Skip to main content

Selain 3 Puskesmas Baru, 8 Puskesmas Telah dilakuakan Pengembangan Pembangunan

4 (empat) tahun terakhir hingga 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah membangun 3 Puskesmas baru dan 8 Puskesmas dilakukan pengembangan pembangunan lanjutan.

Seperti yang dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Ariffin, SKM., M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., M.M, Senin (16/12/2019) saat berada diruangannya, 3 Puskesmas baru ialah Puskesmas Simpang gaung (2018), Puskesmas Sungai Raya (2019) dan Puskesmas Keritang Hulu (2019).

Nah, ucapnya, ada 8 Puskesmas telah dilakukan pengembangan pembangunan, diantaranya :

  1. Puskesmas Concong tahun 2015
  2. Puskesmas Sungai Piring tahun 2015
  3. Puskesmas Tembilahan Hulu tahun 2016
  4. Puskesmas Guntung (Rawat Jalan) tahun 2016, (Rawat Inap) tahun 2017
  5. Puskesmas Kotabaru tahun 2017
  6. Puskesmas Kuala Enok tahun 2017
  7. Puskesmas Pulau Kijang tahun 2017
  8. Puskesmas Pulau Burung tahun 2017

“Empat Puskesmas ditahun 2017 sempat mangkrak dilanjutkan tahun 2019 ini dan Alhamdulillah dapat selesai,” terang Edi lagi.

Intinya, jelas Edi, secara umum pembangunan baru clear, dan khusus Puskesmas Pulau Burung ditargetkan pada 23 Desember, walaupun nanti ada kendala tidak selesai tetap dilanjutkan sampai 50 hari kerja, sampai bangunan siap dan fungsional tapi dengan catatan, tetap melalui Audit BPK dan Inspektorat.

“Mudahan di tahun anggaran ini sudah clear semua, rasanya menjadi tantangan adalah Puskesmas Pulau Burung,” ucapnya.

Edi menambahkan juga telah dibangun 2 Puskesmas Pembantu (Pustu) di Parit 17 Wilayah Kerja (Wilker) Puskesmas Gajah Mada dan Pustu Perigi Raja, Kuala Indragiri (Kuindra).(ded)

Perjuangan Luar Biasa, 6 Bangunan Puskesmas Terwujud Tahun Ini

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan daerah. Hingga tahun 2019 ini, setidaknya ada 6 bangunan baru Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil H. Zainal Ariffin, SKM., M.Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., M.M, Senin (16/12/2019) membenarkan bahwa ada 7 bangunan baru, diantanaya 6 bangunan Puskesmas dan 1 Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) yang telah dibangun dan terwujud pada tahun 2019.

Dia beranggapan hal tersebut adalah perjuangan yang sangat luar biasa dan sangat menguras tenaga.

Adapun 7 bangunan itu adalah :

  1. Puskesmas Sungai Raya (Baru)
  2. Puskesmas Keritang Hulu (Baru)
  3. Puskesmas Kota Baru (Pembangunan Lanjutan)
  4. Puskesmas Kuala Enok (Pembangunan Lanjutan)
  5. Puskesmas Pulau Burung (Pembangunan Lanjutan)
  6. Puskesmas Pulau Kijang (Pembangunan Lanjutan)
  7. Labor Kesehatan Daerah (Baru)

Kabid SDK Dinas Kesehatan itu menjelaskan 7 pembangunan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi dan DAK Reguler. Terkait jumlah anggaran dia memapaparkan, Puskesmas Sungai Raya 4M, Puskesmas Keritang Hulu 1.6M, Puskesmas Kota baru 2.4M, Puskesmas Kualan Enok 3M,  Puskesmas Pulau Burung 5.2M, Puskesmas Pulau Kijang 900jt dan Labkesda 1.8M.

”Seluruh pembangunan fisik Dinas Kesehatan terutama yang besar bersumber dari APBN tidak ada dana APBD,” tutur Edi saat ditemui diruangannya.

Ia berharap pembangunan Puskesmas yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil.

“Kita akan terus berupaya bagaimana derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Inhil ini terus meningkat,” tegas Edi.

Selain menambah jumlah Puskesmas, Dinkes Kabupaten Inhil juga tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Indikasinya, yakni mendongkrak Puskesmas yang masih terakreditasi kategori puskesmas dasar.

“Kita upayakan di tahun 2020 Puskesmas berlevel madya dan utama dan lebih baik lagi paripurna,” ujarnya.(ded)

Untuk Mengidentifikasi Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Tembilahan Kota lakukan Survey Mawas Diri

Survey Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan atau perawat di desa.

Poin Poin yang disurvey terdiri dari :
1. Kesehatan Ibu anak dan KB
2. Kesehatan Lingkungan
3. PHBS Rumah Tangga
4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
5. Gizi
6. Surveillance
7. Sosial Budaya

Hasil SMD kemudian dibahas melalui Musyawarah Masyarakat desa sebagai upaya mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat, dan menggali potensi-potensi yang dimiliki untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota drg. Hj. Wahyu Winda, M.Si, Survei Mawas Diri (SMD) ini sangat penting untuk dilaksanakan agar masyarakat mampu mengenal, mengumpulkan data dan mengkaji masalah, meningkatkan peran serta masyarakat dengan timbulnya minat dan kesadaran untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan yang ada dilingkungannya serta bersama-sama mencari pemecahan masalah kesehatan tersebut.

Selanjutnya drg. Winda mengatakan yang melaksanakan survei adalah Petugas Puskesmas dan Kader Kesehatan seperti kader Posyandu.

“Hasil SMD ini kemudian akan menjadi dasar untuk menyusun rencana program puskesmas kedepan dan bagaimana upaya pemecahan masalah yang dihadapi”, tutupnya

Jumat Berbagi, PKM Tembilahan Hulu Promosikan Jamu Rebusan Daun Salam

Rutin, Puskesmas (PKM) Tembilahan hulu promosikan jamu rebusan daun salam setiap hari Jumat, pernyataan ini disebutkan langsung dari Kepala Puskesmas Tembilahan hulu Hj. Rosdinah, S.ST, M.Kes, Sabtu (14/12/2019).

Selain sebagai bumbu dapur, ternyata manfaat daun salam juga untuk kesehatan.

Manfaat daun salam bisa dapatkan dengan cara mengonsumsi air rebusan daun salam.

“Daun salam tinggi akan kandungan vitamin C dan A, serta asam folat. selain itu, daun salam juga mengandung berbagai mineral seperti tembaga, selenium, besi, seng, mangan, magnesium, potasium dan kalsium,” terang Rosdinah.

Cukup merebus 3 gelas air dan menambahkan 10 lembar daun salam ke dalamnya. Rebus hingga air menguap dan hanya menyisakan segelas air daun salam.

“Jika mengonsumsinya secara rutin, maka bisa mendapatkan manfaat seperti Mengobati batu ginjal, asam urat, darah tinggi dan banyak lagi,” paparnya.

Terakhir Kapus menyebutkan, jamunya setiap Jum’at berganti-ganti mulai dari kunyit asam, beras jencur, wedang jahe, rebusan daun sirsak, daun salam, dan ketumbar.(ded)

PKM Sungai Guntung Lakukan Screning HIV di Tempat Hiburan Malam

Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile UPT Puskesmas Sungai Guntung melakukan kegiatan Screning HIV ke tempat-tempat hiburan malam yang ada di Sungai Guntung, Sabtu (15/12/2019) Malam.

VCT adalah proses konseling pra-testing, konseling post-testing dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential (rahasia) dan secara lebih dini membantu orang mengatahui akan status kesehatannya.

Kegiatan VCT Mobile yang dipimpin langsung Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung Zainuddin, SKM, M.M., serta didampingi lintas sektor anggota Koramil 06 Kateman, anggota Polsek Kateman, Satpol PP Kecamatan Kateman, Perwakilan Lurah Tagaraja, Pokja HIV/AIDS Kecamatan Kateman serta KPA/WPA Kecamatan Kateman.

Zainuddin, SKM, M.M., mengatakan kegiatan ini juga bertujuan untuk menemukan secara dini kasus penderia HIV.

“Dengan adanya VCT Mobile ini agar penanganan lebih awal bisa dilakukan pada kasus yang ditemukan dan diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan penularan HIV/AIDS di Sungai Guntung,” ujarnya.

Karena menurutnya, kebanyakan kasus yang terjadi selama ini, orang yang terinfeksi sudah berada dalam fase AIDS, yaitu sudah munculnya gejala infeksi akibat penyakit sehingga berpengaruh pada proses perawatan.

Kegiatan screning ini sekaligus memberikan edukasi atas resiko perbuatan-perbuatan negatif yang bisa menyebabkan tertularnya virus HIV.

“Selain melakukan screning ke tempat-tempat hiburan malam, tim VCT Mobile juga melakukan screning ke salon-salon yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Guntung,” tutupnya.(ded)