Skip to main content

Sosialisasi Pemberdayaan Buku Kia, Stunting dan Penerapan Desa Ber-Phbs, Pustu Kampung Baru Concong gandeng Pokja IV

Pokja IV Desa Kampung Baru dan Pustu Kampung Baru  Kecamatan Concong melaksanakan sosialiasi pemberdayaan buku KIA, stunting dan penerapan desa ber-PHBS di desa Kampung Baru Kecamatan Concong, rabu (18/12/2019) Pagi.

Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh ketua Pokja IV PKK Kampung Baru Nurasiah dan Kepala Puskemas Pembantu Kampung Baru Susi Mintrowati, S.Tr.Keb, serta didampingi Sekdes, dan anggota NU serta masyarakat Kampung Baru.

Kepala Puskemas Pembantu Kampung Baru Susi Mintrowati, S.Tr.Keb mengatakan Buku KIA adalah buku wajib yang harus dimiliki oleh setiap ibu yang baru hamil sampai dengan anak tumbuh menjadi balita. Serta Stunting sadalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

“PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukakn atas kesadaran, sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat”, ungkap Susi Mintrowati

Sementara itu Pokja IV PKK Kampung Baru Nurasiah mengatakan kegiatan ini sangat penting dilaksanakan, supaya masyarakat lebih mengetahui betapa pentingnya buku KIA dan stunting serta  desa ber-PHBS. Yang dapat dilaksanakan sesuai rencana kerja ditahun 2020 mengenai desa ber-PHBS yang akan dilaksanakan desa Kampung Baru Kecamatan Concong.

“Sosialiasi ini sangat penting, terutama masalah buku KIA yang kian menjadi fungsi sangat penting bagi ibu hamil serta dalam pembuatan surat kelahiran atau akta kelahiran lebih mudah, stunting juga sangat penting supaya kita lebih mengetahui saata terjadi pada ibu yang hamil agar bisa lebih mengetahui, karena hal stunting itu akan terlihat pada anak usia 2 tahun”, ungkap Nurasiah

“Serta desa ber-PHBS adalah perilaku kesehatan yang penting untuk kecamatan serta desa yang ada di Kampung Baru agar tidak tercemar kotoran serta sampah yang ada di sekitarnya agar terwujudnya desa bersih dan sehat”, tutupnya

Sumber : Andi Putra

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini

Gelar Lokmin, ini 8 Poin Kesepakatan Bersama Puskesmas Gajah Mada dengan Lintas Sektor

Puskesmas Gajah Mada mengadakan kegiatan Lokakarya Mini Tribulan IV di Aula Puskesmas Gajah Mada, rabu (18/12/2019). Lokmin ini dihadiri oleh Camat Tembilahan, Sekretaris Lurah Sungai Beringin, Sekretaris Lurah Tembilahan Hilir, Sekretaris Lurah Sungai Perak, Koramil, Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Kepala Puskesmas Gajah Mada Ngatiem, SKM mengatakan lokakarya mini merupakan wadah untuk bertukar pikiran dan memberikan informasi mengenai capaian dan target kinerja yang akan dan sudah dilakukan.

“Tentu kita harus bersinergi dengan lintas sektor untuk hasil yang lebih baik”, ungkap Ngatiem

“Melalui forum ini bisa mencari solusi bersama agar kendala yang dihadapi dilapangan selama ini bisa diselesaikan”, tutupnya

Kesepakatan Bersama dalam Lokakarya Mini Tribulan IV Puskesmas Gajah Mada :

  1. Adanya regulasi yang ditetapkan dari Kecamatan dan Kelurahan mengenai bulan penimbangan
  2. RT/RW dan Tim PKK Kecamatan dan Kelurahan turut serta dalam pemantauan pelaksanaan bulan penimbangan
  3. Kelurahan melakukan pemantauan pelaksanaan Posyandu di Kelurahan masing-masing
  4. RT/RW melakukan himbauan kepada warga untuk datang ke Posyandu
  5. RT/RW melakukan kunjungan kerumah warga yang tidak datang ke Posyandu
  6. Petugas kesehatan memberikan laporan kepada lurah dan RT apabila ditemukan balita yang bermasalah baik itu status gizi buruk, gizi kurang maupun stunting
  7. Usulan bantuan CSR dari puskesmas kepada pihak PLTU parit 23 berupa makanan tambahan untuk posyandu dan pelaksanaan pelatihan kader posyandu dan RT/RW tahun 2020
  8. Pihak Danramil bersedia membantu melakukan himbauan kepada warga untuk datang ke Posyandu
Poto Bersama Dengan Lintas Sektor

Melalui MMD, PKM Sungai Guntung Ajak Masyrakat Mengenal Masalah Kesehatan

Puskesmas (PKM) Sungai Guntung melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarat Desa (MMD) di 3 kelurahan dan 8 desa, Kamis (12/12/2019).

MMD adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas dan menindaklanjuti hasil Survey Mawar Diri (SMD) serta hasil pendataan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS PK).

Kepala PKM Sungai Guntung, Zainuddin, SKM, M.M mengatakan bahwa, melalui MMD masyarakat dapat mengetahui apa saja masalah kesehatan yang ada dan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan masalah kesehatan yang ada di desanya.

“Kegiatan ini merupakan dasar untuk menyusun rencana usulan kegiatan Puskesmas tahun 2020, tujuan kegiatan ini agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang ada di wilayahnya, serta masyarakat ikut dan sepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan desa, dan masayarakat juga yang menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatannya masing-masing,” ujarnya.

Adapun yang terlibat dalam kegiatan MMD ini diantaranya perwakilan dari Puskesmas 4 orang, Lurah dan Kades, Tim PKK Kelurahan atau Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan kader Posyandu.

“Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisis dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui survey,” tutupnya.(ded)

PKM Pengalihan Keritang Jamu dan Fasilitasi Jemput Bola BPJS Kesehatan Tembilahan

Tak kenal jarak dan waktu menjadi dasar bagi BPJS Kesehatan Tembilahan untuk terus mengembangkan inovasi yang dihadirkan bagi masyarakat.

Adanya layanan jemput bola yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan menjadi salah satu bukti inovasi yang diberikan kepada seluruh masyarakat.

Selasa (17/12/2019), kedatangan BPJS Tembilahan ke Kelurahan Pengalihan Keritang dijamu langsung oleh Puskesmas Pengalihan Keritang.

“Jemput bola BPJS Kesehatan Tembilahan ke UPT Puskesmas Pengalihan Keritang yaitu dalam rangkaian pendaftaran atau pembuatan BPJS-KIS,” terang Kepala Puskesmas Pengalihan Keritang Nurjihan, S.Kep melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Hermanto, AMKL.

Layanan ini dinilai KTU sangatlah bagus, PKM Pengalihan Keritang juga siap memfasilitasi tempat untuk masyarakat dalam pembuatan BPJS-KIS.

BPJS Kesehatan Tembilahan juga berkomitmen akan terus melanjutkan tren positif ini, karena melihat warga yang sangat antusis, BPJS menganggap bahwa apa yang lakukan untuk terus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses pelayanan sudah berhasil.(ded)

2020 2 Puskesmas Baru akan difungsikan

Baru clear dan telah dilakukan PHO 2 Puskesmas baru yaitu, Puskesmas Sungai Raya dan Keritang Hulu akan segera difungsikan pada tahun 2020.

Pernyataan tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Ns. Edi Chandra, S.Kep., M.M, Senin (16/12/2019), siang.

“Langsung tahun depan difungsikan, ini unit bangunan yang sangat dibutuhkan, yang sudah di pho sudah dianggap selesai dan diperintahkan langsung bisa digunakan,” cetus Edi.

Sambil berjalan, bila ada hal yang tidak memuaskan silahkan dikomplain karana masa pemeliharaan masih ada selama 6 bulan, lanjutnya.

“Ada banyak persiapan yang dilakukan oleh Dinas untuk melengkapi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas baru itu. Yakni mempersiapkan Kepala Puskesmas, Kepala Tata Usaha (KTU), Sumber Daya Manusia (SDM), baik itu dari tenaga medis maupun nonmedis serta sarana prasarana penunjang seperti alat kesehatan (alkes) dan lainnya,” paparnya.(ded)