKK) ujar Saiful Ahwan, S. Kep kepada kelompok tani tersebut.

 

 

Sumber : ASMULIYANTI, SKM (Promkes Sungai Salak)

DINAS KESEHATAN INHIL GELAR PERTEMUAN KESGA

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan evaluasi program kesehatan Keluarga (Kesga). Pertemuan di gelar di aula Hotel Dubest Tembilahan, Rabu (26/4) sore, dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan H Zainal Arifin SKM MKES, dihadiri para pejabat eselon dilingkungan Diskes, para peserta pengelola program kesehatan ibu dan pengelola program kesehatan anak.

Ketua panitia penyelenggara Oktavia Andriyamarta Ssos Msi yang juga Kasi Kesehatan Keluarga dan gizi masyarakat mengatakan tujuan kegiatan guna mengevaluasi capaian program kesehatan keluarga tahun 2017.

“Memaparkan kebijakan program kesehatan keluarga yang disesuaikan dengan target SPM. Membuat rencana tindak lanjut untuk meningkatkan capaian cakupan program kesehatan keluarga, serta membuat kesepakatan dalam melaksanakan program kesehatan keluarga,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan visi misi presiden dan implementasi nawacita yang kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diselenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.

“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Seorang tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya Jika dia berada dalam kondisi tidak sehat. Sehingga Kesehatan merupakan model setiap individu untuk meneruskan kehidupannya secara layak. Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan semakin merata berkualitas dan berkeadilan. Oleh karena itu perlu adanya standar yang menjadi acuan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,”ujarnya.

Standar pelayanan minimal dikatakan Zainal, adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Pencapaian target SPM menjadi indikator Apakah kinerja kepala daerah dinilai baik atau tidak Dan Sebagaimana telah diatur dalam undang-undang 23 tahun 2014 maka ada konsekuensi tertentu atas tercapai tidaknya indikator-indikator tersebut.

“Oleh karena itu maka bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan kebidanan pada ibu dan anak melalui pendekatan continuum of Care. Program kesehatan keluarga mencakup pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, masa sesudah melahirkan, kontrasepsi, kesehatan seksual, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah dan Lanjut Usia,”imbuhnya.

Pada pertemuan tersebut kadiskes Berharap ada kesepakatan pengelola kesehatan ibu dan anak tentang pelaksanaan program kesehatan keluarga, terutama target program kesehatan keluarga tersebut diantaranya cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (K1, K4, FE) ibu bersalin, persalinan di fasilitas kesehatan, kunjungan nifas vitamin A, bayi baru lahir vitamin K Kunjungan neonatus balita, vitamin A pemantauan tumbuh kembang usia pendidikan dasar, UKS, FE remaja putri, usia produktif dan usia lanjut, pelayanan pada lansia, posyandu lansia.