Skip to main content

DIBUKA GUBRI, RIBUAN MASYARAKAT IKUTI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT

IMG_5620

Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan pada acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini. Mulai dari program Bugar Dengan Jamu, ada juga pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, rockport, lomba masak sempet, gemar makan sayur dan buah serta senam sehat narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain itu, ada juga jalan santai yang melibatkan seribuan anak-anak sekolah, penyuluhan narkoba. Peserta yang beruntung, yang sebelumnya telah dibekali kupon ini akan mendapatkan hadiah sepeda, laptop serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang membuka kegiatan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), juga bersempena dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 serta Zetizen Vaganza Go To School oleh Riau Pos.

“Ini program pusat yang kebetulan tahun ini kita laksanakan di Inhil,” kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, minggu (30/4/17).

Lebih lanjut, Arsyadjuliandi Rachman menyatakan mengapresiasi kegiatan ini karena sangat positif untuk siswa. Karena diantara rangkaian kegiatan ini ada juga penyuluhan soal narkoba. Para remaja, dan anak anak sebagai generasi pemuda harus memahami hal-hal yang dapat merusak merusak depan mereka.

“Ini bagus memotivasi siswa mengeluarkan bakatnya. Sehingga generasi muda mengeluarkan bakatnya. Sekaligus menambah kegiatan selain formal. Kemudian soal narkoba juga,” terang Arsyadjuliandi Rachman.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Sekdakab Inhil Said Syarifuddin, Kadis Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, Kadiskes Inhil serta Zainal Arifin serta berbagai instansi terkait lainnya. Pada kegiatan ini juga diadakan penandatanganan MOU Dinas Kesehatan dengan lintas sektor terkait mengenai gerakan masyarakat hidup sehat.

DINAS KESEHATAN EVALUASI BERSAMA MENGENAI POLA NEW FUNDING MODEL

Dinas Kesehatan Kabupaten Indraimg_20161117_113946giri Hilir mengadakan pertemuan Evaluasi program penanggulangan HIV dan AIDS semester II dengan dukungan Global Fund. Kamis (17/11/2016).

Peserta yang mengikuti evaluasi ini Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan Aids (KPA), LSM BDPN Tembilahan, KDS Family Support Group, RSUD Puri Husada, Puskesmas Tembilahan Kota, Puskesmas Hulu, Puskesmas Gajah Mada, Puskesmas Sungai Guntung, Puskesmas Tanah Merah, Puskesmas Concong Luar, Puskesmas Selensen dan Puskesmas Pengalihan Keritang. Yang terdiri dari perwakilan RR CST, admin VCT, Koordinator VCT, Analisis, Dokter, Perawat, Pemegang Program HIV se-Kabupaten Inhil.

Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dr. Saut Pakpahan yang diwakili oleh Staff Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Pengelola Program Hiv/Aids Erianto P Sirait, SKM menyebutkan Dinas Kesehatan akan terus mengupayakan penanggulangan dengan berusaha secepat mungkin menemukan penderita positif HIV di Inhil.

“Tujuan kita untuk mengevaluasi sejauhmana kegiatan layanan-layanan Voluntary Counseling Test (VCT) , Care Support Treatment (CST)  dan IMS yang sudah kita latih, selama ini  mereka bekerja. Kendala-kendala apa saja yang mereka hadapi dilapangan, karena model pelayanan sebagus apapun tetap akan ada hambatan. Dengan evaluasi ini kita harapkan bisa memecahkan masalah secara bersama-sama” ucap Erinto

HIV dan AIDS merupakan problema yang tidak terlihat secara nyata namun ada dan menyebar secara pasti. Perkembangan HIV dan AIDS mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat dari aspek ekonomi, Kesejahteraan, dan keberlangsungan generasi penerus bangsa. Jika pananggulangan tidak dilakukan dan kalah oleh epidemi maka akan terjadi Lost Generation yang mengancam keberlangsungan Negara.

“Untuk itu kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir secara terbuka mengajak masyarakat, terutama pribadi potensial terkena HIV untuk sama-sama be20161117_100709kerjasama dan sama-sama menanggulangi masalah sosial ini,” tutup Erinto P Sirait. SKM

 

 

 

 

3 PUSKESMAS INHIL INI YANG AKAN DINILAI TIM AKREDITASI DARI KEMENKES RI

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi ramahtamahRiau melakukan temu ramah dengan Tim Suveyor Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan RI di salah satu hotel di Tembilahan, Rabu (26/10/2016).

Pertemuan dihadiri perwakilan pemkab yakni Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) M. Ridwan, S.Sos, M.Kes, serta dihadiri Direktur RSUD Puri Husada, dan beberapa pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan. Adapun tujuan dari akreditasi puskesmas adalah untuk, meningkatkan mutu dan pelayanan pasien, meningkatkan perlindungan bagi SDM kesehatan masyarakat dan lingkungannya serta puskesmas, meningkatkan kinerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan perseorangan dan atau kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan kesepakatan antara Puskesmas Tembilahan Kota dan Tembilahan dengan tim surveyor sebanyak 2 tim dan Syawaluddin, SKM sebagai ketua tim surveyor.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Diskes Inhil M. Ridwan, S.Sos, M.Kes mengatakan, akreditasi merupakan salah satu mekanisme regulasi yang bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dilakukan oleh lembaga independen yang diberikan kewenangan oleh kementerian kesehatan republik indonesia.

“Dalam pelaksanaan akreditasi puskesmas dilakukan penilaian terhadap manajemen puskesmas, penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat, dan pelayanan klinis yang merupakan upaya kesehatan perseorangan dengan menggunakan standar akreditasi puskesmas yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan republik indonesia,” terangnya.

Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Bupati menyambut baik dilaksanakannya penilaian akreditasi puskesmas oleh Tim Surveyor Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI di UPT Puskesmas Gajah Mada, UPT Puskesmas Tembilahan Hulu dan UPT Puskesmas Tembilahankota yang berlangsung 23-30 oktober 2016.

“Selain itu, pada bulan november 2016 yang akan datang insya Allah juga akan dilaksanakan penilaian akreditasi terhadap UPT Puskesmas Kuala Enok di Kecamatan Tanahmerah. Ini tentu saja merupakan sebuah angin segar bagi dunia kesehatan di Kabupaten Inhil yang patut untuk kita syukuri. Saya berharap melalui penilaian akreditasi ini akan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pelayanan puskesmas yang bermuara pada peningkatan kemajuan bidang kesehatan di Inhil,” katanya.

PUSKESMAS GAJAH MADA TINGKATKAN AKREDITASI

img_1977

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Tembilahan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskemas Gajah Mada yang merupakan salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melakukan berbagai upaya peningkatan mutu dan kinerja. Salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan yakni melalui akreditasi. Akreditasi merupakan salah satu mekanisme regulasi yang bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan mutu dan kinerja FKTP untuk tahun 2016 ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan, Ns.Matzen,S,Kep,M.Si  diruanganya, Selasa (25/10/2016).

Tim Surveyer Akreditasi Pukesmas Kementerian Kesehatan RI Melakukan penilaian ditiga Upt Puskesmas diantaranya, Pukesmas Gajah Mada Tembilahan disurvey oleh tim pada tahap pertama, Upt Pukesmas Tembilahan Hulu, serta yang terakhir Upt Pukesmas Tembilahan Kota. Sedangkan Dinas Kesehatan Inhil sebagai pendamping FKTP dalam pelaksanaan akreditasi ini.

“Tim ini akan menilai Upt Puskesmas Gajah Mada selama 3 hari dari tanggal 24-26 Oktober 2016. Baik penilayan secara administrasi manageman, upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP),” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, Tim penilayan tersebut dibagi menjadi dua, Tim pertama perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kepri, Jambi dan Riau. Tim kedua dari, Jambi, Palembang, Riau. Surveyor Bidang Administrasi Manajemen yang berdomisili di Kepri, Syawaluddin,SKM. UKM berdomisili di Jambi Drg.Musril,M.Kes. UKP Domisili Riau dr.Widan Asfan Hasibuan,M.Kes. Jadi masing-masing tim ini ada Pokja lagi ada kelompok kerja administrasi, Kesehatan masyarakat dan kesehatan perorangan. masing-masing tim itu di arahkan oleh tim surpe terlatih dari kementerian pusat.

“Jadi pada dasarnya mereka membimbing dan mengarahkan bagaimana sebaiknya pelayanan yang ada di pukesmas. Baik itu pelayanan yang diberikan diluar gedung, seperti kegiatan posyandu dan kegiatan masyarakat,” paparnya.

Tujuan akriditas tersebut untuk memberikan kepuasan pelayanan sehingga masyarakat tidak ada lagi mengeluh. Meningkatkan pelayanan sesuai dengan aturannya, protap dan pelayanan yang maksimal.

“Harapan kita tentu perbaikan pelayanan masyarakat puas dan tidak lagi mengeluh terhadap pelayanan pukesmas dan rencana sampai 2019, 27 pukesmas yang ada di inhil teragreditasi dan tahun ini rencanakan ada 4. Dan sudah direncanakan tim supyer turun di 3 pukesmas Kota, Puskesmas Gajah Mada dan Tembilahan Hulu dan bulan November di Pukesmas Kuala Enok dan di tahun 2017 ada beberap pukesmas termasuk Pukesmas Kuala Lahang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gajah Mada, Subowo Radiyanto, SKM, M.Kes mengatakan, kedatangan Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ini merupakan kelayakan untuk diberikan akriditasi.

“Yang jelas kedatangan Tim Surveyor ini dalam rangka melakukan surve guna memberikan penilayan untuk kelayakan akriditasi. Puskesmas Gajah Mada telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat, oleh sebab itu, dari penilaian ini kita optimis Puskesmas Gajah Mada bisa mendapatkan akreditasi,” Ucap Kepala Puskesmas Gajah Mada.

Kita berharap, lanjutnya, Puskesmas mendapatkan Akreditasi, minimal Akreditasinya Madya untuk tahap pertama ini. Karena kita masih dalam tahap percobaan dan pembelajaran,” harapnya.

Ia juga berharap mendapatkan masukan dari tim surveyor bagaimana supaya kedepannya lebih bagus lagi, kerena menurutnya masih banyak kekurangan yang harus dibenahi.

“Akreditasi membawa manfaat dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, rencana pengembangan kedepannya, menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi. Untuk selanjutnya dijadikan motivasi peningkatan mutu pelayanan yang terstandar,” tutupnya.

ANTISIPASI PENULARAN HIV/AIDS, BEGINI CARANYA

Diaula Hotel Inhil Pratama, selasa (2img_01206 juli 2016) Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids ( KPA ) menggelar Pertemuan evaluasi semester Program HIV-AIDS Di Kabupaten Indragiri Hilir (Tanggal 26 s/d 28 Juli 2016).

Pertemuan evaluasi Program HIV-AIDS ini ­merupakan pertemuan untuk memonitoring kegiatan yang telah dilakukan dilayanan HIV-AIDS Klinik VCT, IMS dan CST (pengobatan ARV) dan pencapaian program diharapkan HIV-AIDS tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan dapat dikendalikan dengan demikian harapan hidup serta produktivitas ODHA (orang dengan HIV-AIDS) meningkat dan biaya yang dikeluarkan karena dampak HIV-AIDS pun dapat dikurangi.­­­

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa angka kasus HIV-AIDS di Inhil masih tinggi, dan berterima kasih kerena perhatian dari pusat sangat besar. Kami berharap ada beberapa target yang ingin kita capai bisa kita sinergikan bersama sama.

“Kita berterima kasih sekali karena penanganan masalah HIV-AIDS di Inhil sangat diperhatikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau”, jelas Kadis Kesehatan.

Dari pantauan yang kita lakukan penderita penyakit Hiv/Aids terus meningkat dari tahun ketahun, penemuan kasusnya itu lebih tinggi sehingga ditemukan beberapa kasus. Kemudian kita berusaha agar 7 Puskesmas yang menjadi layanan BCT, bagaimana pasien yang sudah kita temukan yang positif mengidap HIV-AIDS ini terus kita obati dan jangan sampai dia hilang jadi dengan demikian angka kesembuhan kemudian umur harapan hidup dan kualitas hidupnya terus baik karena pengidap hiv/aids daya tubuhnya akan menurun. Jadi kita mengintegrasikan dengan lintas sektor terkait termasuk juga LSM dan KPA supaya penanganan ini lebih terintegrasi.

” HIV-AIDS sebenarnya bukanlah virus yang mudah menular seperti flu dan batuk, tapi virus itu jadi menular karena perilaku berisiko, seperti pakai jarum suntik bergantian, seks berisiko, gonta-ganti pasangan, beli seks, tidak pakai kondom. Untuk mencegah HIV cukup diingat cara ABCD,” terang H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes.

ABCD yang dimaksud adalah:

A = Abstinence (puasa seks)

Artinya tidak berhubungan seks sama sekali, terutama bagi individu yang belum memiliki pasangan resmi.

B = Be Faithful (setia)

Jika Anda sudah memiliki pasangan, maka jadilah pasangan yang setia dan tidak bergonta-ganti pasangan.

C = Condom (gunakan kondom)

Selalu gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko.

D = Drugs

Artinya jauhi narkoba dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian.IMG_0062

Pertemuan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Dinkes H. Ridwan, S.Sos, M.Kes, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) dr. Saut Pakpahan, Sekretaris Komisi Penganggulagan Aids (KPA) H. Umar Pulungan, Ibu Sri Agustini SKM Pengelola program Hiv/aids dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Erika Virgoria SKM financial administrasi serta Puskesmas Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Gajah Mada, Sungai Guntung, Tanah Merah, Selensen, Pengalihan Keritang, Concong, RSUD Puri Husada, KPA, LSM BDPN Tembilahan dan KDS Family Support Group.