Skip to main content

PEDULI BAHAYA STUNTING, PUSKESMAS SUNGAI PIRING TERUS BERIKAN PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT

Sungai Piring, 05 Februari 2019. Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama sejak konsepsi kehamilan hingga usia dua tahun dan menyebabkan otak dan tumbuh kembang anak sampai usia lima tahun. adapun penyebab tidak langsung yaitu minimnya pola asuh, lingkungan yang tidak sehat, dan ketidakterjangkauan pelayanan kesehatan.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia di indonesia Khususnya masyarakat di Inhil. Juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek ataupun kerdil), melainkan mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreatifitas di usia yang produktif.

Peduli akan masalah itu puskesmas Sungai Piring terus mengadakan kegiatan penyuluhan dalam gedung setiap minggunya berkat kerja sama lintas program dengan materi yang berbeda-beda setiap minggunya.

Terpenuhinya kebutuhan gizi anak, terutama pada periode seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan komponen terpenting dalam upaya mengantisipasi Stunting. Namun, di Indonesia, pemenuhan asupan gizi seimbang masih kurang.

Tuti Auliyah selaku penanggung jawab Promkes Puskesmas Sungai Piring mengatakan Gizi seimbang itu yang pertama adalah beranekaragam pangan. Dan tidak ada (asupan) yang paling lengkap selain air susu ibu ketika anak berusia 0-6 bulan. Jadi tidak boleh diberikan apapun selain ASI kecuali saran dari dokter.

Narasumber : Tuti Auliyah ( Promkes Pkm Sungai Piring )

PUSKESMAS INDUK SIMPANG GAUNG SIAP DIRESMIKAN

01 Februari 2019. Seiring dengan pesatnya perkembangan dan kemajuan pembangunan insfrastruktur, pemerintah Kabupaten indragiri hilir terus berbenah, melalui dinas kesehatan kab.inhil pemerintah daerah menyediakan sarana prasarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan yang tertuang di dalam amanat visi misi kabupaten indragiri hilir dalam bidang kesehatan yaitu pelayanan kesehatan yang berkualitas khususnya bagi masyarakat indragiri hilir. Selain pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan juga merupakan salah satu kebutuhan Dasar bagi masyarakat. Karena kesehatan adalah hal yang sangat utama dan memiliki nilai tinggi, praktis dan tidak ada nilai yang terukur dan tak bisa dibayar dengan harga apapun.

Tak terlepas dari itu Pelaksanaan pembangunan terus dilaksanakan dan ini merupakan wujud upaya pemerintah kabupaten indragiri hilir dan dinas kesehatan dalam memenuhi fasilitas pelayanan kesehatan guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.maka berdasarkan peninjauan pertumbuhan penduduk dan letak geografis oleh karena itu dinas kesehatan melaksanakan pembangunan puskesmas induk di desa simpang gaung di kecamatan gaung.

Berdasarkan laporan dan data yang di terima dari tim pemantau dari dinas kesehatan kabupaten indragiri hilir pembangunan puskesmas induk di desa simpang gaung sudah hampir selesai.

Puskesmas Simpang Gaung ini terlahir tahun 2018 dan merupakan puskesmas yang ke 28 di kab. Indragiri Hilir dan puskesmas Simpang Gaung ini Adalah pemekaran dari Puskesmas Kuala Lahang , yang insyaallah akan diresmikan oleh Bupati Indragiri Hilir pada tanggal 23 februari 2019 Yang akan datang. ujar Hidayat, SKM selaku seksi Sarpras Dinas kesehatan kab. inhil.

KURANGI ANGKA KESAKITAN DAN KEMATIAN PADA BALITA, PUSKESMAS SUNGAI SALAK LAKUKAN SOSIASLISAI DAN PEMBENTUKAN KELAS IBU BALITA

Tempuling, 1 Februari 2019. Kelas ibu balita adalah kelas dimana para ibu mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi , tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya dibimbing oleh fasilitator (Tenaga Kesehatan Puskesmas Sungai Salak) dengan menggunakan buku KIA.

Anak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko terkena bermacam gangguan kesehatan (kesakitan dan kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 44/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jamnya terjadi 22 kematian balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. Oleh karena itu Puskesmas Sungai Salak melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Kelas Ibu Balita di Aula Posyandu Mawar Rt.003 Kelurahan Sungai Salak.

Dalam sosialisai ini Turut hadir, Ka. Tata Usaha Puskesmas Sungai Salak, Azmir, Skm, Yohannah Perwakilan dari Kelurahan Sungai Salak, Mona perwakilan PKk Kelurahan Sungai Salak, Nakes Puskesmas Sungai Salak (Vovi Ridolvi, Amd. Keb , Sriana Manalu, Amd. Keb Amelia Suherna, Amd. Keb), Kader Posyandu serta Ibu Balita Kelurahan Sungai Salak.

Selain itu tujuan yang lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran pemberian ASI secara eksklusif, Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi, Meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI dan gizi seimbang kepada Balita, Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita, Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi balita dan mencuci tangan yang benar, Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan balita. tambah Vovi Ridolvi, Amd. Keb.

Kelas ibu balita di selenggarakan secara partisipatif artinya para ibu tidak diposisikan hanya menerima informasi karena posisi pasif cenderung tidak efektif dalam merubah perilaku. Oleh karena itu kelas ibu balita dirancang dengan metode belajar partisipatoris, dimana si ibu tidak dipandang sebagai murid melainkan sebagai warga belajar. Dalam prakteknya para ibu didorong untuk belajar dari pengalaman sesama, sementara fasilitator berperan sebagai pengarah kepada pengetahuan yang benar. Adapun Tujuan dari Sosialisasi dan Pembentukan Kelas Ibu Balita ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang Balita yang optimal, ujar Azmir, SKM. Rencananya Kelas Ibu Balita ini akan dibentuk di semua Kelurahan/Desa Wilayah kerja Puskesmas Sungai Salak, tambah Azmir, Skm.

sumber : Asmuliyanti, SKM
Promkes Puskesmas Sungai Salak

SADAR AKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT, PUSKESMAS SEI SALAK LAKUKAN SOSIALISASI KADER PHBS DI TATANAN RUMAH TANGGA

Tempuling, 30 Januari 2019. Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) PHBS di Rumah Tangga yaitu Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI ekslusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok.

Rabu, (30/01/2018), Petugas Kesehatan Puskesmas Sungai Salak mengadakan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Tatanan Rumah di Posyandu Melur Desa Teluk Kiambang. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa dalam Hal ini diwakili oleh Kepala Dusun Cinta Kurnia Muhammad Sais, Staf Desa Teluk Kiambang, Kepala BLUD Puskesmas Sungai Salak Saiful Ahwan, S. Kep, Tenaga Promosi Kesehatan Puskesmas Sungai Salak, Asmuliyanti, SKM, Ka. Pustu Teluk Kiambang, Nofsri Desi, AMK dan Staf Pustu Teluk Kiambang, RT/RW, serta Kader Posyandu.

Kepala Puskesmas Sungai Salak mengatakan “bahwa seluruh rumah tangga harus mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Setelah diadakan Sosialisasi Pada hari ini,. Maka akan lakukan Pembentukan Kader PHBS RT agar terstruktur dengan baik”. ujar Saiful Ahwan.

Sumber : Promkes Puskesmas Sungai Salak. Asmuliyanti, SKM

UPT PUSKESMAS SUNGAI SALAK IKUT ANDIL DALAM MTQ KE-39 KECAMATAN TEMPULING

Lima desa dan empat kelurahan di Kecamatan Tempuling mengikuti bazar sempena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-39 tingkat Kecamatan Tempuling tahun 2018.

Pembukaan bazar yang ditandai dengan pemotongan pita ini dilakukan oleh Sekda Inhil, Said Syarifuddin, Senin (17/9/2018) di bazar/posko Kesehatan Puskesmas Sungai Salak, kecamatan Tempuling.

Kepala Puskesmas Sungai Salak, Saiful Ahwan, S.Kep, mengungkapkan, Puskesmas Sungai Salak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, karena dapat menjadi salah satu wadah untuk menyampaikan informasi-informasi terkait Kesehatan kepada khalayak ramai. Apalagi memang, pada MTQ kali ini Puskesmas Sungai Salak membawa tema, yaitu “Sehat Bersama. Gerakan Sehat Bersama merupakan ajakan untuk selalu memperhatikan kesehatan sejak dini, dimulai dengan cek kesehatan minimal 1 bulan sekali” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Inhil menyatakan sangat mengapresiasi kreatifitas masyarakat desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Tempuling.

“Masyarakat desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Tempuling cukup kreatif, ini dapat dilihat dari kerajinan-kerajinan tangan yang dibuat dan di tampilkan dalam bazar ini, juga kulinernya, serta hasil olahan lainnya. Ini semua bisa dikembangkan guna memiliki nilai jual, dan tidak lepas dari itu puskesmas Sungai Salak juga sangat berperan dalam kegiatan ini dengan mendirikan posko kesehatan serta melakukan donor darah yang bekerja sama dengan tim PMI tembilahan” ujar sekda inhil.

 

Sumber : Asmuliyanti ( promkes Puskesmas Sungai Salak )